Semalam aku mendapatkan informasi jika pagi ini ada proses pelepasan tukik di belakang Ketapang Indah Hotel Banyuwangi. Program pelepasan tukik merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak hotel dengan tujuan menjaga habitat penyu agar tidak punah.
Selepas memotret matahari terbit, lantas menikmati santap pagi, aku bergegas kembali menuju pantai belakang hotel. Belum ada tanda-tanda proses pelepasan tukik. Pagi ini, pantai Dermaga Cinta Banyuwangi ramai pengunjung yang didominasi tamu hotel.
Tidak hanya rombonganku, ternyata di pantai ada satu rombongan yang lain dalam jumlah besar. Terlihat dari kejauhan rombongan ibu-ibu sedang menikmati waktu pagi. Mereka mengabadikan diri. Sebagian ibu-ibu tadi yang bertemu denganku di Dermaga Cinta.
Pukul 07.00 WIB, terlihat salah satu pegawai hotel membawa box kontainer berwana putih. Bisa jadi itu tukik yang hendak dilepaskan. Benar saja, ketika beliau sedang menata tempat untuk pelepasan tukik, para tamu hotel yang di pantai sudah berebut ingin melepaskan tukik.
![]() |
| Keramaian pengunjung di pantai Dermaga Cinta Banyuwangi |
Sedari awal, aku memang hanya ingin mengabadikan proses pelepasan tukik tersebut. Sehingga tidak ikut melepaskan, karena sudah beberapa kali melepaskan tukik di pantai. Hanya saja, sekumpulan ibu ini sangat mendominasi, sehingga tamu yang lain tidak kebagian.
“Anak saya boleh ikut melepaskan tukik, mas?” tanya seorang ibu yang membawa putrinya berumur 7 tahunan ke arahku.
Aku terdiam, lantas berusaha meminta salah satu dari rombongan ibu untuk mengalah. Niatku hanya ingin membantu agar anak tersebut mempunyai pengalaman dalam proses melepaskan tukik. Karena hal itu bagian dari edukasi.
“Kamu juga belum pernah mas,” protes sekumpulan ibu tersebut padaku.
Petugas dari Ketapang Indah Hotel pun kewalahan dalam memberi edukasi. Beliau juga ingin agar merata, tapi kondisinya tidak memungkinkan. Terlebih pagi ini hanya 20 ekor tukik yang dilepaskan. Aku meminta salah satu ibu agar bisa mengajak anak kecil ketika melepas tukik, beruntung salah satu dari rombongan ibu tersebut luluh.
![]() |
| Petugas Ketapang Indah Hotel memberikan edukasi sebelum pelepasan tukik |
Sebelum dilepas ke laut, setiap peserta yang ikut melepaskan tukik diberikan edukasi bahwa penyu merupakan salah satu biota laut yang dilindungi. Sehingga keberadaannya tentu diperhatikan dengan baik. Tukik dilepas harapannya ketika sudah dewasa kembali ke pantai yang sama untuk bertelur dan menetas.
Aku tidak mendengarkan dengan detail jenis tukik yang dilepas. Namun, salah satu yang kudapatan adalah, program pelepasan tukik yang dilakukan oleh Ketapang Indah Hotel ini merupakan kegiatan rutin, biasanya dua minggu sekali.
Tukik-tukik ini didapatkan dari Yayasan Penyu Banyuwangi. Tentu saja di Banyuwangi ada beberapa yayasan atau project lainnya terkait pelepasan tukik. Aku melihat setiap ekor tukik dimasukkan dalam cangkang batok kelapa sebelum diturunkan menuju laut.
![]() |
| Tukik-tukik yang dilepaskan di laut lepas |
“Jangan dipegang bu, jangan dipegang. Biarkan tukiknya berjalan sendiri ke laut,” teriak petugas mengingatkan.
Sebagai informasi, tukik memang tidak diperbolehkan dipegang ketika hendak menuju laut. Kita bisanya menepuk tangan agar tukik merespon dan berjalan ke laut. Begitu banyak rombongan ibu yang dari tadi mendominasi. Yang lain hanya melihat dari samping.
Beruntungnya, petugas Ketapang Indah Hotel Banyuwangi menyisakan tiga tukik untuk dilepas anak-anak yang sedari tadi ingin ikutan melepas. Sengaja dibiarkan para rombongan tadi bubar, sehingga anak-anak ini bersemangat melepas tukiknya.
Terlihat ketiga anak ini bersemangat melepas tukik. Mereka berlomba agar tukiknya sampai di laut. Aku bersama petugas mengingatkan agar jangan sampai memegang tukik ketika dilepaskan. Anak-anak tersebut riuh. Orangtuanya asyik mengabadikan.
“Sudah kamu kasih nama belum?”
“Sudah, tadi kukasih nama,” jawab salah satu anak kecil.
![]() |
| Anak-anak diberi kesempatan melepas tukik |
Tukik-tukik yang dilepas terus merangkak menuju air. Sesekali tertahan bebatuan kecil yang di pasir. Anak-anak segera memindahkan kerikil ataupun batu yang menghalangi, tanpa memegang tukiknya. Di tahun 2018, aku pernah melihat tempat budidaya penyu di pantai Tongaci Bangka.
Mendekati laut, tukik terseret ombak. Ada yang langsung bisa menyelam hingga menuju laut tengah, ada juga yang terseret ombak dan kembali ke pantai. Kami terus mengamati, sampai semua tukik benar-benar berenang di laut lepas.
Ketika sudah sampai di laut lepas. Seleksi alam mulai bekerja. Bisa jadi tukik ini tetap bertahan sampai dewasa, lalu kembali ke daratan untuk bertelur dan menetas. Ada juga yang mati karena ditangkap mangsa, ataupun yang lainnya.
Pelepasan tukik di setiap pantai di Indonesia memang mempunyai tujuan untuk melestarikan biota laut tersebut. Karena semakin terbatas tempat para penyu untuk bertelur serta menetas. Harapannya, penyu-penyu tersebut tetap lestari hingga anak-cucu kita bisa melihat satwa tersebut. *Banyuwangi; 27 September 2025.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar