Fort Japara: Benteng VOC di Pantai Timur Laut Jawa

Fort Japara, benteng VOC di Kabupaten Jepara
Fort Japara, benteng VOC di Kabupaten Jepara

Tiap pulang ke Jepara, aku menyempatkan singgah di beberapa tempat wisata jika waktunya masih terjangkau. Di sekitar kota Jepara sendiri, ada opsi destinasi yang bisa dikunjungi; Museum Kartini, Pecinan, sampai dengan Benteng VOC/Fort Japara. Kuputuskan menjelang sore ini menyambangi benteng VOC, lokasinya tidak jauh dari Alun-alun Kota Jepara.

Benteng VOC/ Fort Japara sering aku kunjungi. Bahkan aku pernah menulis sekitar tiga tahun silam di blog. Waktu itu aku masih belajar menulis, sehingga tulisan kala itu seadanya saja. Benteng VOC lebih dikenal warga dengan sebutan Lodji Gunung di atas bukit Donorojo; dan bersampingan dengan taman makam pahlawan Giri Dharma.
Gapura Benteng VOC di Jepara/Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015
Gapura Benteng VOC di Jepara/Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015

Menjelang idul fitri, di kawasan Lodji Gunung ramai para penziarah yang sedang nyekar. Lodji Gunung sendiri dikelilingi makam. Bagian samping sebelum gerbang terdapat pemakaman umum, di belakang benteng mengarah ke laut pun makam umum Ujung Batu, Jepara. Aku memasuki gerbang putih menjulang tinggi bertuliskan “Fort Japara XVI”.

Seorang petugas parkir menata motor yang berjejeran di depan gerbang. Motor-motor tersebut bukan pengunjung benteng melainkan warga yang berziarah ke makam keluarganya. Gerbang kokoh menjulang tinggi berwarna putih ini kontras dengan benteng aslinya. Vandal-vandal dari spidol terpampang pada tembok gerbang.

Zidane Mahendra 16, Mbarang Geng's, Seng Genag, Sayang Fune, dan coretan lain bertabur layaknya tanda tangan. Sangat disayangkan jika tempat seperti masih saja dicemari coretan oleh oknum yang kurang ajar. Semoga ke depannya perawatan dan penjagaan tempat ini lebih baik.
Coretan oknum tidak bertanggung jawab di gerbang benteng
Coretan oknum tidak bertanggung jawab di gerbang benteng

Di sekitar benteng VOC yang merupakan tanah lapang mulai ada bangunannya. Tidak jelas itu bangunan apa, bangunan tersebut seperti belum sepenuhnya jadi. Di sisi lain penuh rindang pepohonan yang berbuah seperti jambu, kelengkeng, dan buah-buah lainnya.

Benteng VOC Jepara dibuat sekitar tahun 1680an. Waktu itu VOC membangun banyak benteng seperti di Tegal, Semarang, Rembang, Surabaya, dan kota-kota lainnya yang berdekatan dengan laut. Tujuan dibangunnya benteng antara lain untuk melindungi daerah dan pelabuhan yang dikuasi VOC dari serangan lawan, terutama serangan dari laut.

Seperti yang sudah kita ketahui VOC pernah menguasai nusantara; Mulai datang pertama di Banten tahun 1602, lalu merebut Ambon dan Tidore dari Portugis tahun 1605. Kekuasaan VOC makin meluas dengan menguasai Banda (1609), Batavia (1919), Makasar (1669), menguasai Madura, Semarang, Jepara, Cirebon dan kota-kota lain di Jawa tahun 1705. Selain itu masih berlangsung mengasai tempat lain di Indonesia.

Pada masa keemasan kesultanan Demak (1475-1568), Jepara menjadi bagian wilayah dari kesultanan. Letak strategis Jepara yang menjorok ke laut dijadikan tempat berlindung kapal-kapal. Pelabuhan Jepara berfungsi sebagai pusat perdagangan pada masanya. Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, pelabuhan tersebut juga menjadi pelabuhan militer. Hal ini juga terus berlanjut ketika Jepara dipimpin Ratu Kalinyamat (1549-1579).
Benteng Jepara dalam Kota Jepara Tahun 1743/ Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015
Benteng Jepara dalam Kota Jepara Tahun 1743/ Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015

Benteng VOC yang dulu juga menjadi pusat pemerintahan VOC di pantai Timur Laut Jawa (Noord Oostkust van Java) kini menjadi sebuah taman. Taman yang meninggalkan sisa-sisa tembok benteng setinggi 1.5 meter. Taman di benteng VOC cukup luas, hanya saja tidak begitu menarik minat para wisatawan untuk berkunjung. Aku mengelilingi taman tersebut. Hanya ada segelintir pengunjung yang datang ke sini. Itu pun warga setempat. Mereka bersantai sembari menunggu sore di salah satu gazebo.
Denah benteng VOC/Arsip Nasional/ Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015
Denah benteng VOC/Arsip Nasional/ Dok. Jurnal Paramita Vol 25(1) Januari 2015

Susunan batu hitam agak tajam mengelilingi bukit menghadap ke arah laut. Jenis batu seperti batu karang. Tembok batu ini tidak dilaburi semen, hanya bebatuan yang disusun dengan tambahan perekat. Tembok tersebut sudah kusam, terdapat jalan setapak yang mengelilingi benteng, namun tidak sepenuhnya utuh. Dari atas benteng, dengan leluasa kita bisa melihat laut. Memang tempat strategis untuk memantau serangan dari musuh pada masa perjuangan.

