Kuliner Ingkung Sambilegi Bu Yadi

Sajian Kuliner Ingkung Sambilegi Bu Yadi
Sajian Kuliner Ingkung Sambilegi Bu Yadi

Ingkung menjadi kuliner yang populer di Jogja dan sekitarnya. Ada banyak tempat yang menyajikan menu ingkung, salah satu lokasi yang paling terkenal adalah Pajangan, Bantul. Di sana ingkung menjadi menu andalan mereka. Selain itu tiap desa wisata di Jogja pun banyak menyajikan Ingkung saat makan malam.

Sewaktu di desa wisata Nglanggeran dan di desa wisata Kebonagung aku disuguhi ingkung untuk jamuan makan malam. Pun sewaktu aku menyambangi Kampung Emas Plumbungan, di sana juga menyediakan makan siang dengan menu spesial ingkung ayam kampung. Hampir semua tempat yang menyajikan menu ingkung cukup jauh dari pusat kota Jogja.

Bagi yang ingin menyicipi makanan ingkung dan lokasinya tidak jauh dari kota Jogja, kalian bisa mencoba berkunjung ke Warung Ingkung Sambilegi Bu Yadi. Lokasinya hanya beberapa ratus meter dari bandara Adi Sucipto, dan tidak jauh dari pusat kota Jogja.

*****

Rinai hujan mulai berhenti tepat usai azan isya. Aku bergegas memesan ojek online menuju Warung Ingkung Sambilegi Bu Yadi. Di sana teman-teman dari Jogja Gowes rencananya akan dijamu makan malam oleh Pak Yadi, pemilik warung ingkung ayam kampung.

Warung ini lokasinya di Jalan Rambutan No 26 Sambilegi Kidul RT 03 RW 56, Maguwoharjo. Kalau dari pusat kota Jogja, ruteya setelah Pasar Sambilegi belok kiri, lalu masuk gang kecil searah dengan Hotel UIN SUKA.

Sebuah plang bertuliskan Ingkung Sambilegi mengarahkanku pada sebuah rumah yang di depannya terdapat cakruk; bangunan kecil terbuat dari anyaman bambu di tepian sawah. Melewati halaman rumah tersebut, aku menyusuri jalan menuju ke belakang. Nyatanya warung ingkung tersebut sangat luas jika dilihat dari dalam.
Cahaya temaram di warung Ingkung Sambilegi
Cahaya temaram di warung Ingkung Sambilegi

Suasana sepi ditemani temaram lampu. Ada banyak tempat duduk yang masih kosong. Bangunan warung seperti menyelaraskan konsep warung ala Bali. Termasuk lantunan musik yang dipilih. Sesekali musik yang terdengar ala Sunda. Entahlah, cukup selaras dengan lokasi di tepian sawah. Menariknya, kalau ke sini malam hari; kita bisa mendengarkan nyanyian alam seperti Jangkrik dan Kodok yang ada di pematang sawah.

Meja-meja berjejeran, di atasnya sudah tertata rapi menu andalan; Ingkung Ayam Kampung. Aku berbaur dengan teman-teman perwakilan dari Jogja Gowes yang sudah datang lebih dulu. Di sini, kami ditemani suami-istri (pemilik warung) Pak Yadi dan Bu Vita Wardani.

Sembari menunggu teman yang lain, aku menyempatkan berbincang dengan pemilik warung. Sedikit informasi kudapatkan, dulunya Ingkung Sambilegi adalah cabang dari Ingkung Mbah Cempluk, Pajangan dari tahun 2013. Namun dua tahun terakhir ini buka sendiri tanpa embel-embel Mbah Cempluk.
Dijamu makan malam Ingkung
Dijamu makan malam Ingkung

Usai berkreasi sendiri, Ingkung Sambilegi Bu Yadi ini mencoba hal baru. Menu yang disuguhkan tidak hanya Ingkung. Menu utama tetaplah Ingkung Areh dan Lodho Gendeng. Namun tetap ada menu lainnya seperti Gurami Acar Kuning, Mangut Lele, Mangut Kutut, dan Iwak Wader.

Beliau sengaja membuka warung Ingkung di dekat bandara dengan alasan menggaet para wisatawan yang datang ke Jogja dalam kurun waktu tidak lama, tapi ingin mencicipi menu Ingkung. Selain itu antusias wisatawan untuk mencicipi ingkung juga masih tinggi.

“Selain rombongan keluarga, di sini juga seringnya ada yang order lewat aplikasi layanan antar mas.”

Keberadaan ojek online memang memudahkan para pemilik warung makanan. Termasuk Ingkung Bu Yadi.
Daftar harga Ingkung Sambilegi Bu Yadi
Daftar harga Ingkung Sambilegi Bu Yadi

Pemandangan sedikit berbeda kala melihat menu ingkungnya. Jika biasanya ingkung yang disajikan itu tidak diberi santan, yang di sini ingkungnya terdapat santannya yang menggumpal. Dari keterangan Bu Vita, ini adalah Ingkung Areh.

Ingkung Areh mirip dengan Ingkung yang biasa disajikan. Hanya saja untuk cara pengolahannya ditambahi santan, sehingga rasanya lebih gurih. Sementara jika yang sering aku lihat dan aku cicipi adalah Ingkung Lodho, rasanya cenderung pedas.
Menu andalan Ingkung Areh ala Bu Yadi
Menu andalan Ingkung Areh ala Bu Yadi

Sejenak obrolan kami terhenti. Aku dan rombongan Jogja Gowes menikmati hidangan malam. Menu yang disajikan tidak hanya Ingkung Areh; tambahan ubo rampe seperti trancam, iwak wader, tempe goreng, sambal, dan segelas teh panas sudah tersedia. Sajian ingkung tambah sedap karena piring yang digunakan terbuat dari anyaman bambu dan dilapisi daun pisang.

Saat disajikan, ingkung sudah tidak lagi berbentuk utuh ayam, namun sudah dipotong-potong per bagian. Mungkin dengan pertimbangan agar santan yang disiramkan bisa merasuk ke dalam daging ayam kampung. Aku menikmati menu tersebut, ditambah dengan tempe goreng.
Menikmati Ingkung Sambilegi
Menikmati Ingkung Sambilegi

Tanpa terasa waktu makan malam dan ngobrol santai usai, kami berpamitan untuk pulang. Terima kasih untuk keluarga Pak Yadi yang sudah menjamu kami, semoga warungnya makin laris. Terima kasih juga untuk Mas Yuda dan teman-teman Jogja Gowes; semoga makin guyub lagi.

Aku merekomendasikan bagi kalian yang ingin menikmati ingkung ayam kampung dan tidak ingin keluar jauh dari area kota Jogja. Aku rasa Ingkung Sambilegi Bu Yadi bisa menjadi opsi kalian. Misal pun malas keluar, kalian bisa memesan menu tersebut dengan menggunakan aplikasi ojek online dengan kata kunci “Ingkung Sambilegi Bu Yadi”.
Foto bersama personil Jogja Gowes dengan Pak Yadi (ujung kanan kaos merah)
Foto bersama personil Jogja Gowes dengan Pak Yadi (ujung kanan kaos merah)

Oya, jika ke sini lebih baik menggunakan kendaraan roda dua atau mobil pribadi. Jika menggunakan bus besar (bagi rombongan), sedikit sulit karena jalan kecil dan area parkir terbatas. Selamat menikmati kuliner di Jogja. *Kuliner Ingkung Sambilegi Bu Yadi pada hari Rabu; 11 Oktober 2017.

