Mampir Sebentar di Pasar Apung (Area Museum Angkot) Malang

Semenjak aku bersantai di lantai tiga Museum Angkot, beberapa kali tidak sengaja mataku memandang ke bawah. Tidak jauh di bawah sana terlihat sebuah gerbang seperti rumah adat Padang berwarna kekuningan bertuliskan Pasar Apung dengan zebra croos warna kuning pula. Aku membidik gambar tersebut di antara orang berlalu-lalang menyeberang jalannya. Jelas, Pasar Apung tersebut masih satu kawasan dengan Museum Angkot; tadi waktu aku masuk ke museum pun melalui pasar apung tersebut.
Gerbang Pasar Apung dari Museum Angkot
Gerbang Pasar Apung dari Museum Angkot
Puas rasanya mengitari Museum Angkot, rintikan hujan kembali berjatuhan. Aku dan rombongan berlarian kecil mencari tempat teduh. Tujuanku selanjutnya adalah Museum Topeng yang ada di dekat Pasar Apung. Berhubung masih gerimis, aku pun sejenak melupakan Museum Topeng. Aku asyik beristirahat di area pasar apung. Di sini ada banyak cinderamata yang dijajakan, sesekali orang yang berlalu-lalang menawar cinderamata, ketika mereka bertransaksi membayar, tidak langsung ke kios tersebut namun ke kasir yang ada di paling ujung. Setiap pembeli membawa semacam kupon yang ditujukan pada kasir, sehingga selesai membayar; baru barang tersebut diserahkan ke pembeli.

“Bayarnya di ujung sana ya, bu,” Kata penjual yang berada di salah satu stand.

Konsep Pasar Apung ini adalah deretan stand cinderamata. Lokasinya dibelah oleh sungai kecil. Aku tidak tahu ini sungai asli atau buatan, namun dengan adanya aliran air ini membelah kawasan Museum Angkot, tentu terlihat lebih bagus. Jangan khawatir, jika kalian ingin menuju stand yang ada diseberang tidak perlu menaiki sampan/perahu. Cukup berjalan meniti jembatan-jembatan kecil yang terbuat dari bambu. Jembatan ini kokoh walah harus dilewati banyak orang. Sebuah tulisan larangan membuang sampah di sungai pun terlihat jelas di berbagai sisi. Beruntungnya, salama aku di sini, tidak terlihat  ada sampah yang mengapung di sungai.
Sungai di area Pasar Apung Malang
Sungai di area Pasar Apung Malang
Sungai di area Pasar Apung Malang
Sementara itu, di setiap sisi sungai terdapat stand berbentuk perahu. Di sana dijajakan banyak makanan yang ingin kita beli. Berbagai makanan dapat kita lahap di sini, penjualnya duduk santai di atas perahu yang tertambat menunggu pembeli. Aku mengabadikan salah satu perahu yang berada tidak jauh dariku. Dalam satu perahu; mereka menjajakan tidak satu jenis makanan saja. Seperti perahu ini, mereka menjajakan; Tahu petis, Tetel Bakar, dan  Dorayaki dengan tarif sama, 8ribu/porsi.

“Ayo mas/mbak dibeli, murah kok,” Suara pedagang menyapa setiap pengunjung yang berlalu-lalang.

Selain itu, di perahu lain yang tidak ada penutup untuk berteduh, terdapat sayuran yang dijual di atas perahu. Sayuran-sayuran tersebut merupakan hasil bumi seperti Pepaya dan lainnya. Yang unik adalah, sampan-sampan tersebut tidak ada penghuninya. Hanya ada barang dagangannya saja, aku pun mencoba mencari dimana penjualnya. Namun, sampai aku beranjak dari tempat berteduh, tidak ketemukan dimana penjualnya. Bisa jadi yang jualan memantau dari kejauhan, atau sedang berteduh di tengah gerimis halus.
Para penjual jajana di Pasar Apung
Para penjual jajanan di Pasar Apung
Para penjual jajanan di Pasar Apung
Para penjual jajanan di Pasar Apung
Hujan sedikit reda, pengunjung pun kembali melanjutkan atifitasnya. Mereka berlalu-lalang ada yang masuk ke Museum Angkot, ada juga yang berjalan kelaur menuju parkiran. Aku sendiri berjalan santai melewati Pasar Apung menuju Museum Topeng. Kuperiksa tiket terusan yang ada di dalam saku, takut tiket masuk museum topeng terlupakan. Gerimis kembali sedikit kencang, aku bergegas masuk ke Museum Topeng untuk melihat koleksi di dalamnya. *Singgah di Pasar Apung Malang pada hari Minggu, 27 Desember 2015.
Baca juga perjalanan lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

46 komentar :

  1. Dimuseum angkot
    Ada angkot apa aja bang eh mas?
    Angkot 03 jurusan serpong ada engga?
    Oh pasar apung itu yg dulu pernah ada dircti yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu kalo bikin pertanyaan itu bikin susah mau jawab apa hahahaha. Entahlah :-D

      Delete
  2. desain pasir apung sangat menarik dan unik ...
    waktu saya sekeluarga kesana juga .. rame bangettt .. jadinya saya ga makan2 disini ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ramai banget, kang. Berdesakan kalo mau ke sini.

      Delete
  3. Asli keren mas Nasir, mungkin ini salah satu daya tarik utamanya kenapa museum ini selalu ramai ya mas?, beneran keren,,, masuk daftar list ini pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, bisa loh dijadikan salah satu pilihan tujuan wisata :-D

      Delete
  4. Aku juga pernah kesini tapi nggak sempat mendokumentasikan. Waktu itu aku disini beli cenil *tau makanan ini nggak mas ?
    Nah iya untuk pembayaran memang harus lewat satu kasir ya pakai kupon gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tahu banget tuh makanan hehehheh. mirip kayak Klepon toh :-D

      Delete
  5. catet dulu lah. siapa tau mau ke malang dalam waktu dekat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama teman yg kemarin ke Jogja, gal? hahahhaha

      Delete
  6. keren ya, pasarnya gak semrawut... kayak venesia haha

    ReplyDelete
  7. kalo di bandung ada namanya floating market mas, sama2 pasar apung juga.
    kapan2 klo ke malang mampir sini lah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak juga konsepnya se[erti ini, mas :-D

      Delete
  8. iya nas, saya kira juga itu sungai buatan pastinya. cuma perkiraan :v
    mantep bener daerah sana mah, ditempat sayang gak ada yang beginian euy -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heee, aku juga kurang paham aslinya. Tapi keren kok :-D

      Delete
  9. Lama nggak ngikutan perjalanannya bang Nas, udah jauh banget dari terakhir dibaca. O_O
    Ini museum angkot kirain museum yang berupa gedung yang isinya angkutan umum (mobil) di zaman dulu. ternyata angkutannya berupa kapal/sampan dan jadi tempat jualan atau dipake mengitari tempatnya. keren juga.:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bagian dari Museum Angkot, mas hehehehheh

      Delete
  10. saya pernah juga mas ke museum angkotnya, tapi ga sempet mampir ke pasar apung

    ReplyDelete
  11. kalo berbicara tentang pasar apung. sesekali kmu harus coba pasar apung di kalimantan tepatnya di lok baintan mas. itu bener bener asli tanpa bikinan hehe. bagus dan recomended buat dikunjungiiii ...

    ReplyDelete
  12. coba kalau airnya jernih pasti lebih bagus ya

    ReplyDelete
  13. Bersih, ya. Tapi diliat dari foto, sungainya keliatan sepi, ga kerasa aura suasana pasarnya :3 Emang sepi, ya? apa gara-gara hujan?

    Next time ke pasar apung beneran, dong. Yang di Kalimantan Selatan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa, ini kan hanya konsepnya sja :-D
      Mau bayarin ke sana? :-D

      Delete
  14. yuuhhhuuuu, foto-fotomu memang menggoda selera,jadi pengen ke tempat inihh, sudah lama gak main dekat sungai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaa semoga meracuni kamu, mbak biar ke sini :-D

      Delete
  15. Wah selama ini belum pernah mencoba melihat langsung pasar pasar apung tersebut.. btw ,, kalau misalnya airnya putih jernih gitu maknyuss banget ya mas :D Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo airnya bening kayaknya aku nggak bisa nahan diri buat mandi di sana :-D

      Delete
  16. sekarang lagi jaman banget buat pasar apung ya mas? ada yang pasar apung beneran diatas sungai ada juga yang buatan manusia di kolam hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kang, pintar-pintar para pengelola untuk membuat konsepnya :-D

      Delete
  17. wah asik banget yaa. :D baru tahu kalau museum angkut ini serba kumplit. :D

    ReplyDelete
  18. Enak yo mas makan disini. Ada kolam-kolamnya...suka sama suasananya. Tapi kalau pas weekend ampun deh antrinya beli tiket masuk musium.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, aku ke sini pas longweekend, jadi ngerasa bener gimana capeknya :-D

      Delete
  19. ditempatku juga ada warung apung, di atas rawa. tapi warung apung yang ini jauh lebih gede..hhe
    jadi pengen kesana

    ReplyDelete
  20. banyak sekali jajanan yang bisa kita beli di pasar apung, tempatnya juga enak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsepnya memang bagus untuk kuliner di sekitar Museum Angkot

      Delete
  21. wah belum pernah tuh ngrasain pasar apung,, keren2

    ReplyDelete