Review Novel Domba Berbulu Srigala Karya Rree

Novel yang berjudul Domba Berbulu Srigala ditulis oleh Reza Ramada dengan nama pena Rree ini menceritakan tentang kehidupan di lingkup asrama dan sekolah. Alur cerita di novel ini membuat kita penasaran, tegang, dan mencoba menebak bagaimana akhir ceritanya. Rree berhasil membuat aku (pembaca) menjadi lebih penasaran.

Awalnya aku mengira novel ini bergenre teenlit, ini dikarenakan tokoh-tokoh di dalam cerita adalah remaja SMA. Namun saat aku membaca sampai tuntas, aku merasa ada yang berbeda. Hal ini aku tanyakan langsung ke penulisnya, Rree berkata bahwa ini bergenre Politic-School. Genre yang masih belum aku pahami sepenuhnya.
Sampul Novel Domba Berbulu Srigala karya Rree
Sampul Novel Domba Berbulu Srigala karya Rree

Domba Berbulu Srigala
Penulis: Rree
Penerbit: Aura Publishing
Tahun Terbit: Maret 2017
ISBN: 978-602-6565-89-5
Tebal Halaman: 178

Alur cerita
Robin, sosok siswi di salah satu sekolah harus menghadapi banyak masalah yang disebabkan oleh kenakalan sepupunya. Setiap hari hampir selalu ada masalah yang mengarah padanya. Bahkan perbuatan itu bukan dia yang melakukan.

Semakin hari masalah bukannya berkurang, namun terus bertambah. Sebagai seorang gadis, Robin mengubah sikapnya menjadi lebih pendiam dan tidak banyak berkomunikasi dengan temannya. Bagi sebagian besar siswa sekolah, Robin adalah sosok yang harus dihindari sekaligus ditakuti.

Robin seperti menciptakan kehidupannya sendiri, dia tidak ingin kehidupannya terusik, dan menikmati masa-masa kelam selama di sekolah sendiri. Tidak jarang dia menerima intimidasi dari temannya, acapkali dirinya dipukul oleh orang yang tidak diketahui. Dia merasa kehidupannya di dalam asrama ini layaknya sebuah tempat para berandal.

Permasalahan berkaitan dengan geng sekolah paling terasa. Ada banyak kelompok-kelompok yang mencuat di sini. Di sisi lain, Robin menjadi target para kelompok-kelompok tersebut. Ada yang berniat ingin menghancurkan mentalnya, dan menghancurkan dirinya secara fisik.

Sosok-sosok seperti Allisa, Marista, Nosa, Deni, Deri, dan Rama menambah pelik dikehidupan Robin. Teman-teman satu sekolah ini menjelma menjadi sosok yang kadang menakutkan, namun juga sering dibutuhkan dengan tujuan tertentu. Pertemanan tidak semudah saling percaya, harus ada pembuktian untuk meyakinkan.

Sedikit bumbu asmara terselip di di hati Robin. Sebuah perasaan yang mungkin akan dia ungkapkan, atau malah dia simpan sendiri. Seperti dia menyimpan kepedikan selama berbulan-bulan di asrama.

“Itulah arti dari tatapan mereka padaku; mereka sedang menentukan ada di posisi mana aku di dalam rantai makanan sekolah ini. sudah dua bulan aku sekolah di SMA ini dan aku masih ketakutan tiap kali melewati lorong asrama dengan banyak mata menerawangiku – Halaman 5”

“Jika kau punya guru yang tidak buta kepadamu, maka kau beruntung – Halaman 7”

“Benar… tidak, aku punya firasat dia lebih dari seorang berandalan – Halaman 76”

“Itu hanya awalnya. Jika kau tak melawan, mereka akan semakin besar kepala dan percaya padaku, cepat atau lambat mereka akan mem-bully secara fisik – Halaman 143”

Novel Domba Berburu Srigala/ koleksi pribadi
Novel Domba Berburu Srigala/ koleksi pribadi

Jika kalian membaca novel ini, aku pastikan pada awal halaman sampai hampir seperempat halaman akan dibuat bingung. Ada banyak tokoh yang diceritakan, ditambah Rree menceritakan “Robin” sebagai orang ketiga. Alur cerita akan sedikit terasa menyambung ketika sudah mencapai hampir setengah halaman novel.

Seperti yang aku tulis di atas, novel ini lebih menceritakan kehidupan kelam di asrama, menghadapi berbagai intimidasi, dan ancaman secara fisik. Rree menciptakan alur cerita cukup pelik dan misteri, menguak sisi lain kehidupan keras di asrama sekolah.

Pesan lain yang ingin penulis sampaikan di cerita ini adalah tentang persahabatan. Ada banyak teman di sekolah, namun belum tentu mereka menjadi sahabat kita. Hanya segelintir orang yang benar-benar tulus menjadi teman, dan tidak sedikit yang berpura-pura menjelma sahabat baik.

Terlepas dari pesan yang baik penulis sampaikan di dalam alur cerita, di novel ini ada beberapa kata yang masih kurang lengkap/salah ketik (typo) sehingga sedikit berpengaruh saat membacanya. Ada juga beberapa penggunaan kata sambung terlalu banyak dan diulang-ulang dalam satu kalimat.

Jika kalian suka membaca novel yang penuh misteri, membuat pembaca ingin memecahkan teka-teki dalam setiap alur cerita. Kalian mungkin bisa membaca novel karya Rree ini, aku pastikan kalian akan terlarut dalam rasa penasaran tersebut. Untuk informasi pembelian, kalian bisa menghubungi Rree melalui surel ramandarree@gmail.com
*****

Selamat untuk Reza Ramada atas terbitnya satu karya Domba Berbulu Srigala. Semoga ke depannya tetap ada lanjutan karya-karya lain yang lebih baik. Jangan pernah bosan berkarya, dan memang sebuah karya harus melalui perjuangan yang luar biasa. Sekali kali, selamat atas terbitnya novel kamu, Rree. 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment