![]() |
| Mercusuar di pantai Koepan LLBK |
Sepulang dari Undana, aku iseng membuka Google Maps. Lantas mengetik pantai sekitar. Muncul beberapa rekomendasi pantai yang tidak jauh dari hotel. Aku klik pantai Koepan LLBK, pada ulasan terdapat unggahan mercusuar. Tanpa banyak berpikir, kujadikan pantai tersebut sebagai tujuan melihat sunset. Lokasinya di Lahilai Bissi Kopan, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Di Kupang, transporasi daring seperti Grab sudah banyak. Aku memesan Grab dari lobi hotel. Jarak antara hotel Swiss-Beltcourt menuju pantai sekitar 5 kilometer. Pantai Koepan LLBK berlokasi di dekat jalan besar, sehingga mudah ditemui. Nama pantai Koepan LLBK itu kepanjangan dari Lahilai Bissi Kopan.
Salah satu yang menarik menurutku adalah, tepat di area pantai terdapat banyak angkutan. Sepertinya memang menjadi salah satu titik lokasi menunggu penumpang. Penataan di pantai Koepan LLBK sudah bagus, sama dengan di pantai Kelapa Lima.
Sebelum memotret, aku mengamati penataan pantai Koepan LLBK memang sudah tertata rapi. Bahkan aku menyempatkan bertanya ke masyarakat setempat, jika memesan ojek daring di lokasi tersebut diperbolehkan atau tidak, karena banyak angkot yang mangkal.
![]() |
| Suasana di pantai Koepan LLBK |
“Tidak apa-apa, bilang saja pantai Tedis,” terang bapak-bapak yang kutanyai.
Makin penasaran kenapa pantai Koepan LLBK ini dikenal juga dengan sebutan pantai Tedis. Konon penamaan “Tedis” ini disematkan dari nama orang Teddy Tanonef, pengusaha asli NTT yang mengembangkan area di sini sejak tahun 80an. Selain itu, nama Koepan konon diyakini berasal dari nama seorang raja yang berada di Lahilai Bissi Kopan.
Tidak jauh dari pantai Koepan LLBK ini memang ada terminal Kupang Kota Lama. Ternyata, sekitar area pantai Koepan LLBK merupakan kawasan Kota Lama Kupang. Awalnya, aku tertarik ke pantai Koepan LLBK karena ingin melihat mercusuarnya, ternyata sepulang dari lokasi, aku baru tahu jika tak jauh dari mercusuar ada benteng Concordia.
Di benteng Concordia kulihat ada banyak kuburan peninggalan masa lampau. Pantas saja, sewaktu penataan destinasi pantai di Kupang, pantai Koepan LLBK menjadi salah satu destinasi yang ditata lebih baik untuk wisatawan.
Aku berdiri di antara tangga yang menurun di pantai Koepan LLBK. Selasar depan sudah dipenuhi warung, pun dengan wisatawan yang berdatangan. Mereka ingin menikmati waktu senja di pantai Koepan LLBK Kupang.
![]() |
| Hamparan pasir dan pemandangan di pantai Koepan LLBK |
Seperti niat awal, tujuanku ke pantai Koepan LLBK memang ingin melihat matahari terbenam. Di sini sudah banyak fotografer yang bisa memotret para wisatawan layaknya di pantai Kelapa Lima. Ternyata, jasa fotografer memang lagi ramai di Kupang.
Sebagian masyarakat memang lebih familiar dengan nama pantai Tedis. Mungkin secara nama lebih mudah disebut. Pantai ini dibangun landmark, dan berbagai bangunan pendukung yang lainnya. Salah satu daya tarik di pantai Koepan LLBK ini adalah menikmati sunset.
Banyak wisatawan yang menikmati jagung bakar sembari melihat matahari terbenam. Terlebih pemandngan matahari terbenam searah dengan mercusuar yang menjorok ke laut. Tepatnya berdekatan dengan tanggul pantai.
Banyak pantai di Indonesia yang mempunyai mercusuar. Di pantai Tedis atau pantai Koepan LLBK sebuah mercusuar peninggalan Belanda berdiri kokoh. Mercusuar Kupang ini ada yang menyebut dengan nama Mercusuar Benteng Concordia, mungkin karena memang lokasinya masih berdekatan.
![]() |
| Siluet dan sunset di pantai Koepan LLBK |
Aku mendekat ke tanggul yang tidak jauh dari mercusuar. Lumayan menjulang tinggi. Dari literatur yang kubaca, Mercusuar Kupang ini memiliki ketinggian 13 meter. Layaknya mercusuar yang pernah kulihat di pulau Lengkuas, bangunan mercusuar ini merbalut cat putih.
Masih dari informasi yang kudapatkan, Mercusuar Kupang ini merupakan struktur kedua yang menggantikan mercusuar Belanda pada masanya. Mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai penanda daratan. Keberadaan mercusuar dan benteng di Kupang menandakan dulunya daerah di pantai Koepan LLBK merupakan tempat strategis.
Memang menarik, karena selama ini yang lebih banyak diulas ketika wisatawan berkunjung ke Kupang adalah keindahan pantainya, ternyata di sini juga banyak cerita yang bisa digali lebih dalam terkait heritage. Sayangnya, waktuku di Kupang tidak lama.
Pantai Koepan LLBK atau yang lebih dikenal dengan nama pantai Tedis merupakan lokasi strategis. Mulai dari bangunan-bangunan bersejarah, peninggalan cagar budaya, dan yang lainnya. Pantas saja di tahun 2022 Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Kota Lama di sini dengan salahs atu ikonnya adalah mercusuar.
![]() |
| Aktivitas masyarakat setempat di pantai Koepan LLBK |
Siluet mercusuar Kupang memang menjadi daya tarik para wisatawan. Terlebih ketika cuaca cerah, kombinasi siluet mercusuar, tanggul pantai, dan aktivitas wisatawan menjadi satu kesatuan yang indah untuk diabadikan. Aku memotret berulang kali momentum tersebut.
Tidak hanya keindahan pantainya, salah satu yang menyenangkan saat memotret di Kupang adalah, hasil foto rasanya hidup dan bercerita. Karena aktivitas masyarakatnya mendukung. Tentunya dengan petakan pasir putih yang dimanfaatkan sebagai lapangan bola.
Anak-anak ceria bermain bola, para wisatawan asyik memotret keindahan kala sore. Aku mendekati area permainan sepak bola, duduk dan memotret keseruannya. Semuanya terlihat indah. Pun masyarakat di sini ramah-ramah.
Tanpa terasa, waktu mulai petang. Aku harus kembali menuju hotel, karena berlanjut di agenda malam. Menapaki kaki hampir satu jam di pantai Koepan LLBK atau pantai Tedis adalah salah satu keputusan terindah selama aku di Kupang. Semoga pantai ini makin ramai, geliat wisatanya meningkat, masyarakatnya maju, serta bangunan peninggalan Belandanya terus terawat. *Kupang; 09 September 2025.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar