Kuliner Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang

Kuliner Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang
Kuliner Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang
Hari kedua di Malang sudah kulalui. Seharian tadi rombonganku mengelilingi beberapa destinasi wisata yang ada di Batu, Malang. Menjelang magrib kami makan malam di salah satu restoran yang ada di tengah kota Malang. Restoran ini bernuansa Jawa, mulai dari depan ada banyak lukisan wayang. Bahkan kata pemandu, pada hari tertentu di sini ada karawitan. Di sini juga terdapat butik yang berisi kain batik untuk dijual.

Usai makan, bergegas rombongan menuju hotel. Rencananya besok pagi kami kembali ke Jogja menggunakan kereta api. Tidak banyak tambahan barangku selama berkemas. Setahuku hanya ada beberapa oleh-oleh saja yang kubeli. Jadi aku cukup santai mengemasi barang kali ini. Kurebahkan badan di kasur, mencoba melepas lelah sementara waktu.

“Makan Bakso Bakar yuk?” Ajak salah satu teman rombongan melalui WA.

“Ayo!” Jawabku singkat. 

Aku langsung menuju ke lobi, di sana sudah ada tiga temanku yang siap berangkat. Berempat kami diskusi sejenak di lobi hotel. Di sini aku baru sadar kalau satu-satunya cowok yang ikut hanyalah aku. Ini artinya, sepanjang perjalanan aku bakalan mendengarkan keramaian tiga cewek dalam satu mobil.

Kami berempat diantar salah satu sopir yang mengurusi liburan kami selama di Malang. Sesuai kesepakatan para cewek, malam ini kami akan menuju Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang. Lokasinya ada di Jalan Pahlawan Trip, Malang. Jaraknya hanya beberapa kilometer saja dari hotel. Teman-teman cewek lebih tanggap jika berkaitan dengan kuliner. Dia seakan-akan sudah tahu daerah mana yang harus dituju. Aku hanya ikut saja tanpa sedikitpun protes. Tidak membutuhkan waktu lama, malam ini kami sudah sampai di lokasi.
Sampai di Bakso Bakar Pahlawan Trip, Malang
Sampai di Bakso Bakar Pahlawan Trip, Malang
Menjelang pukul 21.30 WIB, Bakso Bakar Pahlawan Trip agak lengang. Sebenarnya Bakso ini hanya buka antara pukul 09.00 – 22.00WIB. Ketika kami sampai di sini sudah hampir tutup. Tenang saja, kata salah satu yang jaga, bakso ini tetap buka sampai malam hari. Tutupnya nanti berbarengan dengan angkringan yang ada di samping bakso bakar.
Suasana malam di Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang
Suasana malam di Bakso Bakar Pahlawan Trip Malang
Kami langsung memilih menu, sayangnya menu tinggal satu. Mungkin karena datang agak larut, sehingga satu-satunya menu yang tersedia hanyalah Bakso Bakar. Sebenarnya jika ke sini sore hari, kita bisa menikmati menu lain seperti Tahu Bakar ataupun Siomay Bakar. Tak jadi masalah, kan memang dari awal kami menginginkan Bakso Bakarnya. Bakso Bakar per porsi di sini seharga Rp. 15.000. Kita bisa meminta menu yang manis, pedas, dan ekstra pedas. Sembari menunggu hidangan disajikan, aku beranjak menuju tempat membakar bakso.
Daftar menu Bakso Bakar Pahawan Trip
Daftar menu Bakso Bakar Pahawan Trip
Menurut pelayan yang membakar bakso, pemilik Bakso Bakar Pahlawan Trip ini bernama pak Eko. Sudah beberapa tahu Bakso Bakar ini berdiri, dan tidak ada cabangnya di tempat lain. Ada lebih dari 12 pelayan pada hari jam kerja, namun saat malam hari hanya ada empat yang berjaga.

“Kalau yang buka malam seperti ini memang sedikit pelayannya mas. Ini sih untuk antisipasi para wisatawan yang datang ke sini malam hari. Biasanya yang dari luar Malang ke sininya malam-malam,” Terang mas-mas sambil membakar bakso.

“Sampai jam berapa tutupnya kalau malam seperti ini, mas?”

“Biasanya tengah malam mas. Berbarengan dengan angkringan itu. Jadi nanti kami tutup bareng."
Mulai membakar pesanan bakso bakar
Mulai membakar pesanan bakso bakar 
Beruntunglah Bakso Bakar ini mempunyai inisiatif buka sampai larut malam dengan bergiliran yang jaga. Sehingga pengunjung seperti aku bisa tetap menikmati kuliner satu ini. Kedua tangan pelayan yang aku ajak ngobrol cekatan menata bakso tusuk di atas tungku. Arangnya sudah memerah, ditambah dengan kipasan kipas angin kecil di sudut. Dia membolak-balikkan bakso, sesekali merendamnya pada kuah yang ada di samping, dan menaruhnya kembali di atas tungku.

Selang setengah jam kemudian, bakso bakar yang kami pesan sudah datang. Berbeda dengan bakso kuah pada umumnya yang bakso dijadikan satu dengan kuah dan mie. Bakso Bakar kuahnya dipisah sendiri. Sementara bakso yang tadi ditusuk sudah disajikan pada piring yang berbeda. Tidak ketinggalan taburan bawang goreng di atasnya.
Bakso Bakar siap dinikmati
Bakso Bakar siap dinikmati
Bakso Bakar siap dinikmati 
Bagi orang yang lapar, porsi ini tidaklah banyak karena hanya beberapa bakso saja dalam satu porsi. Tapi bagi kalian yang memang menyukai bakso bakar, tidak ada salahnya mencoba bakso bakar di sini. Bagiku, bakso bakar di Malang ini enak. Selain itu, di tempat lain juga kita agak kesusahan mencari kulineran Bakso Bakar.

Kami tidak hanya memesan enam porsi bakso bakar. Tapi memesan lebih banyak lagi, karena teman-teman yang ada di hotel meminta agar kami belikan. Beruntung di Bakso Bakar Pahlawan Trip ini sudah ada kemasannya untuk dibungkus. Kombinasi warna merah, putih, biru, disertai dominan hitam dan bertuliskan nama bakso serta nomor teleponnya. Jadi, jika ingin membeli dan dibungkus untuk kegiatan di kantor, bisa juga memilih bakso ini sebagai alternatif pilihan.
Menerima pesanan dibungkus
Menerima pesanan dibungkus
Sebenarnya ada banyak kuliner di Malang, salah satu yang sudah kondang adalah Bakso Presiden yang lokasinya berada di dekat rel, dan sempat kami lalui dihari pertama. Namun selain itu, masih ada banyak kuliner lain yang bisa kita nikmati selama di Malang. *Kuliner Bakso Bakar Pahlawan trip Malang pada hari sabtu, 21 Mei 2016.
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

49 komentar :

  1. Murah yaaa cuman 15 rebu
    kapan lalu aku nyobain tapi kurang manja karena ngak pedes padahal dah di siram sambel semangkok ihik ihik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selera epdasmu levelnya udah beda om :-D

      Delete
    2. gile sambel semangkok masih gak pedes juga? sambelnya dicampur air atau level pedesnya udah buset banget nih?

      Delete
    3. Kalau lidahnya om cumi emang beda bun hahahahha. Dia cape 20 pun dilibas.

      Delete
  2. Mauuuu mas :D
    Tapi kayanya kurang kenyang yaa kalau pas posisi laper wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Situ kan makannya buanyak, cuma sok pemalu aja kakakakka

      Delete
  3. pernah nyobain bakso bakar di malang, tapi bukan yang pahlawan
    emang sih kalau cuma seporsi kurang kenyang, heuheuheu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan satu porsi untuk syarat sah sudah ke Malang dan kulineran mas :-D

      Delete
  4. wuhhh bisa di order terus dikirim gitu ga yaa... jauh ee

    ReplyDelete
  5. Enak nihhh~
    Selama di Malang bisa dihitung jari makan bakso. #hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, Malang emang terkenal dengan baksonya.

      Delete
  6. Ternyata di Malang bakso bakar dimakan pake kuah juga ya :D soalnya di sini paling dicocol pakai sambal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aihh enak kalau dicocol pakai sambel pedas om..

