Warung Bu Yati (Puncak Bibis), Tempatnya para Pesepeda di Bantul

Setiap pesepeda di Jogja tentu sudah mengenal salah satu warung kondang yang ada di kawasan Pakem, Warung Ijo Pakem namanya. Tak dapat dipungkiri, setiap akhir pekan warung ini layaknya sebuah magnet bagi para pesepeda. Dimulai dengan rombongan besar, kecil, maupun sendirian, mereka tetap setia untuk berkumpul dan tertegur-sapa dengan sesama pesepeda.
Peserta Kopdar Jogja Gowes #4 siap ke Bibis
Peserta Kopdar Jogja Gowes #4 siap ke Bibis
Bagi yang ada di kawasan Bantul, beberapa bulan lalu juga mempunyai tempat yang dijadikan pos berkumpul. Lokasinya di Bibis, Pajangan, Bantul. Rutenya pun tidak lebih berat daripada menuju Pakem. Hanya ada satu tanjakan yang sedikit tinggi, tepat sebelum sampai di warung. Nama warung tersebut “Warung Bu Yati – Puncak Bibis”. Aku dan pesepeda lain berkesempatan mengunjungi warung ini, tepat di depan warung sebuah reklame besar bertuliskan “Welcome Biker” menyapaku. Deretan parkir sepeda pun berjejer rapi lengkap dengan sepedanya.
Potret selama perjalanan, jalannya mulus
Potret selama perjalanan, jalannya mulus
Warung Bu Yati memang cukup stragegis bagi pesepeda yang ingin mengekslpore kawasan Pajangan, Bantul dan sekitarnya. Bisa jadi warung ini adalah titik aman pertama jika kita ingin blusukan di area Pajangan. Banyak tempat wisata yang bisa kita datangan selama di sini, salah satunya adalah Curug Banyunibo yang tidak jauh dari sini, atau mau coba Trek Bibis Enduro yang sedang getol-getolnya disusuri para pecinta sepeda. Dulu tahun 2013 pernah lewat sini sih, masih ingat kalau ke atas sana nanti bakalan bertemu dengan Pantung Semar di tepian jalan.
Suasana di lokasi Warung Bu Yati - Puncak Bibis
Suasana di lokasi Warung Bu Yati - Puncak Bibis
Suasana di lokasi Warung Bu Yati - Puncak Bibis
Aku pun mulai menapaki kaki menuju dua bilik yang ramai para pesepeda. Seraya bertegur sapa, aku memasuki salah satu bilik. Tujuanku adalah untuk mengambil makanan dan minuman. Di sini disediakan Wedang Asem, wedang yang membuatku tertarik untuk mengunjungi warung ini. Tepat diarea luar, terdapat meja yang dipenuhi makanan seperti Pisang Rebus, Ketela Rebus, dan Jagung Rebus. Makanan yang selalu menggugahku untuk menikmatinya. Lebih jauh ke dalam, terdapat gorengan, bubur, ataupun nasi. Jadi di sini kita bisa memilih sekedar menikmati camilan ataupun makan berat. Benar-benar menggiurkan makanannnya.
Makanan yang aku sukai terlihat dari sini
Makanan yang aku sukai terlihat dari sini
Makanan yang aku sukai terlihat dari sini
Selesai ikut antri mengambil makanan, aku keluar mencari tempat duduk yang strategis. Ada banyak kursi dan meja yang bisa kita gunakan untuk menikmati sarapan pagi. Jika terasa penuh, kita bisa menuju area dekat parkir sepeda untuk menikmati makanannya. Di sini, kita makan terlebih dahulu baru membayarnya. Kalau di Warung Ijo, kita mengambil makanan, membayarnya, lalu menikmati di luar. Ada baiknya tempat ini kamu datangi bagi para pesepeda yang mengunjungi kawasan Bantul, terutama di daerah Kasongan, Pajangan, dan sekitarnya. Tentu di sini kalian akan mendapatkan teman baru, rute sepeda baru, dan suasana baru. *Bersepeda ke Bibis ini bertepatan dengan Kopdar Jogja Gowes #4, pada hari Minggu, 25 Oktober 2015
Baca juga tulisan lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

24 komentar :

  1. Keren ya warung bu Yati, banyak pengunjung begitu.

    Aku juga mau gong jagung, gedang sama tela rebusnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhehe, ini menu enak kalo buat sarapan, mbak :-D

      Delete
  2. baca posting-an ini pagi-pagi, bikin lapar "ubi rebusnya" menggoda, wedang asemnya bikin "otak"cetar lagi nie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, ini belum kuposting loh wedangnya :-D

      Delete
  3. Wah kalau sudah gene,. kangen dan rindu ku yang taktertahankan akan Jogja
    Kangeeeeeeeeeeeeeeen

    ReplyDelete
  4. Warung sederhana tapi pengunjung'a rame bener
    Liat makanan berjajar gitu jadi bikin laper aja mas :D

    ReplyDelete
  5. gak kalah rame sama cafe-cafe yang biasa dipake tempat nongkrong :D

    ReplyDelete
  6. masih belum sebagus warung ijo pakem yah? lantainya masih tanah, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warungnya kecil, tapi sampingnya ada rumah besar untuk makan dan minum. Jadi kapan kita kulineran ke Pajangan? Hahahahhahh

      Delete
  7. tiap daerah punya pit stop warung sepeda ... tapi warung bu yati ini ... menunya lebih seruuu ...sesuai dengan selera saya yang tradisional ...

    ReplyDelete
  8. Keren banget nih. Besok mampir kesana sembari gowes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga menyenangkan bisa gowes ke sana :-D

      Delete
  9. yang bikin ngiler itu ayam gorengnya...jadi pengen cepet-cepet ngegowes kesana

    ReplyDelete
  10. Pas banget cape abis ngegowes sepeda, langsung disambut dengan hidangan ketela rebus..beuh mantap bikin ngiler mas asli...

    ReplyDelete
  11. aku selalu salut ama warung2 yg begini, ngizinin makanannya di makan dulu trs baru bayar... based on trust bgt ya... tp anehnya, warung yg bgini ini yg selalu laku dan bertahan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warung seperti ini tetap eksis, karena kita sendiri yang harus jujur ;-)

      Delete
  12. Jalannya aman buat road bike ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalannya bagus kok, mas. Beberapa teman waktu kopdar pakainya juga RB.

      Delete