Segelas Kopi Hangat di Perbukitan Menoreh

“Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia pasti menyukai Kopi. Dalam segala situasi; Kopi menjadi teman terbaik bagi mereka yang ingin bercerita panjang semalaman, mengusir rasa dingin kala di puncak pegunungan, bermain gitar bareng teman di kos, atau kumpul santai dengan mitra di kafe. Kopi layaknya minuman yang wajib dihidangkan, ketika kita sedang terbelenggu rasa mentok tak bisa mendapatkan ide.”
Menikmati Kopi di perbukitan Menoreh, Kulon Progo
Menikmati Kopi di perbukitan Menoreh, Kulon Progo
Sebelum sampai ke Gardu Pandang Watu Tekek, kami melewati ruas jalan yang dipenuhi Kedai Kopi. Salah satu kedai Kopi yang sudah dikenal tentunya Kedai Kopi Pak Rohmat yang ada di Menoreh. Namun, sepulang dari Watu Tekek; kami tak mampir di sana. Aku iseng memilih Kedai Kopi yang bertuliskan “Warung Kopi Mbak Mar”, hanya beberapa meter saja dari tempatnya Pak Rohmat. Kedai kopi ini berada di Madigondo, Sidoharja, Samigaluh, Kulon Progo.

Motor kami arahkan ke jalan menuju warung Kopi Mbak Mar. Pagi ini cukup lengang, tak kulihat aktifitas orang dari depan rumah. Aku bergegas mengetuk pintu samping rumah. Selang berapa menit, seorang ibu keluar dari sisi kiriku; beliau menyapaku dengan ramah.

“Sudah buka bu?” Tanyaku lebih dulu.

“Sudah mas. Silakan ke dalam dan pilih kopi yang akan dipesan.”
Warung Kopi Mbak Mar di Kulon Progo
Warung Kopi Mbak Mar di Kulon Progo
Warung Kopi Mbak Mar di Kulon Progo
Kami berdua mengikuti ibu masuk ke dalam warungnya. Ini adalah kedai kopi beliau, seraya mencari jenis kopi yang ingin dipesan, aku sedikit mengorek informasi mengenai tempat ini. ibu Marwiyah, itulah nama beliau yang sehari-hari dipanggil dengan nama “Mbak Mar”. Beliau membuka warung Kopi ini pada tahun 2007. Tepat di dinding terdapat banyak foto yang dipajang, salah satu yang kukenal adalah Bupati Kulon Progo. Aku pernah bersua dengan beliau (Bupati Kulon Progo) kala mengisi seminar terbuka di Fakultas Kedokteran UGM Tahun 2015.

Sebuah kertas yang sudah dilaminating ada di depanku. Kulihat menunya, ada beberapa menu yang tersedia di sana lengkap dengan harganya. Kopi Moka Robusta, Kopi Ceng Robusta, Kopi Arabika, Kopi Jahe Menoreh, dan Kopi Luwak Robusta.
Menu Kopi di Warung Kopi Mbak Mar
Menu Kopi di Warung Kopi Mbak Mar
“Kopi Jahe Menoreh dua bu,” Ujarku ke arah Bu Mar.

“Baik mas.”

Beruntunglah, aku diperbolehkan masuk ke dalam rumah Bu Mar. Di belakang rumah sudah ada seorang perempuan lebih muda sedang menyangrai Kopi. Menggunakan alat seperti tabung, alat penyangrai (roaster) ini terbuat dari stainless. Tangan beliau memutar terus pegangan alat untuk menyangrai seraya menahan hawa panas.

“Berapa lama proses sangrai kopinya, bu?”

“Satu jam mas. Ini kerja target jadi pakainya stainless, biasanya kalau mau lebih baik pakainya periuk.”
Proses sangrai kopi di tempat mbak Mar
Proses sangrai kopi di tempat mbak Mar
Dari sini aku menjadi lebih tahu jika Kopi ini didapatkan dari kebun petani setempat. Di Kulon Progo ada banyak petani Kopi. Mereka nanti menyetorkan hasilnya ke Koperasai atau menunggu pembeli dari luar. Untuk kawasan perbukitan Menoreh, Kopi Moka menjadi kopi khasnya. Jika ingin membeli yang premium harganya mahal, sekitar 130 ribu.
Kopi Moka Menorh Kulon Progo
Kopi Moka Menorh Kulon Progo
Aku masih mengikuti Bu Mar yang memasak air untuk dua gelas Kopi Jahe Menoreh yang kami pesan. Perlu diketahui, Kopi Jahe Menoreh ini sajiannya tidak Kopi lalu dicelupkan jahe ketika sedang disajikan. Tapi jahenya sudah dijadikan satu bersamaan waktu menyangrai Kopi.

“Ukurannya jelas mas. kalau Kopinya itu 1 kg yang disangrai. Jahenya harus 3 ons, jadi tidak asal mencampurkan. Biar rasanya tetap ada dan tidak berlebihan.”

Cekatan sekali Bu Mar merancik Kopi. Aku terus berbincang selama beliau membuatkan dua gelas kopi. Seperti orang kampung semestinya, kopi yang dibuat tak menggunakan alat-alat modern. Cukup air panas, penyaring, dan Kopi. Selesai membuatkan kopi, beliau melangkah keluar. Ke arah warung/kedai tempat untuk menikmati kopi panas di sini. Hawa dingin menoreh cukup terasa ketika masih pagi, tapi kehangatan kopi kurasa bakalan mengusir rasa dingin. Yang ada hanyalah rasa sejuk dan menghirup udara yang masih bersih.
Mbak Mar sedang menyaring ampas kopi
Mbak Mar sedang menyaring ampas kopi
“Silakan diminum kopinya mas. Kalau terasa terlalu pahit, itu di toples ada gula. Gula pasir dan Gula Jawa (gula merah).”

Dua buah toples transparan ini ternyata berisi gula. Satu gula pasir, dan satunya yang berwarna lebih gelap adalah gula jawa yang digerus. Jika kalian tidak terlalu suka kopi pahit, kalian bisa menambahkan gula agar terasa lebih manis. Tapi bagi pecinta kopi, aku rasa sudah terbiasa dengan pahitnya kopi. Karena di sanalah kita bisa merasakan kopi itu sebenarnya.
Sudah siap menikmati kopi di perbukitan Menoreh
Sudah siap menikmati kopi di perbukitan Menoreh
Dua gelas kopi panas sudah di depanku, asap mengepul tanda kopi masih sangat panas. Tak apalah, aku mulai menyeruput Kopi tersebut. Kulihat raut wajah teman yang memang tak suka kopi pahit. Dia mengaku kalah, dan harus menuangkan gula agar bisa dinikmatinya. Pagi ini aku menikmati cita rasa pahitnya Kopi Menoreh. Benar-benar nikmat, suasana yang sunyi dan sejuk ditambah kopi panas. Bisa jadi akan banyak orang yang mengatakan “Nikmat mana yang kau dustakan.” Ahhh, sebuah kalimat yang sering dilontarkan orang-orang kala sedang bersyukur.

Bu Mar ikut bergabung dengan kami, beliau cerita banyak bagaimana pertama kali membangun kedai kopi sampai sekarang. Kedai kopi memang sudah lumayan banyak di perbukitan Menoreh. Suatu pangsa pasar yang menjanjikan. Di tempat yang sejuk, dan jalur menuju Puncak Suroloyo; Kedai Kopi menjadi tempat yang pas saat wisatawan ingin rehat sejenak.

“Kalau akhir pekan, biasanya pengunjung itu 20an mas,” Tutur Bu Mar.
Mari kita minum kopi
Mari kita minum kopi
Foto bareng pemilik warung kopi Bu Mar
Foto bareng pemilik warung kopi Bu Mar
Obrolan pagi ditemani kopi membuat aku betah berlama-lama di sini. Tapi kami sadar, masih ada beberapa tempat yang harus kukunjungi. Benar saja, ide itu muncul kala kopi sudah mengenai lidah. Dari sini kami akan menuju tempat yang kembali bergeliat ramainya pengunjung. Tempat yang pernah sedikit terlupakan, namun kali ini menjadi salah satu destinasi yang wajid dikunjungi bagai orang-orang yang sudah menonton film Ada Apa Dengan Cinta II. Ahhh, walau lensa kamera kit satu rusak, tak apalah; cukup ikut datang dan mengabadikan seadanya saja nanti. Oya, jika kalian berkunjung ke Puncak Suroloyo; ada baiknya menyempatkan singgah di kedai kopi perbukitan Menoreh. Selain bisa menikmati pahitnya kopi, kalian juga akan merasakan keramahan warga setempat. *Kunjungan ke Kedai Kopi Mbak Mar di Perbukitan Menoreh pada hari Jum’at; 06 Mei 2016.
Baca juga tulisan kuliner lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

