Sewaktu Pagi di Sudut Kota Jombang

Ringin Contong, Ikon Kota Jombang
Ringin Contong, Ikon Kota Jombang

Bus Jogja – Surabaya melaju kencang tanpa ada hambatan. Tidak banyak penumpangnya, kami berempat dan beberapa orang saja yang naik dari Terminal Giwangan. Untuk beberapa saat, kami habiskan malam ini di dalam bus dan turun di Terminal Jombang kala subuh.

Ini kali pertama aku naik bus ke Jombang, dulu hanya sempat lewat dan singgah. Itupun aku menaiki kendaraan pribadi. Sekitar lima jam perjalanan, akhirnya aku dan teman-teman sampai di terminal. Kami menyempatkan salat subuh di masjid yang berada di dalam area terminal, serta menunggu jemputan.

“Selamat pagi Jombang!”

Aku sudah siap bergabung dengan teman-teman blogger lain untuk menyusuri tiap sudut di kota Jombang dan sekitarnya selama dua hari. Kalau mau lihat keseruan silakan tulis dengan tagar EmejingJombang di Instagram atau Twitter.
Terminal Jombang sepi saat pagi hari
Terminal Jombang sepi saat pagi hari

*****

Dua hari akan kuhabiskan waktu di Jombang dan sekitarnya. Ini hari kedua, di mana aku dan teman-teman rombongan masih terlelap dalam mimpi. Agenda kemarin cukup melelahkan, aku masih menggeliat malas turun dari kasur kamar.

Di kasur lainnya, Duo ebret (Hanif & Aji) masih terlelap dalam mimpi. Bergegas aku salat, lalu membangunkan mereka berdua. Pagi ini rencananya kami bersembilan siap menyemarakkan Car Free Day Jombang. Jarang-jarang kami berkumpul dan ikut Car Free Day.

Pukul 06.00 WIB, delapan blogger (termasuk aku) sudah siap jalan kaki menuju Ringin Contong Jombang. Sebuah ikon kota Jombang yang harus diabadikan selama berada di tengah kota Jombang. Aku dan teman-teman berjalan kaki dari Jalan RE Martadinata – Jalan Urip – Jalan KH Wahid Hasyim. Kurang lebih sekitar 1.3 KM jalan yang kami tempuh.

Rifki yakin nggak ikut?”Celetukku melihat Rifki masih tidur.

“Rifki istirahat, nanti kan bertugas mengemudi,”Sahut lainnya.

Ya, selama dua hari di sini Rifki bertugas mengemudi. Untuk pemandu sudah jelas jatuh pada Alid. Sementara lainnya seperti aku, Aya, Mak Indah, Aqied, Tomi, dan Duo Ebret sebagai tamu undangan khusus.
Car Free Day Kota Jombang bulan Agustus 2017
Car Free Day Kota Jombang bulan Agustus 2017

Benar saja, Car Free Day Jombang di Jombang cukup meriah. Walau sesekali terlintas kendaraan bermesin yang berlalu-lalang. Tentu kami kaget kenapa ada mobil yang melintasi tempat ramai orang berjalan kaki ini. Sepertinya ada kesalahan komunikasi dari pihak-pihak yang mengurusi Car Free Day Jombang.

Tumpah ruah para warga setempat berjalan kaki menyusuri jalan KH. Wahid Hasyim. Jalan utama ini ditutup sejak pagi. Masyarakat yang antusias dengan adanya Car Free Day sudah berdatangan. Mereka memarkirkan kendaraan di ruas jalan-jalan lainnya. Car Free Day dimanfaatkan oleh mereka untuk bersantai di akhir pekan.

Jalan yang ditutup cukup panjang, sehingga para polisi harus sibuk kala pagi. Aku pernah ikut Car Free Day di Jogja, lokasinya di Jalan Sudirman. Namun jalan yang ditutup tidak seluas ini. Di Jombang, ketika jalan utama ini ditutup, untuk merekayasa lalulintas cukup sulit. Dari berbagai informasi, Car Free Day Jombang ini ada sejak tahun 2013.