Ingkung Sambilegi Bu Yadi
Alamat: Jalan Rambutan No 26 Sambilegi Kidul RT 03 RW 56, Maguwoharjo
Buka: 09.00 WIB - 21.00 WIB
Narahubung: 0274 4332300/📱081227293000
Sosial Media: @ingkungsambilegi_buyadi (IG)
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

30 komentar :

  1. ini nih yang bikin kangen Jowo... kuliner iwak kutuk lan ingkung pitik
    heuheuheu

    ReplyDelete
  2. Klo di tempatku, ingkung ini biasanya digunakan untuk selametan. Ayamnya kecil banget jadi satu ekor bisa habis sendiri aku. Tapi kan nikmatnya makan beginian klo rame-rame hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama bang, di kampung juga seringnya ada Ingkung kalau pas acara selametan :-D

      Delete
  3. Ingkung kombinasinya pas itu. Gudangan/urap tambah ikam asin :3

    ReplyDelete
  4. Rasane piye sih? Aku lagi ngerti iki ada makanan namanya ingkung. Mungkin di tempatku namanya lain ya? Tapi dari bentuknya, aku juga baru tau ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ono seng gurih ono seng pedes. Masa gak ada? Ingkung itu kalau di beberapa tempat namanya "Ayam Dekem". Pokoknya ayam dimasak, nanti penyajiannya tidak dipotong-potong. Kalau di sini sengaja dipotong biar mudah ngambilnya.

      Delete
  5. yeaaay akhirnya ada ingkung yang lokasinya ga ke selatan2 banget atau naik2 banget XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, aku mau loh kalau ditraktir buahahhahahah

      Delete
  6. Ingkung ini dimakan pas acara khatam quran di kampungku di Lahat waktu aku kecil. Kapan2 ke sini kalo rame2 bareng keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya memang pas ada acara baru ada suguhan ingkung. Jadi kapan mau diagendakan ke sini buahahahhah

      Delete
  7. Ingkung teh nama masakan gitu kak?
    Atau cekernya ayam aja?

    Awal ngira kangkung masa wkwkwkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ingkung itu semua dari kepala sampai ceker mbak. Ini sajiannya sudah dipotong-potong hehehhehh

      Delete
  8. Aku malah belum pernah mampir ke sana. Padahal dekat rumah orangtuaku. Ada wadernya juga. Baru tahu dirimu tinggal di Yogya. Tahu gitu kemarin tak ajakin kopdar sekalian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woo orang Jogja toh. Kabar-kabar kalau mudik mbak, biar kopdaran hahahahhaa

      Delete
  9. jaman sekarang kok, ceker ayam lebih menggoda ya dibanding paha ayam? :D

    ReplyDelete
  10. Ini ingkungnya menggoda banget. Selama ini makannya ingkung kering, belum pernah makan ingkung yang ada arehnya gitu.

    ReplyDelete
  11. Aku penasaran ama ingkung ini. Jd ini masih kerabatnya ayam ya mas? Coba tak browsing dulu bentuknya seperti apa kalo masih hidup :D. Ntah kapan ke jogja lg.. Kalo ksana mau aku coba kuliner ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dekat bandara kok mbak, jadi bisa langsung ke tkp

      Delete
  12. Tempat makannya asyik banget dan harganya pun pas dikantong ya, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harganya rata-rata segit kalau di Jogja :-)

      Delete
  13. Replies
    1. Ingkung itu olahan ayam utuh, ini pas aja cekernya yang kupotret :-D

      Delete
  14. ikan-ikan kecil yang manja dan ceker ayam, favorit akoh, gambarnya jernih dan menggoda iman :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha,
      Halo mbak; lama nggak BW kita hahahahha.
      Ikannya juga renayh loh :-D

      Delete
  15. saya baru tahu ada makanan namanya ingkung .. hehe .. kuper
    tapi dari fotonya sangat menggugah selera .. bikin ngecess .. pengennn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ingkung itu semacam sajian ayam utuh kang, mungkin di tempat lain namanya berbeda.

      Delete