29 komentar :

  1. harga kopi nya nampak manusiawi hihi. jadi pengen nyobain ikut ngopi tapi takut maag kambuh, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, kalo nggak terbiasa ngopi mending cukup menghirup baunya mas :-D

      Delete
  2. Awwww aku gak begitu suka kopi, suka lemes keringetan gemetar klo habis minum kopi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti pas ngopi kudu bedua, mas. Jadi pas gemeteran ada yang jaga *eh :-D

      Delete
  3. Replies
    1. Ayoo agendakan, aku sih manut hahhahhahaha

      Delete
  4. Replies
    1. Hallo artis papan tengah... haahhahaha
      Sekali-kali nggak sepedaan, biar merasakan nikmatnya naik kendaraan bermesin loh :-D

      Delete
  5. Namanya sendiri sudah romantis menurutku, kopi Menoreh, langsung menggambarkan asal kopinya. Dan kopi jahe nya pasti lebih sehat ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak, orang langsung bisa menebak dari mana kopi itu berasal :-D

      Delete
  6. foto pertamanya menggoda ... apalagi spot dan style warung kopinya .. keren

    ReplyDelete
  7. meski saya perempuan, skrg jd ketagihan sama yg namanya kopi, apalagi ditambah gula jawa dan es, enak dan segeer.. sayang lokasi ini jauh dari rumah saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah ngerasa aneh kalau ditambah gula Jawa, enakan yang benar-benar pahit :-D

      Delete
  8. Kedai-kedai kopi ala angkringan sekarang di Jogja juga banyak banget ya Mas..btw ini Kulon Progonya sebelah mana to tepatnya..

    ReplyDelete
  9. wah, kopi sekarang lagi terkenal yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, kalau kedai kopi emang dari dulu sudah mulai terkenal :-D

      Delete
  10. asem warung kopinya klasik, keren tempatnya juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya seru bisa menikmati kopi di sini :-D

      Delete
  11. Enak nih, apalagi kloo udara dingin atau gerimis minum kopi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu waktu yang tepat menikmati kopi itu saat pagi atau pas gerimis :-D

      Delete
  12. wah pasti seger ya mas.. minum kopi dingin" di situ heheh mantap mas... foto sama pemilik kopinya pas mantap kopinya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, menyempatkan foto bareng pemiliknya biar tambah keren :-D

      Delete
  13. Kopi Luwak Robusta 25K deh, gak kena pajak kan yah!

    ReplyDelete
  14. Aku sampe skr msh blm bisa menikmati kopi tanpa gula mas :D. Msh harus slalu pakai :p. Bukan pecinta kopi sejati yaa :D. Abisnya pernah nyoba dulu minhm kopi g pake gula, katanya hrs disesap perlahan, trs ntr bakal keluar rasa asli kopi, kdg ada prpaduan coklatnya, tp sumpah aku ga bisa ngerasain -_- .hrs pengalaman trus2an minum kopi pahit kali ya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasarannya seperti ini; minum kopi itu memang kudu perlahan-lahan, pas sudah nempel dilidah sedikit kita bisa menikmatia roma dan rasanya hehehhehe. Kalau tidak terbiasa emang susah. Tapi kita nggak pernah bisa memaksaan orang lain untuk menikmati kopi seperti yang kita lakuka :-D

      Delete
  15. pokoknya suka dengan kopi, tempat ngopi dan tulisan ttg kopi, thanks alot mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kopi adalah teman yang tepat saat kita sedang membutuhkan insipirasi :-D

      Delete