Puas berkeliling, aku duduk melepas lelah di depan pintu masuk. Petugas parkir yang menjaga benteng VOC sibuk menata motor. Sesekali beliau menerima lembaran uang ribuan dari warga yang pulang. Sepertinya petugas parkir hari ini mendapat banyak tamu, khususnya warga yang ziarah kubur.
Bagian dlam taman benteng VOC Jepara
Bagian dlam taman benteng VOC Jepara
Tembok benteng yang masih berdiri kokoh
Tembok benteng yang masih berdiri kokoh

Pak Kasrin namanya, beliau bekerja sebagai penjaga parkir di benteng VOC sejak tahun 2006. Lelaki yang berasa dari desa Pengkol ini menceritakan jika dalam sehari biasanya wisatawan yang datang ke benteng VOC tidak lebih dari 20 orang. Rata-rata mereka adalah remaja yang ingin menghabiskan waktu di sini.

“Jarang ada wisatawan dari luar Jepara mas. Mereka yang datang hampir semuanya orang sini sendiri.”

Sayangnya di sini tidak ada sedikitpun tulisan informasi yang berkaitan dengan sejarah benteng. Sehingga benteng VOC ini seperti tidak menarik bagi wisatawan yang datang ke Jepara. Sayang rasanya, padahal tempat seperti ini bisa dijadikan opsi berwisata bagi para pecinta heritage. Terlebih lokasinya berdekatan dengan Museum RA. Kartini dan Pendopo Kabupaten Jepara.
Pak Kasrin, petugas parkir yang berjaga di benteng VOC Jepara
Pak Kasrin, petugas parkir yang berjaga di benteng VOC Jepara

Selalu ada harapan agar benteng ini tetap dirawat dengan baik, diberdayakan pihak terkait, dan menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang datang ke Jepara. Sementara ini kita hanya bisa menyaksikan bukti sejarah ketika Jepara pernah menjadi lokasi strategis dibidang kemaritiman. Bukti yang kini tidak terurus dengan baik, dan sisa-sisa kemegahannya masih ada.

Tidak setiap kota mempunyai benteng VOC, namun Jepara mempunyai dua benteng sekaligus. Benteng VOC di bukit Donorojo, dan benteng Portugis yang berada di ujung pantai Jepara berbatasan dengan kabupaten Pati. Semoga saja benteng-benteng tersebut tidak hanya diakui, tapi dijaga dan dirawat sepenuh hati. *Kamis, 22 Juni 2017

Catatan: Literatur tambahan dan beberapa screen capture berasal dari artikel “Tinjauan Historis Benteng VOC Jepara oleh Agustinus Supriyono pada jurnal Paramita Vol. 25 No. 1 Januari 2015, Hal 26-39”, dapat diakses di sini.
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

13 komentar :

  1. huhuhu vandalisme lagi dan lagi. Kayaknya bolehlah tukang coret ini kena hukuman berat. Dikurung sehari 24 jam aja udah lumayan banget kayaknya. Gerbang cantik kok dicoret-coret hiks

    @omnduut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian disuruh cat ulang sesuai warna aslinya :-D

      Delete
  2. wahh...setaiku di Jepara cuma ada benteng portugis

    ReplyDelete
  3. Penyakit yg kagak sembuh2 di Indonesia, VANDALISME huffff... Perlu disleding tuh orang2 macam begitu :V

    Gak terlalu suka sejarah tentang VOC sih,, tapi suka liat peninggalan2nya seperti benteng.. Semoga benteng ini tetap lestari..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejarah tetap menarik jika kita pelajari. Banyak teman yang suka dengan mengulas sejarah

      Delete
  4. Semacam jadi flashback ke jaman masih SMP-SMA kalau bicara soal VOC.

    Anyway komen bang Bara di atas membara bara banget masalah vandalisme ^ wkwkwk xD

    Iya bener. Maunya ninggalin jejak, tapi kurang tepat yang seperti itu. Harusnya meninggalkan jejak kenangan kemudian menuliskannya di blog seperti sampeyan ini heheh ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya doong, harus sesuai namaaa, memBARA :cool: .. Nanti kita minta tolong "Kak Seto" buat sledingin atu-atu org2 rese , ahaha..

      Delete
    2. Selain itu juga ninggalin kenangan hahahahahha

      Delete
  5. Waduh, sebenernya ini situs sejarah yang menarik hlo..
    Semoga pemerintah Kabupaten Jepara segera melakukan pembenahan supaya destinasi ini makin dikenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang diharapkan, berharap pemkot Jepara bisa melakukan lebih baik

      Delete
  6. Coretan paling ekstrem di sana apa mas? Wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada deh, yang jelas tidak ada tulisan "selamat pagi buat mantan" hahahahah

      Delete