Orang-orang berlalu-lalang, menikmati waktu pagi Bersama teman, keluarga, dan orang-orang terdekat. Momentum seperti ini juga dimanfaafkan anak-anak kecil main bareng. Tulisan Taman Asean terlihat jelas di tengah-tengahnya. Pun dengan beberapa tiang bendera yang berjejer. Seperti yang kulihat, ada beberapa anak kecil sedang menikmati akhir pekan dengan sepedaan.
Anak-anak menaiki sepeda
Anak-anak menaiki sepeda

Empat anak kecil sedang asyik bermain sepeda. Mereka mengubah stang sepeda dengan terbalik. Tentu bagi kalian dulu sempat menggandrungi sepeda pernah melakukan hal seperti ini. Tanpa ada rem, sepeda dicat sesuka hati, dan pastinya dibuat mirip dengan model motor balap. Entah apa yang mereka tatap sewaktu kuabadikan. Seingatku, mereka ini berada di area Ringin Contong.

Langkah kami menuju Ringin Contong yang berada tepat di tengah-tengah jalan. Ringin Contong adalah Menara beringin yang berada tempat di marka jalan dan menjadi ikon Kota Jombang. Banyak para pelancong yang singgah ke Jombang menyempatkan foto di sini. Ringin Contong dikelilingi taman, banyak anak-anak yang duduk santai di tiap sudutnya.
Foto keluarga di depan Ringin Contong/ Dok. Alid Abdul
Foto keluarga di depan Ringin Contong/ Dok. Alid Abdul

Kami turut mengabadikan foto bersama di sini. Berbaur dengan keramaian warga yang menyambut minggu pagi. Jalan kaki berlanjut menyusuri jalan yang lumayan sepi. Kali ini kami menyusuri jalan Prof. Buya Hamka, di sini tiap lahan kosong beralih fungsi menjadi tempat pakir kendaraan.

“Penting kita jalan.”

Di sini pula kami sempat berhenti dan mencicipi Tahuwa. Aneh rasanya karena ini kali pertama aku tahu ada kuliner namanya Tahuwa. Gantian dengan teman lainnya, aku mencicipi kuliner ini. Rasanya seperti Wedang Ronde, namun bahannya dari Tahu. Penjualnya seorang bapak yang membawa sepeda.


Di Jogja, nyatanya ada yang berjualan Tahuwa. Aku mendapatkan informasi ini dari Ardian. Dia mengatakan kalau di Jogja ada yang berjualan Tahuwa. Di Jogja banyak yang menyebutnya dengan nama Wedang Tahu.
Semangkuk kuliner Tahuwa
Semangkuk kuliner Tahuwa/ Dok. cewealpukat

Itulah yang terlontar dari lisan pemandu gratisan kala kami tanya ingin ke mana. Sepanjang perjalanan balik ke hotel, aku melihat ada banyak mural yang terukir dijejeran tembok. Sesekali aku mengabadikan. Tepat di gang kampung tengah kota yang tidak jauh dari hotel, aku melihat jejeran mural seperti Gus Dur, Cak Nun, dan lainnya. Kami tertarik berfoto di sini.

Jalanan di gang ini cukup padat, terlebih adanya rekayasa lalulintas. Tiap pertigaan dijaga polisi, membuat kendaraan bermesin harus mencari jalan alternatif. Salah satu yang terkena imbasnya adalah gang kampung ini. Cukup sabar aku dan teman-teman menunggu kepadatan kendaraan mengurai.
Foto di deretan mural di salah satu gang
Foto di deretan mural di salah satu gang/ Dok. Alid Abdul

Berkat bantuan tiga pemuda yang numpang lewat juga di sini, akhirnya kami bisa foto bareng. Seperti inilah foto kami berdelapan, minus Rifki yang masih istirahat di kamar. Kompak bukan? Katanya kalau nggak kompak bakalan nggak diundang lagi sama calon bupati Jombang.

Usai menikmati sudut jalan di kota Jombang, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi lain yang sudah tertulis diagenda. Dua tempat yang pasti akan kami kunjungi adalah Gereja Kristen Jawi Wetan Mojowarno dan Air Terjun Tritis. Sepertinya aku sudah siap untuk melanjutkan perjalanan hari ini. Selamat pagi Jombang, Kota Beriman!
*Kunjungan ke Kota Jombang dan sekitarnya pada hari Sabtu – Minggu; 19-20 Agustus 2017
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

34 komentar :

  1. wahhhh yang ikutan rame banget ya apalagi yang dijalan jalan itu :D,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Car Free Day memang ramai mas. Banyak masyarakat yang datang dan menikmati suasana kota kala pagi.

      Delete
  2. Nanti gantian #WonderpulKemujan hahaha

    ReplyDelete
  3. Halo Karimun!!! Saya dari Kecamatan Mayong. Sama-sama Jeparanya.

    Saya kok gak pernah ikut car free day, entah itu di Jepara atau di kudus. Cuma kelihatan asik, bisa car free day di kota orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas,
      Wah Mayong salah satu tempat yang pengen kukunjungi, Sreni, bekas stasiun kereta api dan banyak lokasi lainnya yang sedang dalam rencana kujadwalkan.

      Delete
  4. Menghabiskan waktu bersama teman-teman itu memang seru banget, ya! Ditunggu cerita selanjutnya ya Mas. Tentang Jombang, saya pun hanya sebatas lewat. Pernah dua kali singgah di kotanya, namun tak lama, tak sempat eksplorasi. Boro-boro ikut CFD, berfoto di Ringin Contong pun belum pernah, fix banget ini memang harus ke sana lagi, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke sini bisa ngabari Mas Alid mas. Dia bisa jadi pemandu yang jos hahahahahah

      Delete
  5. wah wedang tahu, belum pernah nyobain

    Di mataram lombok, Car Free Day nya sih lancar
    tapi habis bubaran CFD, jalanan jadi penuh sampah bungkus makanan , heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak loh mas
      Semoga pihak yang terkait bisa mendapatkan solusi untuk itu mas.

      Delete
  6. Oalah tahuwa itu kembang tahu? Akhir-akhir ini baru agak menjamur di Jogja... Tapi rasanya mesti beda yaaa meskipun sejenis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang kuper kayaknya. Belum pernah liat hahahahahah

      Delete
  7. tinggal dan atau bisa jalan-jalan ke kota besar khususnya kota Jombang emang mengasikkan ya, bisa ikutan car free day yang pasti selalu ada disetiap kota....orang desa kaya saya mah, car free day nya setiap hari ada sih....#ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih menyenangkan di desa kang. Udara masih bersih, ngobrol dengan warga sekitar, dan tentunya jalan lengang tiap hari :-D

      Delete
  8. Ya ampun duo ebret! hahaha, hayo kalian semua yang mukanya nampang di foto2 di atas, tak tantangin main ke Palembang. Khusus buat Rifqy, tenang, ntar gak jadi sopir. Aku yang nyetir gakpapa, asal pulang2 semuanya gantian pijet aja hahaha.

    Omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehehe, doakan om. Saya akan sampaikan ini pada duo ebret sebagai pihak yang memberi sponsor ahhahahaha

      Delete
  9. Saya belum pernah main ke kota jombang.. Mang admin kapan yah bisa ajak saya jalan jalan ke jombang, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah hahahahaha
      Main sendiri mas. Ini juga dalam rangka main sendiri loh :-D

      Delete
  10. Yen Solo nyebut Tahuwa atau KembangTahu pake nama Tahok... jadi dulu sebelum Jakarta punya gubernur nama mirip-mirip, Solo udah demen makan Tahok hahaha. Sitam mesti main ke Pasar Gede, nko tak traktir Tahok. Jo khawatir, nti bikin hestek yang nggak kalah cetar buat Solo. Buahahhaa. Okesip? ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini ada banyak nama untuk satu kuliner. Kudu nyari di Jogja dan mengulasnya kalau sempat :-D

      Delete
    2. Tawaran ini berlaku juga gak kalo aku yg ke Solo?

      Delete
    3. Nggak berlaku kayaknya. Hanya untuk saya buahahhahahah

      Delete
  11. Wah asyik dan ramai juga ya Mas Kota Jombang. Wuih tahuwa sepertinya enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penting seru mas, kumpul sama teman-teman hahahahha

      Delete
  12. Serunya memang ramai-ramai yaaa, kalo ngetrip...asyik ya car free day Jombang..ditunggu ceritanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa
      Pastinya kalau rame-rame lebih irit diongkos mbak :-D

      Delete
  13. Ah pagiku di hari kedua diisi dengan tidur demi kembalinya suara prima hahaha. Tapi seru banget kemarin di Jombang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nantikan kejutan lain di kota yang berbeda :-D

      Delete
  14. Seruuuuu banget kemarin. Terima kasih teman teman #EmejingJombang. Kapan kita ke mana lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lagi nyusun rencana ke tempat lain hahahahhaha

      Delete
  15. belum pernah saya ke Jombang ... mudah2-an dengan datangnya blogger2 kesini daerah2 menarik di jombang semakin terexplore dan terexpose

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Jombang sekalian ke Mojokerto kang, nyusur Trowulan. :-D

      Delete