      Delete
  7. kalo kesana kayaknya perlu tambah siomay biar kenyang :D

    ReplyDelete
  8. iya ini bakso bakar pahlawan trip emang terkenal banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhehe, kalau di Jogja adanya Bakso Malang depan YAP yahuddd

      Delete
  9. Pernah sekali aku nonton terus tayang bakso bakar tapi lupa apa ini tempatnya :( ish mau coba banget itu bakso bakar sepertinya lezat ya, mas. Dan penasaran juga siomay bakar! :D hehehe harganya terjangkau juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh di sini emang nikmat kulinernya mbak :-)

      Delete
  10. wah liburan bahagia bareng gadis" ya mas hehe oia itu keceh juga yah alo di Jogja ada mantap....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terjebak di tengah-tengah gadis mas akakkakakka

      Delete
  11. Ahh ini kuliner yang kelewat cicipi pas ke Malang. Padahal berkali-kali singgah tapi luput aja nggak makan bakso bakar. Awalnya mengira itu bakso bakar ala alun-alun kidul, ternyata pakai kuah dan beneran bakso dibakar ya. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, benar dibakar tapi makannya juga pake kuah mas :-D

      Delete
  12. bakso bakar ada kuahnya juga, penasaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik loh, lebih manis daripada bakso goreng

      Delete
  13. baru kemarin makan bakso bakar di kantin sekolah,btw bakso itu kayaknya female food deh coba cuma cewek yg bakal ngajak makan bakso, klo mie ayam atau pecel lele itu unisex food hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa? Hahahhahha. Tapi aku pas ke sini yang ngajak emang cewek sih akkakakakka

      Delete
  14. yg udh aku cobain bakso president.. yg bakso bakarnya aku lbh seneng makan gitu lgs drpd pake kuah :D.. yg ini belum prnh cobain sih mas... tapi bnr tuh kata mas cumi, perasaan aku makan bakso di malang itu jrg ada yg pedes... udh hampir numpahin sambel ke mangkoknya pdahl ;p.. level pedesku memang agak beda sih ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah belum kalau bakso president, ruame banget hahahhahah. Level pedasku hanya sedikit :-D

      Delete
  15. Sudah kesampaian makan ini, yang belum sempat itu Bakso President. :D

    Abisnya, kalo ke Malang, biasanya langsung bablas ke Batu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama haahhaha. Aku juga belum yang Bakso President :-)

      Delete
  16. Maaas aku jadi pengen makan disini lagi huhuhu Kangeeen.
    Ini dulu waktu aku ngekos menurut aku terbilang mahal, tapi kalo sekarang udah kerja mah biasa aja.
    Waktunya itu lho wkwk
    Tiap ke malang ga sempet.

    Eh ada satu lagi bakso bakar malang yang wajib di coba. Bakso bakar pak man. Udah pernah belum ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha, mau loh kalau aku diajak ke bakso yang Pak Man kakakakaka.

      Delete
  17. waktu main ke Malang ga sempet kesini ... unik bakso di bakar
    hanya sempet nyoba bakso presiden yg rame banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah malah sudah makan di sana. Saya mau ke sana tapi ruame banget.

      Delete
  18. Kayaknya tiap blogger asal jatim bloman afdol klo blom nyobain baso bakar ya mas, piye mas rasane,kayak sate ayam nda ahahhah

    ReplyDelete
  19. ayah saya lahir dan besar di Malang, tapi saya belum pernah coba bakso bakar phlawan nih, smoga aja dalam waktu dekat bisa coba deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau balik kampung sepertinya harus mencicipi kuliner Malang mas.

      Delete
  20. jujur aja aku bukan pencinta baso malah gk suka basok.... rasanya sh pengen banget maakan bakso apa lagi klw lagi liat ada yg makan bakso :')

    ReplyDelete
  21. Bakso kalau dibakar rata-rata seperti itu ya, jadi mengeras permukaannya tapi tetap enak :D

    ReplyDelete
  22. Bakso bakar kok dikasih kuah ya. Apa biar nda seret, atau biar nda kepedesan? Tapi untungnya dipisah ya, kalo dicampur kan sensasi bakarnya jadi kabur dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada kuahnya. Tapi penyajiannya dipisah :-)

      Delete
  23. kelihatannya enak ya, disini sih adanya cuma bakso goreng, yang bakar gitu belum ada.

    ReplyDelete
  24. Kayaknya enak tuh.
    Tapi porsinya gak bakal cukup buat aku. #rakus
    Hahahah...

    ReplyDelete