Sariman dan Helm Motor

Pernah suatu ketika Sariman sedang janjian dengan bribikan­-nya. Biasanya kalau pagi dia hanya molor di kamar, kali ini sudah tampak rapi. Modal pakaian dari laundry, lanjut ambil minyak pengharum dari kamar teman, plus ngerampok uangku yang ada di dompet. Hebat kan Sariman, tanpa menjadi seorang begal pun dia berhasil mendapatkan apa yang diperlukan. Anak kos loh, salut.
Gunakan helm saat berkendara
Ilustrasi: Gunakan helm saat berkendara (sumber: http://www.copenhagenize.com)
Tampilan sudah oke, dompet lumayan tebal, kurang apa lagi coba? Motor sudah siap di teras. Tidak butuh waktu lama, Sariman sudah melesat dengan tunggangannya. Ingat tunggangannya itu motor, jangan bayangin tunggangan Sariman itu Kuda atau malah Onta. Sariman menyusuri ramainya jalanan kota Jogja. Bisa dilihat ramainya jalan Solo (Arah ke Janti) setelah Ambarukmo Plaza kan? Itu loh kalau akhir pekan pasti macet, apalagi kalau sempat di pertigaan KFC ada demo. Wah bisa semakin lama macetnya. Pernah sekali Sariman menggerutu melihat para mahasiswa yang malam minggu bukannya ngapel tapi malah demo.

“Bang, paling yang demo itu jomblo semua,” Kata Sariman.

“Gayamu Man. Belum tentu, Man,” Sahutku.

“Kalo nggak jomblo, nggak mungkin dia demo malam minggu, bang. Pasti cuma sampai sore,” Balas Sariman  agak menggerutu.

Benar juga kata Sariman barusan. Mungkin bisa jadi yang demo waktu malam minggu itu jomblo.

Kembali ke cerita; saking semangat tinggi dan dilumuri rasa kangen yang menggebu-gebu sama bribikan, Sariman tidak sadar kalau dia sedang buntuti polisi. Lagi-lagi Sariman harus berurusan dengan polisi.

“Selamat pagi pak,” Sapa pak polisi seraya menghormat.

“Pagi pak polisi,” Jawab Sariman santai.

Sedikit basa-basi dengan Sariman sebentar, pak polisi pun bertanya tentang kelengkapan surat kendaraan. “Bisa lihat STNK dan SIM, pak?”

“Oh bisa pak,” Sariman mengeluarkan SIM dan STNK.

“Lengkap kan, pak?” Kata Sariman dengan bangganya.

Pak polisi pun tersenyum. Ya walau mungkin agak kaget dengan wajah Sariman di SIM dan aslinya agak beda (ganteng fotonya), beliau mengiyakan.

“Semuanya lengkap, pak. Bapak tahu kesalahan bapak apa?” Tanya pak polisi.

Sariman menggelengkan kepala. Dia bingung, kenapa pak polisi malah ngasih tebakan. Kan dia lagi buru-buru.

“Kenapa helmnya tidak dipakai, pak?” Katak pak polisi seraya menjitak kepala Sariman.

Sontak Sariman tersadar. Helm motornya kali ini memang tidak dipakai di lututnya, namun hanya dicantolkan pada samping motor.

“Duh pak, aku lupa e,” Jawab Sariman agak memelas.

Antara mangkel dan bingung pak polisi pun hanya tersenyum dan menasehati Sariman. Hebatnya, kali ini Sariman tidak ditilang polisi. Hanya diceramahi sambil dijitak dua kali. Beruntunglah Sariman, nggak semua polisi kayak gitu loh.

“Silakan lanjutkan perjalanan, pak. Ingat helmnya dipakai, jangan hanya buat pajangan saja,” Kata pak polisi seraya berlalu.

Selang beberapa jam sampai kos, Sariman menceritakan semua kejadiannya pada kami. Kami pun tertawa mendengarkannya. Memang setiap hari ada saja hal yang lucu menimpa Sariman. Aku pun jadi ingat kasus Sariman waktu kami dikejar polisi. 

Nasibmu, Man. Kok yo mujur tenan koe lek.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

22 komentar :

  1. kemaren dipakai di sikut sekarang ditinggal. Man... Man..
    Itu yang ngeliput demo dan yang didemo juga pasti jomblo juga. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, latihan ikut nulis seperti kamu mas :-D

      Delete
  2. hehe sariman ini bikin penasaran bentuknya mas hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentuknya sama kayak kita kok, hnaya beda kelakuan aka :-D

      Delete
  3. Yang postingin ini jomblo atau nggak ya??? hehehe....

    ReplyDelete
  4. Hahaha bisa aja tuh yang demo kalau malem minggu yang jomblo doang hahahaha.
    Yaelah Man, mujur banget siiiiiih. Enak banget. xD

    ReplyDelete
  5. Saya kagum dengan analisis Sariman, bahwa yang demo saat malam minggu adalah jomblo. Bisa saja, jikalau demo saat malam jumat, Sariman akan berpikir bahwa yang demo adalah bujang. Salam untuk Sariman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Sariman punya fans ini, baiklah ntar aku sampein haaa

      Delete
  6. Saking kangen'a pngen ketemu pacar sampe lupa pke helm. Ada" aja sariman ini

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Target sasaran buat dijadikan pacar; lagi dalam masa penjajakan :-D

      Delete
  8. Bribikannya satu atau lebih nih, Bang? Wkwkwk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehhhmmmmm sepertinya kamu jangan tahu, dek :-D

      Delete
  9. Hahaha... Bribikan, aja-aja ada si Sariman ini, kok namanya mirip anu lho........????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anu apa... emang mirip kok *sori, Man :-D

      Delete
  10. Ternyata Sariman jeli juga ya mas, tapi justru disitulah kelebihan si Sariman. he,, he, he,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kang, pinter memanfaatkan situasi :-D

      Delete