Singgah Sejenak di Rest Area Bawen

Masjid di rest area jalan tol Bawen KM 22
Masjid di rest area jalan tol Bawen KM 22

Mobil travel Jepara – Jogja melaju kencang keluar dari Tol Tembalang. Sopir travel kembali membelokkan arah jalan Tol Ungaran – Bawen. Jalan ini bisa menyingkat waktu untuk sampai Terminal Bawen. Ini kali kedua kulewati Tol Ungaran – Bawen, biasanya aku melewati Sukun jika naik bus.

Sepanjang perjalanan, aku berbicang santai dengan sopir travel. Dari Jepara hanya ada tiga penumpang. Dua bule sudah turun di terminal Semarang, sedangkan yang menuju Jogja tinggal aku seorang.

“Apa nggak rugi pak kalau penumpangnya hanya satu orang?” tanyaku penasaran.

“Ini saya pulang kok mas, rumah saya di Godean. Lagipula besok kapal tidak menyeberang ke Karimunjawa, jadi nggak ada penumpang.”
Ruas jalan tol Bawen cukup lengang
Ruas jalan tol Bawen cukup lengang

Sedikit keberuntungan berpihak padaku. Aku naik travel serasa naik mobil bareng teman sendiri. Berhubung tidak ada target sampai Jogja lebih cepat, kubilang pada sopir untuk berjalan pelan saja.

“Mas, kita singgah di rest area ya? Mau ke kamar mandi,” Pinta Bapak Sopir.

“Oke pak.”

Sempat kulihat beberapa spanduk terpasang di atas jembatan tentang adanya rest area di jalan tol Ungaran – Bawen. Jika tidak salah rest area tersebut berada di KM 22. Bahkan terdapat tulisan rest area terbaik. Entahlah, mungkin aku salah baca atau memang tulisannya seperti itu.

Mobil belok ke kiri mengikuti jalur tanjakan sebelum sapai di rest area. Kuminta sopir melewati portal Starbucks, aku ingin minum kopi. Sempat kutawari beliau minum kopi, namun enggan atau bagaimana. Beliau bilang tidak suka kopi. Bahkan ketika kulihatkan daftar menu pun beliau keukeuh tidak mau.
Memesan kopi di starbucks
Memesan kopi di starbucks

Sedikit lebih lama menunggu pesanan dari dalam mobil. Sementara hanya satu pramusaji yang bertugas di ujung ruangan kecil. Selang 15 menit, aku dilayani. Mobil berhenti di area parkir luas. Bergegas bapak sopir menuju kamar mandi.

Kuhabiskan waktu santai dengan berkeliling rest area. Bangunan paling menonjol adalah masjid di sampingku. Banyak orang yang istirahat dan menunaikan salat di sini. Kulangkahkan kaki menuju kamar mandi. Dua orang bertugas menjaga kebersihan asyik berbincang. Kamar mandinya besih, dan terawat dengan baik.
Kamar mandi di rest area cukup bersih dan terawat
Kamar mandi di rest area cukup bersih dan terawat

Rest area Bawen menurutku mewah dan tertata rapi. Selain ada Starbucks, di sini juga berjejeran tempat minum atau makan lainnya. Lahan yang digunakan juga luas, pun dengan tempat belanja oleh-oleh. Langkahku menuju bagian belakang, searah jalan keluar. Di sana ada banyak lokasi untuk makan.

Sebagian lahan rest area sudah kukelilingi, aku beranjak menuju tempat parkir. Sementara itu bapak sopir merokok di dekat mobilnya, menantiku yang sudah menghilang dari tadi.

“Mas, saya habiskan satu batang dulu ya?” Pintanya lagi sembari menunjukkan rokok.

“Silakan pak.”

“Rokok mas?” Disodorinya aku sebungkus rokok yang baru dibuka.

Rokok putih, begitulah istilah teman-teman yang suka merokok. Kutolak dengan halus tawaran tersebut, dan kuceritakan kalau aku sudah berhenti merokok sejak akhir tahun 2009. Bahkan beliau terperangah ketika mendengar ceritaku kalau aku merokok sejak SD.

Minimarket berjejeran di rest area. Tinggal pilih ingin membeli apa, pun dengan tempat untuk makan siang. Aku meminta ijin memotret sekeliling lagi, kusempatkan masuk ke kedai teh Tong Tji. Kupesan satu gelas, lalu keluar dari kedai.
Startbucks di rest area Bawen
Startbucks di rest area Bawen

“Kalau tadi nolak kopi, kali ini nggak nolak teh kan pak?” Selorohku.

Beliau tertawa sembari menggelengkan kepala. Kami nikmati sore ini dengan segelas minuman di tangan. Tak lupa membeli Tahu Sumedang yang ada di depanku. Lengkap sudah, duduk di tepian parkir, menyeduh kopi dan teh, gorengan masih panas, serta pemandangan gunung gagah di depan.

Seperti berjalan dengan sejawat, perbedaan usia tak membuat kami kaku kala berbincang. Aku banyak bertanya terkait jasa travel Jogja – Jepara yang beliau geluti di beberapa tahun terakhir. Beberapa tahun silam, aku naik travel ini saat pulang ke Jepara, namun sopirnya berbeda.

Bapak ini menceritakan sejarah ketika awal beliau membuka jasa travel Jogja – Jepara. Target penumpang mereka adalah calon wisatawan yang ingin liburan ke Karimunjawa. Karena itulah jadwal keberangkatan pukul 23.00 WIB. Waktu awal merintis mereka menggunakan dua mobil, dan sekarang sudah nambah satu mobil besar.
Pemandangan dari rest area Bawen
Pemandangan dari rest area Bawen

“Kalau sudah siap berangkat bilang saja mas. Biar sampai Jogja tidak malam.”

Menurutku rest area di jalan Tol Bawen ini bagus. Fasilitas seperti musola, kamar mandi, minimarket, resto, stand oleh-oleh tersedia. Pun dengan jejeran SPBU yang masih dalam tahap pembangunan.

Hampir satu jam aku rehat di rest area Bawen. Kami meninggalkan rest area Bawen, kembali menikmati perjalanan menuju Jogja. Sementara hujan mulai turun, membasahi jalanan Semarang – Jogja.

*Singgah di rest area jalan tol Bawen pada hari Selasa, 18 Juli 2017.
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

12 komentar :

  1. Beliau emg ga suka ngopi, atau cuma segan ditraktir starbak?😀
    Sedikit heran sih, bapak2 ga suka kopi hehe.

    Rest area ini di kiri jalan lepas wilayah ungaran kalo ga salah ya? Pemandangan ke arah barat itu keliatan gunung ungaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi beliau memang sungkan mas.
      Iya mas, rest area yang baru itu..

      Delete
  2. rest area bawen pancen mewah yoooo
    plus pemandangane aduhai...

    ReplyDelete
  3. Mas, Rest Area bagus! Modern, rapi, bersih, kayak di negeri seberang. Jangan tanya kayak gimana rest area di tol Purbaleunyi, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhahaha, semoga pengelolanya bisa memperbaiki rest areanya mas. Pun dengan mereka yang istirahat agar bisa turut menjaga kebersihan.

      Delete
  4. Kalo bis mandeg di rest area ini nggak sih mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bus Semarang - Solo, Semarang - Jogja nggak lewat sini mas. Karena bus-bus tersebut mengambil penumpang di Sukun.

      Delete
  5. jika di sepanjang jalur lintas provinsi di Indonesia mempunyai rest area seperti pasti orang lebih nyaman saat berkendara ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, makin nyaman kalau kita pengen singgah

      Delete
  6. rest area tol makin cantik2 ... sekarang sih saling bersaing .. yang lama di tinggalin, akhirnya yang lama juga berbenah .. baguslah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada satu yang memulai, biasanya yang lain mengikuti kang

      Delete