Mengenal Pesawat TNI-AU di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta

Waktu kecil, aku pernah berlari layaknya anak gila tatkala telinga ini mendengar raungan suara pesawat yang lewat di atas pulau Karimunjawa. Ya, masa kecilku memang seperti itu. Sebuah kenangan yang tentunya tetap melekat dalam hati. Akhirnya, beberapa menjelang puasa, aku mempunyai rencana untuk keliling museum saat puasa. Selain dekat, kan yang penting nggak menguras tenaga kalau naik sepeda.
Pesawat di ruang Alutsista Museum Dirgantara, Yogyakarta
Pesawat di ruang Alutsista Museum Dirgantara, Yogyakarta
Gayung pun bersambut, minggu (28 Juli 2015) teman-teman pesepeda atas nama Gowes Jogja ada acara mengunjungi Museum Dirgantara. Aku langsung menyatakan untuk ikut ke sana. Ditemani sepeda Polygon Monarch 1.0, aku mengayuh pedal ke titik kumpul di Tugu. Kemudian mengayuh pedal menyusuri kota Jogja ke Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Sebuah portal dibuka oleh petugas yang jaga. Aku menyusuri jalan kecil yang lengang. Memasuki sebuah Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta. Jalan ini mengarahkan aku menuju Museum. Sebelum sampai museum sudah terdapat replika pesawat di sekitar sini. Aku pun antusias melihat lingkungan taman yang dipenuhi dengan pesawat-pesawat yang terdiam seakan-akan menyapaku dengan gagahnya.
Memasuki kawasan Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta
Memasuki kawasan Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta
Memasuki kawasan Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta
Ya benar! Pemandangan ini membuatku bingung untuk mengabadikan yang mana. Semuanya indah, setiap lekuk pesawat ini serasa ingin aku abadikan. Bergegas aku mengambil kamera poket yang sudah aku bawa untuk mengabadikan hampir semuanya. Layaknya anak kecil yang kalap di sebuah taman yang dipenuhi pesawat, aku menyusuri setiap tapakan dengan sesekali membidik sasaran.
Keliling taman museum dulu
Keliling taman museum dulu
Keliling taman museum dulu
Keliling taman museum dulu
Puas rasanya melihat taman di depan, aku pun mengikuti arahan petugas untuk memasuki ke dalam museum. Alhamdulillah, untuk masuk kali ini setiap orang tidak ditarik retribusi. *terima kasih pak atas kebaikannya. Gedung yang terpampang tulisan “Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala” tepat di depanku. Aku memasuki pintu tersebut. Di sebelah kiriku terdapat sebuah monitor yang menampilkan setiap sudut ruangan. Ruangan ini cukup luas seperti aula. Di dalamnya terdapat banyak foto yang difigura, terdapat barisan foto yang bertuliskan “Kepala Staf TNI Angkatan Udara”.
Ruang utama di museum
Ruang utama di museum
Ruang utama di museum
Puas melihat ruangan ini, aku mengikuti jalur yang mengarahku untuk belok kiri. Tepat di ujung sana ada sebuah pesawat kecil yang terparkir. Pesawat kecil dengan ekor berwarna kuning serta baling-baling berkombinasi antara merah dan putih ini tepat dihadapanku. Kubaca tulisan yang menerangkan perihal pesawat ini. Aku terkejut waktu membacanya. WEL – I RI – X sebuah singkatan dari Wiweko Experimental Lightplane merupakan pesawat motor pertama yang dibuat oleh bangsa Indonesia pada tahun 1948.
Pesawat Motor  WEL – I RI – X
Pesawat Motor  WEL – I RI – X 
Tidak mau ketinggalan rombongan, aku masuk ke ruang selanjutnya. Ruangan “Ruang Pahlawan dan Seragam TNI-AU”. Di sini macam-macam seragam terpajang di dalam lemari-lemari kaca. Ada lebih dari 15 macam seragam lengkap dengan keterangannya. Di sini pun ada foto dari Adisucipto.
Ruang seragam dan pahlawan di museum
Ruang seragam dan pahlawan di museum
Ruang seragam dan pahlawan di museum
Lagi-lagi aku harus meninggalkan ruangan tersebut untuk masuk ke ruangan selanjutnya. Kaki ini melangkah menuju “Ruang Koleksi Kasau dan Kotama”. Di sini pun banyak koleksi yang terpajang. Ada juga barisan foto yang berjejer rapi di tembok. Mataku terjurus pada sebuah galeri yang memajang senjata api lengkap dengan pelurunya.
Ruang Koleksi Kasau dan Kotama
Ruang Koleksi Kasau dan Kotama
Ruang Koleksi Kasau dan Kotama
Mungkin ruangan yang selanjutnya ini paling banyak aku foto, namanya “Ruang Alutsista”. Di ruangan terpanjang ini ada banyak berjejeran pesawat. Menurut petugasnya, lebih dari 30 pesawat ada di sini. Seperti sebuah tempat parkiran, berjejeran pesawat TNI-AU berbagai jenis tersusun rapi. Bangunan ini pun dulunya adalah sebuah pabrik gula. Seperti itulah keterangan petugas yang mengantar kami untuk berkeliling. Aku masih terpaku di ruangan ini untuk mengabadikan banyak objek yang membuat silau mata untuk diabadikan sebelum menyesal.
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Belum puas sebenarnya di ruangan ini, tapi aku harus menuju “Ruang Diorama”. Sebuah ruangan yang terisi oleh ilustrasi kejadian-kejadian masa lalu dibentuk dengan patung-patung kecil dan sebuah kaca melengkung. Di sini pun ada ruangan yang digunakan untuk Simulator Pesawat P-51 Mustang dan juga dipajang replika Palapa A, Palapa B, dan lainnya.
Ruang Diorama
Ruang Diorama
Ruang Diorama
Ruang Diorama
Ruang Diorama
Akhirnya aku berjalan menuju tulisan “EXIT” untuk menuju ruangan sebelum keluar. Di sini ada lukisan besar yang menggambarkan puluhan jenis pesawat dan helikopter. Ada juga pajangan koleksi buku yang semuanya adalah  terbitan dari TNI-AU. Selain itu, di dekat pintu keluar terdapat semacam kios yang berisikan dengan souvenir. Kita bisa memilih-milih jenis souvenir yang ingin kita beli.
Lukisan besar terpajang di tembok
Lukisan besar terpajang di tembok
Koleksi buku terbitan TNI AU
Koleksi buku terbitan TNI AU
Souvenir yang dapat dibeli
Souvenir yang dapat dibeli
Aku pun akhirnya keluar dari museum, namum tadi saat di dalam , aku sempat mengabadikan diri dulu tepatnya di Ruang Alutsista. Dengan setelan 10 detik, aku mengabadikan diri seadanya. Ya, sebuah bukti aku pernah ke museum ini. sebuah perjalanan menyusuri sepanjang museum yang singkat, namun banyak informasi dan pelajaran yang aku dapatkan.
Dokumentasi dulu
Dokumentasi dulu
Museum adalah tempat yang seharusnya kita kunjungi. Dari sana, kita bisa menggali banyak informasi secara detail. Mencari tahu tentang informasi dari tempat dan orang-orang yang benar-benar paham. Sudah selayaknya kita ikut mencintai museum, seperti slogan-slogan yang ada pada museum “Museum di Hatiku”. Mari kita budayakan untuk mengunjungi museum jika sedang berada di kota manapun.
Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala
Setiap hari pukul 08.00 - 15.00 WIB
HTM: antara 2k-4k
Alamat: Komplek Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta
Telp. (0274) 484453



Baca juga tulisan yang lainnya 
Hamparan Sawah di Sudut Karimunjawa
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 komentar :

  1. Itu Kepala Staf TNI Angkatan Udara apa Hokage dari konoha mas? hahaha :D

    ReplyDelete
  2. wah ternyata ada juga pesawat pertama yang dibuat oleh orang indonesia ? Dan sekarang pun masih ada kapalnya :)

    ReplyDelete
  3. hmm iya nih harus berkunjung ke museum

    ReplyDelete
  4. tahun kemaren saya sempat nih ke museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta

    ReplyDelete
  5. Asiknya bisa lihat aneka ragam pesawat..foto fotonya juga bagus..:) Beli souvenirnya gak..?hehehe

    ReplyDelete