Inspirasiku untuk Menulis Cerita

Kali ini aku ingin mencoret-coret blog dengan kata “TULIS”. Entahlah kenapa dalam minggu-minggu ini aku terlihat bersemangat untuk merangkai kata dengan tema menulis. Mungkin karena sedang “onfire” dengan kata tulis-menulis, atau karena memang sedang pengen asal coret-coret saja. Biarlah apapun alasannya yang penting aku bisa memenuhi blogku yang terlalu lama tidak aku urusi.

Menulis bagiku adalah suatu cara untuk mengekspresikan apa yang ada dibenakku, merangkai setiap huruf dan menatanya menjadi tulisan yang bisa dibaca dan mempunyai makna. Dan yang terpenting adalah menyimpan semua hal yang ada diotak ini agar tidak hilang begitu saja tanpa bekas.

Dalam dunia tulis-menulis, tentunya ada perbedaan yang bisa kita ketahui antara satu penulis dengan penulis lainnya. Karena perbedaan itu adalah ciri yang menunjukkan kalau itu adalah tulisan dia sendiri. Dan itu merupakan suatu hal yang wajar dalam dunia tulis-menulis. Setiap novelis, cerpenis dan lainnya bisa menulis dengan baik karena dia menulis dengan gayanya sendiri.

Kita tidak dituntut untuk menulis suatu cerita harus sama dengan cara orang lain menulis ceritanya, kita bisa mencari keunikan yang ada pada diri kita untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Kalau aku sendiri sih ketika menulis suatu cerita lebih suka menulis hal yang sedikit mirip dengan kejadian yang aku alami. Jadi selalu memakai kata “Aku” pada setiap ceritaku.

Dalam menentukan tema, aku hanya mengikuti alur tema yang ada diotak ini. Entah ada saatnya otak ini ingin menulis tentang asmara, tragedi, roman dll. Aku tulis semuanya pada satu tempat dan aku tidak perhatikan tata penulisannya dulu, yang penting adalah tulisan ini sudah tertuang dulu.

Kita bisa menyerap cara penulisan sebuah cerita yang dilakukan oleh penulis kesayangan kita, misalnya aku yang terkagum-kagum oleh tulisannya “Andrea Hirata” yang dengan hebatnya dia bisa merangkai kata dengan enak dibaca. Selain itu, aku juga menyerap tulisan yang dikarang oleh “Raditya Dika” yang menulis penuh dengan kegokilannya.

Dari kedua penulis itu, aku mulai mengambil titik tengah dengan cara memadukan keduanya untuk menjadi ciri khasku ketika aku menulis. Bagiku bisa sedikit mengambil ilmu dari kedua penulis itu sudah merupakan suatu anugerah yang bisa memacu semangatku untuk menulis suatu cerita.

Karena itu, setiap aku menulis suatu cerita rata-rata aku selalu mengingat bagaimana cara mereka menyusun kata-kata. Dengan seperti itu aku bisa mempunyai semangat baru untuk menulis dan menghasilkan suatu karya. 
Baca juga postingan yang terkait Caraku Mendapatkan Ide dalam Menulis Cerpen, Puisi, atau Novel
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment