Mengajak Sikecil Berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka - Nasirullah Sitam

Mengajak Sikecil Berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka

Share This
Mengajak sikecil ke Kebun Binatang Gembira Loka
Salah satu yang kami agendakan ketika mengajak sikecil tinggal di Jogja adalah berkunjung ke kebun binatang. Sikecil sering melihat gambar beberapa hewan di buku bacaan, tapi belum pernah melihat secara langsung. Salah satu yang dihafal adalah gajah dan jerapah.

Selepas menginap di Assa Hotel Semarang, paginya kami menuju Jogja menaiki travel. Sepekan di Jogja, kami merealisasikan sikecil untuk melihat hewan di kebun binatang secara langsung. Sabtu pagi, kami langsung menuju Gembira Loka yang lokasinya dekat dari kosan.

“Dua orang dewasa, sama satu anak kecil,” terangku saat di loket sembari menginformasikan umur sikecil.

“Untuk anak masih gratis,” jawab petugas di loket.

Di akhir pekan, harga tiket 75.000 rupiah perorang. Aku membayar melalui QRIS, lantas menerima tiket dari petugas. Beliau juga menginformasikan setiap pengunjung bisa memanfaatkan kereta mini yang ada di kebun binatang.
Sikecil antusias melihat hewan di Kebun Binatang Gembira Loka
Sikecil antusias melihat hewan di Kebun Binatang Gembira Loka
Usai menerima tiket, kami diarahkan menuju pintu masuk. Sudah ada petugas yang menjaga, lantas mengecek tiket kami untuk ditempelkan. Kami beranjak menuju area pertama yang dihuni hewan ternak seperti ayam dan sapi.

Di depannya terdapat semacam kolam ikan yang juga bisa melakukan aktivitas terapi ikan. Sikecil antusias, beberapa kali dia melihat berbagai jenis ayam dan hewan ternak yang lainnya. Aku menggandeng, sesekali mengabadikan sewaktu bersama istri.

Kunjungan ke Gembira Loka ini kedua kalinya bagiku, pun juga bagi istri. Kunjungan pertamaku saat Gembira Loka mempunyai fasilitas naik sepeda di area kebun binatang. Waktu itu aku mendapatkan undangan untuk menjajal jalur sepeda di Gembira Loka.

Sementara bagi istri, ini adalah nostalgia waktu kecil. Katanya, ketika masih SD, dia pernah piknik ke Jogja dan sekitarnya. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah kebun binatang Gembira Loka. Kami menyusuri jalur yang sudah disediakan.
Berkeliling sambil momong sikecil
Berkeliling sambil momong sikecil
“Itu namanya kuda poni,” celetukku pada sikecil.

Lokasi kuda poni ada di area Petting Zoo. Di sini sebenarnya diperbolehkan berinteraksi dengan satwa. Tidak hanya kuda poni, ada juga kelinci, ayam, kambing, kura-kura, dan yang lainnya. Perlu diingat, tetap membaca aturan di setiap satwa.

Di kebun binatang Gembira Loka memang sudah ada jalurnya. Kami menuju bagian bawah, nantinya bisa menjelajah setiap zona di kebun binatang menggunakan kereta mini. Kami menuju halte kereta mini, rutenya searah dengan jarum jam.

Setiap 10-15 menit, sudah ada kereta mini yang melintas. Pengunjung kebun binatang Gembira Loka bisa naik maupun turun di halte yang tersedia. Petugas nantinya menyampaikan zona-zona yang dilintasi sebelum pengunjung turun.
Melihat gajah di Kebun Binatang Gembira Loka
Melihat gajah di Kebun Binatang Gembira Loka
Kami turun di halte dekat area ikan. Di kebun binatang Gembira Loka terdapat satu bangunan yang dipenuhi dengan berbagai jenis ikan dalam akuarium. Sikecil kuajak menjelajah, kami juga sering mengajaknya berbincang serta mengenalkan satwa yang dilihat.

“Kita lanjut lihat Gajah ya?” ajakku sambil menggendong sikecil.

Gajah, Tapir, dan yang lainnya dalam satu area itu merupakan Zona Mamalia. Terlihat beberapa Gajah Sumatera sedang bersantai. Lokasinya terbuka, sehingga kita bisa dengan leluasa melihat aktivitas binatang tersebut.

Tidak jauh dari area Gajah, terlihat orang utan yang sedang menerima makanan dari petugas. Kami terhibur dengan aksi orang utan tersebut. petugas melemparkan beberapa buah, orang utan dengan sigap menangkap, lantas menyantap sembari duduk di tempat yang sudah disediakan.
Melintasi zona yang ada Pinguin di Kebun Binatang Gembira Loka
Melintasi zona yang ada Pinguin di Kebun Binatang Gembira Loka
Perjalanan kami lanjutkan ke zona burung. Burung-burung ini ada ada yang di tempat terbuka maupun dalam sangkar besar. Untuk burung seperti Elang Jawa dan yang lainnya sudah dipisahkan dalam kandang besar.

Aku dan istri terus mengedukasi sikecil dengan menyebutkan nama-nama hewan tersebut. harapannya, dia paham dengan apa yang sedang dilihat. Sesekalii, sikecil turut merespon sembari berceloteh ceria karena senang dengan apa yang dilihatnya.

Kami masih mengikuti jalur dengan jalan kaki. Melintasi area Beruang Madu yang tempatnya terbuka, lantas melihat Kucing Bakau di area tertutup. Sebelumnya, kami melihat Pinguin sedang berenang. Sikecil ceria melihat aksi Pinguin yang berenang.

Sayangnya, Zona Cakar masih dalam proses pembangunan, sehingga tidak bisa dilintasi. Kami terpaksa tidak bisa melihat satwa yang ada di Zona Cakar lainnya. Perjalanan lebih satu jam, kami putuskan untuk menaiki kereta mini.
Sebelum area Zona Cakar di Kebun Binatang Gembira Loka
Sebelum area Zona Cakar di Kebun Binatang Gembira Loka
Sebenarnya ada Zona Reptil, tapi tidak kami lintasi. Kami sengaja langsung menuju halte terdekat dengan pintu keluar. Sikecil sudah cukup melihat berbagai satwa yang ada di kebun binatang Gembira Loka. Kami bersantai menunggu kereta mini melintas.

Sebenarnya ada wahana kapal katamaram “dugong”, tapi kami memang tidak menaiki kapal terssebut dengan pertimbangan sikecil. Sepanjang perjalanan kami terus ajak berbincang, merespon berbagai celotehannya, dan tentunya mengabadikan beberapa foto kala melihat satwa.

Waktunya pulang, kami menuju toko emas terlebih dahulu, karena baru sadar bahwa salah satu anting-anting sikecil hilang. Entah hilang di kos ataupun di perjalanan. Perjalanan untuk sikecil masih panjang, karena pekan depan ada rencana mengajak sikecil mudik ke Karimunjawa. *Yogyakarta; Sabtu, 14 Maret 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages