Mengenal Pesawat TNI-AU di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta - Nasirullah Sitam

Mengenal Pesawat TNI-AU di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta

Share This
Pesawat di ruang Alutsista Museum Dirgantara, Yogyakarta
Pesawat di ruang Alutsista Museum Dirgantara, Yogyakarta
Waktu kecil, aku pernah berlari layaknya anak gila tatkala telinga ini mendengar raungan suara pesawat yang terbang di atas pulau Karimunjawa. Ya, masa kecilku memang seperti itu. Sebuah kenangan yang melekat dalam hati. Akhirnya, beberapa menjelang puasa, aku mempunyai rencana untuk keliling Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. 

Gayung pun bersambut, teman-teman pesepeda atas nama “Gowes Jogja” ada acara mengunjungi Museum Dirgantara. Aku langsung menyatakan untuk ikut ke sana. Ditemani sepeda Polygon Monarch 1.0, aku mengayuh pedal ke titik kumpul di Tugu. 

Kemudian mengayuh pedal menyusuri kota Jogja menuju lokasi. Portal dibuka oleh petugas jaga. Aku menyusuri jalan kecil yang lengang, memasuki Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta. 
Memasuki kawasan Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta
 Memasuki kawasan Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta

Jalan ini mengarahkan aku menuju Museum. Sebelum sampai museum sudah terdapat replika pesawat di sekitar sini. Aku pun antusias melihat lingkungan taman yang dipenuhi dengan pesawat. Serasa pesawat tersebut menyapaku dengan gagahnya.

Pemandangan ini membuatku girang, dan malah bingung akan mengabadikan yang mana. Semuanya indah, setiap lekuk pesawat serasa ingin aku abadikan. Bergegas aku mengambil kamera poket yang sudah aku bawa untuk mengabadikan hampir semuanya. Layaknya anak kecil yang kalap di sebuah taman yang dipenuhi pesawat, aku menyusuri setiap tapakan dengan sesekali membidik sasaran
Pesawat di museum dirgantara Yogyakarta
Pesawat di museum dirgantara Yogyakarta
Pesawat di museum dirgantara Yogyakarta
Puas rasanya melihat taman di depan, aku pun mengikuti arahan petugas untuk memasuki ke dalam museum. Alhamdulillah, untuk masuk kali ini setiap orang tidak ditarik retribusi. *terima kasih pak atas kebaikannya. Gedung yang terpampang tulisan “Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala” tepat di depanku. 

Aku memasuki pintu tersebut. Di sebelah kiriku terdapat sebuah monitor yang menampilkan setiap sudut ruangan. Ruangan ini cukup luas seperti aula. Di dalamnya terdapat banyak foto yang difigura, terdapat barisan foto yang bertuliskan “Kepala Staf TNI Angkatan Udara”.
Ruang utama di museum
Ruang utama di museum
Ruang utama di museum
Puas melihat ruangan ini, aku mengikuti jalur yang mengarahku untuk belok kiri. Tepat di ujung sana ada sebuah pesawat kecil yang terparkir. Pesawat kecil dengan ekor berwarna kuning serta baling-baling berkombinasi antara merah dan putih ini tepat di hadapanku. 

Kubaca tulisan yang menerangkan perihal pesawat ini. Aku terkejut waktu membacanya. WEL – I RI – X sebuah singkatan dari Wiweko Experimental Lightplane merupakan pesawat motor pertama yang dibuat oleh bangsa Indonesia pada tahun 1948.
Pesawat Motor  WEL – I RI – X
Pesawat Motor  WEL – I RI – X 
Tidak mau ketinggalan rombongan, aku masuk ke ruang selanjutnya. Ruangan “Ruang Pahlawan dan Seragam TNI-AU”. Di sini macam-macam seragam terpajang di dalam lemari-lemari kaca. Ada lebih dari 15 macam seragam lengkap dengan keterangannya. Di sini pun ada foto dari Adisucipto.

Lagi-lagi aku harus meninggalkan ruangan tersebut untuk masuk ke ruangan selanjutnya. Kaki ini melangkah menuju “Ruang Koleksi Kasau dan Kotama”. Di sini pun banyak koleksi yang terpajang. Ada juga barisan foto yang berjejer rapi di tembok. Mataku terjurus pada sebuah galeri yang memajang senjata api lengkap dengan pelurunya.
Ruang seragam dan pahlawan di museum
Ruang seragam dan pahlawan di museum
Ruang Koleksi Kasau dan Kotama
Ruang Koleksi Kasau dan Kotama
Mungkin ruangan yang selanjutnya ini paling banyak aku foto, namanya “Ruang Alutsista”. Di ruangan terpanjang ini ada banyak berjejeran pesawat. Menurut petugasnya, lebih dari 30 pesawat ada di sini. Seperti sebuah tempat parkiran, berjejeran pesawat TNI-AU berbagai jenis tersusun rapi. 

Bangunan ini pun dulunya adalah sebuah pabrik gula. Seperti itulah keterangan petugas yang mengantar kami untuk berkeliling. Aku masih terpaku di ruangan ini untuk mengabadikan banyak objek yang membuat silau mata untuk diabadikan sebelum menyesal.
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Ruang Alutsista
Belum puas sebenarnya di ruangan ini, tapi aku harus menuju “Ruang Diorama”. Sebuah ruangan yang terisi oleh ilustrasi kejadian-kejadian masa lalu dibentuk dengan patung-patung kecil dan sebuah kaca melengkung. 

Di sini pun ada ruangan yang digunakan untuk Simulator Pesawat P-51 Mustang dan juga dipajang replika Palapa A, Palapa B, dan lainnya. Khayalan ini melambung jauh, menciptakan sebuah adegan bagaimana seseorang sibuk di ruangan simulator.
Ruang Simulator pesawat
Ruang Simulator pesawat
Ruang Simulator pesawat

Akhirnya aku berjalan menuju tulisan “EXIT” untuk menuju ruangan sebelum keluar. Di sini ada lukisan besar yang menggambarkan puluhan jenis pesawat dan helikopter. Ada juga pajangan koleksi buku yang semuanya adalah terbitan dari TNI-AU. Selain itu, di dekat pintu keluar terdapat semacam kios yang berisikan dengan souvenir. Kita bisa memilih-milih jenis souvenir yang ingin kita beli.
Koleksi buku terbitan TNI AU
Koleksi buku terbitan TNI AU
Lukisan besar terpajang di tembok
Lukisan besar terpajang di tembok

Souvenir yang dapat dibeli
Aku pun akhirnya keluar dari museum, namum tadi saat di dalam , aku sempat mengabadikan diri dulu tepatnya di Ruang Alutsista. Dengan setelan 10 detik, aku mengabadikan diri seadanya. Ya, sebuah bukti aku pernah ke museum ini. sebuah perjalanan menyusuri sepanjang museum yang singkat, namun banyak informasi dan pelajaran yang aku dapatkan.
Foto di depan pesawat
Foto di depan pesawat
Museum adalah tempat yang seharusnya kita kunjungi. Dari sana, kita bisa menggali banyak informasi secara detail. Mencari tahu tentang informasi dari tempat dan orang-orang yang benar-benar paham. Sudah selayaknya kita ikut mencintai museum, seperti slogan-slogan yang ada pada museum “Museum di Hatiku”. Mari kita budayakan untuk mengunjungi museum jika sedang berada di kota manapun. *Minggu; 8 Juli 2015.

Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala

Setiap hari pukul 08.00 - 15.00 WIB
HTM: antara 2K-4K
Alamat: Komplek Pangkalan Udara Adisucipto Yogyakarta
Telp. (0274) 484453
Email: dirgantaramandala@gmail.com

12 komentar:

  1. Itu Kepala Staf TNI Angkatan Udara apa Hokage dari konoha mas? hahaha :D

    BalasHapus
  2. wah ternyata ada juga pesawat pertama yang dibuat oleh orang indonesia ? Dan sekarang pun masih ada kapalnya :)

    BalasHapus
  3. hmm iya nih harus berkunjung ke museum

    BalasHapus
  4. tahun kemaren saya sempat nih ke museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta

    BalasHapus
  5. Asiknya bisa lihat aneka ragam pesawat..foto fotonya juga bagus..:) Beli souvenirnya gak..?hehehe

    BalasHapus
  6. Saya waktu ke jogja kok ga ada kesana ya,, malah ke merbabu.., dingin2,, petik salak terus makan sego kucing,,
    Coba ke museum, pasti tambah cerdas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhe, kan bisa diagendakan kalau ke Jogja lagi

      Hapus
  7. apakah di museum tersebut jual buku2 juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti coba saya tanyakan lagi terkait buku yang dipajang. Apakah dijual atau tidak. Kalau souvenirnya dijual. Entah bukunya

      Hapus

Pages