Sepanjang area terbuka di pantai Kelapa Lima dipenuhi lapak-lapak masyarakat setempat yang berjualan ikan segar. Mereka menyapa para pengunjung untuk dapat makan malam sembari menikmati suasana malam di pantai Kelapa Lima.
Sore tadi, sebelum aku berlari ke pantai Kelapa Lima, kami tim rombongan sudah berdiskusi ingin menikmati ikan segar ketika makan malam. Bergegas aku memotret ikan-ikan yang ditawarkan, lantas membagikan dalam grup WhatsApp tim panitia.
“Oke, nanti malam kita makan malam di sana. Kamu bertugas mencari tempatnya,” ujar salah satu tim padaku.
Aku menyetujui, lantas bertanya harga ikan yang dijual. Semuanya sesuai dengan perkiraanku, karena ikan-ikan segar di sini harganya terjangkau. Terlebih bagi kami yang memang sudah mengagendakan menikmati ikan laut ketika berkunjung ke Kupang.
![]() |
| Lapak masyarakat yang menjual ikan kala sore |
Keliling sore di pantai Kelapa Lima menghasilkan banyak foto. Mulai para wisatawan yang berfoto di landmark, aktivitas masyarakat kala sore di tepian pantai, anak-anak bermain sepak bola, hingga yang lainnya. Semuanya berbaur menjadi satu.
Aku kembali menuju penginapan di Swiss-Belcourt Kupang. Selepas salat magrib, rombongan berjumlah 15 orang berjalan menuju pantai Kelapa Lima. Aku sudah menandai salah satu lapak yang hendak kami tuju. Karena sore tadi sempat meminta izin memotret ikannya.
Rombongan mendekati salah satu lapak yang tadi kurekomendasikan. Mereka sedang melihat berbagai jenis ikan segar yang dipajang. Proses tawar menawar masih berlanjut, aku hanya duduk santai sembari sesekali mengabadikan proses sedang menawar ikan.
![]() |
| Rombongan sedang menawar ikan yang siap diolah |
Berbagai ikan segar terpajang menggoda selera. Tak berapa lama, rombongan sudah memilih ikan yang dibeli. Sepemahamanku, ikan nanti dibakar dan dibuat sup. Sebagai anak pantai, kedua masakan tersebut tentu aku gemari.
“Nanti ikan-ikan langsung diolah sama yang di atas. Kalau ikan bakar, nanti dibakar di sini. Bapak-ibu bisa tunggu di atas,” ujar ibu yang menjaga lapak.
Kami beranjak naik tangga, duduk santai di bangunan yang sudah ada di pantai Kelapa Lima. Bangunan-bangunan tersebut memang diperuntukkan bagi wisatawan atau pengunjung yang hendak menikmati santap ikan segar ala Kupang.
Sedari tadi, suara musik dari salah satu pelantang terdengar kencang. Mereka sengaja membunyikan musik agar suasana makin ramai. Lagu-lagu yang diputar sebagian besar tak asing di telinga. Terlebih di pertengahan tahun 2025, berbagai lagu dari Timur sedang naik daun.
Sembari mengisi waktu menunggu ikan disajikan, aku berkeliling di area tangga. Kulihat ibu yang tadi menjaga lapak sedang mengolah ikan untuk dibuat sup. Sementara di bawah, seorang bapak bertugas mengolah ikan yang hendak dibakar.
![]() |
| Bapak-bapak sedang mengolah ikan |
Kami bersama rombongan asyik bersantai. Memesan minuman terlebih dahulu sembari berbincang tentang agenda yang sudah direncanakan. Kami memang berencana ada kegiatan di Universitas Nusa Cendana Kupang, berbagai persiapan sudah dilakukan secara maksimal.
Lumayan lama kami menunggu hidangan disiapkan. Sempat beberapa kali konfirmasi apakah hidangan sudah siap atau belum. Bisa jadi lumayan larena kami sekitar 15 orang, sehingga membutuhkan waktu lebih banyak dalam proses masak ikan.
Satu persatu hidangan disajikan. Beberapa ekor ikan yang kami pesan tadi dibuat sup, bakar, serta goreng. Sedari awal, aku sudah mengincar sup ikannya. Sup ikan jauh terasa segar karena ditambahi dengan belimbing wuluh.
![]() |
| Santap malam ikan segar di pantai Kelapa Lima Kupang |
Sup ikan sudah terbagi menjadi beberapa bagian. Awalnya, aku mengambil irisan yang penuh daging. Ikan kakap laut memang cocok dibuat sup ikan. Menu ini mengingatkanku setiap di Karimunjawa. Karena sup ikan ditambahi kunir dan belimbing wuluh adalah menu favoritku.
Santap sup ikan kala malam hari di tepian pantai memang menyenangkan. Meskipun kami tidak bisa melihat pemandangan laut secara langsung karena gelap. Namun, suasana seperti ini patut kita nikmati. Suara musik saling bersahutan dari pelantang-pelantang di lapak ikan.
Tidak hanya sup ikan, aku juga menikmati ikan bakarnya. Di Kupang, membakar ikan tidak perlu menggunakan kecap agar rasa lebih otentik. Sehingga tidak terasa manis saat menikmati dagingnya. Sambal yang dibuat pun cukup beragam.
Kuliner di area pantai Kelapa Lima memang menjadi tempt favorit para pelancong. Pantai ini terjangkau dari beberapa hotel besar di kota Kupang. Sementara harga ikan pun terjangkau. Malam ini, kami menikmati sup ikan dan ikan bakar. Akhirnya, salah satu daftar keinginan di Kupang sudah terpenuhi, yakni kuliner ikan segar di tepi pantai. *Kupang; 08 September 2025.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar