Menyusuri Keindahan Taman Nasional Baluran dengan Kendaraan Trooper - Nasirullah Sitam

Menyusuri Keindahan Taman Nasional Baluran dengan Kendaraan Trooper

Share This
Taman Nasional Baluran
Salah satu destinasi yang terakhir kami kunjungi ketika menyambangi Banyuwangi tentunya Taman Nasional Baluran. Meski banyak orang mengenalnya di Banyuwangi, sebenarnya Taman Nasional Baluran letaknya di Kabupaten Situbondo.

Aku memanfaatkan perjalanan menuju lokasi dengan tidur. Sengaja menyimpan tenaga, karena nanti lumayan lama di Taman Nasional Baluran. Dari agenda yang sudah kudapatkan, kegiatan selama di Taman Nasional Baluran adalah menikmati pemandangan sembari naik kendaraan Trooper.

Memasuki area pintu masuk Taman Nasional Baluran, sudah banyak kendaraan yang terparkir. Pun dengan Trooper-Trooper yang siap mengantarkan kami menjelajah Taman Nasional Baluran. Aku menunggu arahan dari tim sembari mencari personil yang satu kendaraan.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pemilik Trooper memberikan beberapa informasi tentang Taman Nasional Baluran. Beliau menekankan bahwa waktu kunjung ke Taman Nasional Baluran yang masih sore ini tentu tidak banyak satwa terlihat.
Menyusuri Baluran dengan Trooper
Menyusuri Baluran dengan Trooper
“Satwa cenderung terlihat menjelang petang. Kalau sore seperti ini jarang ada satwa. Paling monyet dan burung,” ujar pemilik Trooper.

Aku sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut. bagiku, berkunjung dan menyusuri Taman Nasional Baluran sudah merupakan hal menyenangkan. Kalaupun ada satwa yang melintas, itu artinya keberuntungan kami. Fokus kami hanya ingin menikmati keseruan melintasi jalur di Taman Nasional Baluran.

Iringan Trooper berhenti di salah satu spot foto. Ini adalah Savana Bekol, salah satu spot yang banyak wisatawan sambangi untuk sekadar mengabadikan. Rombongan yang bersamaku antusias ingin berfoto. Aku lebih banyak memotret lanskap dengan lensa kit untuk sekadar mendokumentasikan.

Bentangan alam yang kering layaknya hutan tropis pada umumnya menjadi magnet tersendiri. Beberapa pohon tinggi terlihat mencolok di tengah hamparan savana. Pohon-pohon tersebut yang terlihat menjadi ikon para wisatawan untuk berfoto.
Pohon Akasia di Taman Nasional Baluran
Pohon Akasia di Taman Nasional Baluran
Pohon tersebut merupakan jenis Akasia, atau disebut Akasia Berduri. Tanaman ini rindang dan cukup tinggi, sehingga mencolok di tengah bentangan savana yang luas. Bahkan, salah satu pohon Akasia tersebut dijuluki “Pohon Raisa”, karena Raisa sempat berfoto dengan latar pohon tersebut.

Selain jenis pohon Akasia, di Taman Nasional Baluran ini juga terdapat beberapa pohon seperti Lontar, Widoro Bukol, Kesambi, serta beberapa pohon yang lainnya. Sembari menunggu rombongan naik Trooper, aku memotret beberapa monyet yang mendekat.

Monyet-monyet di Taman Nasional Baluran biasanya mendekat karena kadang ada oknum wisatawan yang memberikan makanan. Padahal, secara aturan ada larangan untuk tidak memberikan makanan kepada satwa di Taman Nasional Baluran.
Taman Nasional Baluran menjelang sore
Taman Nasional Baluran menjelang sore
Waktu masih cukup terik, Trooper yang kami naiki menuju pantai Bama. Beberapa kali berhenti di spot-spot foto. Menjelang sore, beberapa satwa liar yang lainnya mulai terlihat. Sesekali kami melihat burung Merak sedang melintas.

Tidak hanya rombongan kami, rombongan wisatawan yang lainnya pun cukup ramai. Kadang, kami saling menyapa karena di beberapa ruas jalur, wisatawan naik di atas trooper agar lebih leluasa melihat pemandangan Taman Nasional Baluran.

Status Taman Nasional Baluran didapatkan pada tahun 1897. Sebelumnya, Baluran merupakan kawasan Suaka Margasatwa. Kawasan Taman Nasional Baluran lebih dari 29.000 hektare dan dikelola oleh Balai Taman Nasional Baluran. Lebih dari 40 persen didominasi sabana.

Trooper yang kami naiki jalan pelan, matahari masih terasa terik meski sudah pukul 16.00 WIB. Sepanjang perjalanan, aku memotret lanskap Taman Nasional Baluran untuk keperluan pribadi. Terkadang mengabadikan burung Merak yang melintas ataupun Monyet bergelantungan.
Sekumpulan satwa liar di Taman Nasional Baluran
Sekumpulan satwa liar di Taman Nasional Baluran
Dari kejauhan, sekumpulan satwa liar sedang beriringan jalan. Jika tidak salah tebak, mungkin satwa tersebut adalah Kerbau liar. Satwa tersebut berkumpul di area yang berlumpur. Ada banyak satwa lainnya di Taman Nasional Baluran, namun tidak mesti terlihat setiap hari di jalur para wisatawan.

Satwa-satwa tersebut seperti Banteng Jawa, Rusa Timor, maupun Elang. Satwa tersebut jarang terlihat. Berbeda halnya dengan Kera ekor panjang, maupun Merak hijau yang cukup mudah terlihat hampir di setiap ruas jalan Baluran.

Sepanjang perjalanan, kami berhenti di beberapa spot foto. Bahkan harus bersabar di salah satu tempat yang menjadi spot foto andalan di Taman Nasional Baluran. Menjelang petang, masih cukup ramai wisatawan yang bersantai menikmati waktu sore hari.

Di Taman Nasional Baluran, spot-spot andalan berfoto cukup banyak. Salah satu yang paling sering dijadikan spot foto adalah spot tengkorak. Kita bisa mengabadikan diri dengan latar belakang jejeran tengkorak kepala kerbau liar ataupun banteng.
Salah satu spot foto di Taman Nasional Baluran
Salah satu spot foto di Taman Nasional Baluran
Perjalanan kami lanjutkan ke pantai Bama. Salah satu pantai yang pastinya disambangi para wisatawan ketika mereka berkunjung ke Taman Nasional Baluran. Menyenangkan menyusuri jalur di Taman Nasional Baluran menggunakan kendaraan trooper.

Sebagai informasi saja, berkunjung ke Taman Nasional Baluran tujuan kita adalah menikmati pemandangan lanskapnya. Ketika nanti bertemu dengan satwa liar kala sore ataupun pagi hari, hal itu merupakan bonus sekaligus keberuntungan kita.

Sehingga, jangan pernah merasa rugi jika berkunjung ke Taman Nasional Baluran tanpa melihat satwa liar yang melintas. Jika kalian suka fotografi, kawasan Taman Nasional Baluran bisa menjadi spot foto yang menarik. Terlebih jika kalian membawa lensa tele, sehingga memungkinkan untuk memotret satwa liar dari jarak jauh.

Aku sendiri cukup menggunakan lensa kit, karena memang tujuanku hanya ingin memotret lanskap di Taman Nasional Baluran. Menurutku, ketika berkunjung ke destinasi ini memang paling nyaman menggunakan trooper. Kita bisa menikmati sepanjang perjalanan. *Baluran; 27 September 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages