Akhir tahun 2025, sebuah mimpi membangun rumah impian akhirnya terwujud. Sebuah perjalanan panjang sejak beberapa tahun untuk merealisasikan. Sedikit demi sedikit, kami terus berprogres. Hingga akhirnya saat ini sudah hampir selesai, meski tetap masih ada kekurangan.
Aku melihat tiap sudut ruangan di rumah. Berawal dari coretan sederhana istri yang membuat konsep rumah, peletakan kamar, hingga beberapa ruangan yang istri inginkan dibangun secara spesifik. Kala itu, kami sudah memantapkan hati dalam membangun rumah sesuai dengan impian istri.
Tepat di hari pertama bulan Maret 2023, pembangunan rumah dirintis. Aku yang lebih banyak di Jogja menyerahkan sepenuhnya manajemen keuangan pada istri. Istri layaknya mandor, dia memberikan intruksi pada tukang, ia juga mempunyai tugas menyediakan jajanan.
Diskusi dengan orang rumah, kami sudah menyepakati luas rumah yang hendak dibangun. Istri sudah sering meminta pendapat pada salah satu tukang kepercayaan, karena memang masih saudara. Kami mengikuti arahan beliau, lantas mencoba merealisasikan.
![]() |
| Teras rumah ketika baru jadi |
“Aku inginnya ada ruangan terbuka di sisi timur. Dibuat dengan pintu geser (sledingan),” terang istri kala itu.
Kami mencari berbagai desain ruangan yang dimaksudi istri, ketika sudah dapat, kami langsung mencari toko bangunan yang bisa menyanggupi sesuai harapan. Tak hanya istri, aku juga meminta satu ruangan khusus untuk musala. Kami sudah menyepakati.
Tiap progress pembangunan, istri selalu mengirimkan melalui chat. Hingga akhirnya rumah sudah terlihat fasadnya. Istri berkomunikasi dengan toko bangunan untuk membuatkan talang cor agar air hujan mengalir pada beberapa area.
Pembangunan rumah tidak sekali selesai. Pada tahap awal, kami fokus pada kamar utama dan ruang sleding kaca. Belum ada baluran semen, semuanya bata masih terlihat jelas. hanya kamar utama dan ruang sledingan yang sudah selesai.
Kami memutuskan untuk menempati terlebih dahulu. Seperti yang orangtua bilang, membangun rumah itu membutuhkan dana besar. Sebanyak apapun dana kita, pasti habis untuk membangun rumah, terlebih lengkap dengan isiannya.
“Ya namanya manusia, membangun memang sedikit demi sedikit, kamu juga harus menyimpan tabungan untuk keperluan yang lainnya,” wejang almarhum emak ketika aku sampaikan bahwa sudah membangun rumah di tempat istri.
![]() |
| Sudut ruangan baca di rumah |
Perjalanan panjang dan berliku, pada akhirnya di bulan September 2024, kami sudah menempati rumah sendiri dengan apa adanya. Bangunan kokoh menjulang tinggi terlihat gagah dari depan. Aku sendiri tidak menyangka rumah bakal seperti ini bentuknya.
Kami fokus untuk yang lainnya kala itu. Menyiapkan dana untuk lahiran sikecil. Sehingga pembangunan rumah untuk sementara waktu kami tahan. Ketika sikecil sudah lahir, kembali ada rezeki, kami mulai menuntaskan sebagian besar bangunan.
Di tahun 2025, semua tembok sudah tertutup rapi dengan cat putih. Pilar bagian depan sudah terpasang, keramik untuk seluruh ruangan juga sudah kami pasang. Plafon hanya kurang ruang sleding dan satu kamar di sampingnya. Di belakang, awalnya tanah, untuk sementara kami plester kasar.
Berbarengan dengan renovasi rumah, istri menambahkan detail profil rumah agar lebih indah. Mulai dari bingkai pada jendela, lantas pilar-pilar rumah di depan, profilannya dipilih dengan detail, serta lampu kamar, ruang tamu, ruang tengah, maupun teras.
Salah satu yang istri idamkan adalah dapur yang memadai. Sehingga, ketika istri memberi kode ingin membuat kitchen set seperti pada gambar, aku langsung mengiyakan. Aku percaya selalu ada rezeki untuk merealisasikannya. Kini, dapur idamannya sudah terwujud.
![]() |
| Ruangan tengah ketika baru jadi |
Aku juga memesan meja makan empat kursi bersama lemari baju di Jepara. Berdiskusi dengan kenalan yang memang ahli dalam kustom furniture, semuanya pada akhirnya dikirim dengan hasil yang sangat memuaskan. Istri sangat senang dengan meja maupun lemarinya.
Di rumah kami, ada dua kamar mandi. Satu kamar mandi terletak di belakang, dengan tujuan ketika ada saudara atau kawan yang menginap, agar lebih mudah mengaksesnya. Satu kamar mandi ada di kamar utama untuk kami bertiga.
Selain itu, ada juga sekatan untuk musala. Sebuah cita-citaku untuk mempunyai musala di rumah pada akhirnya terealisasikan. Sejak kecil aku memang ingin mempunyai musala kecil di rumah agar bisa salat berjamaah dengan keluarga.
Teras rumah sudah rapi, terdapat kotakan untuk taman. Istri sudah mulai menanam bunga dan menyiraminya tiap sore hari. Seluruh bangunan rumah ini juga peran besar oleh mertua. Bahkan instalasi listrik semuanya beliau yang mengurusi, aku hanya membantu sedikit.
Sekarang, rumah tumbuh kami hampir sepenuhnya sudah jadi. Seperti yang kubilang, masih ada satu kamar dan ruangan yang belum di plafon. Tentu kami kerjakan secara berkala. Istri kembali berkreasi, dia ingin menjadikan ruang sleding sebagai area perpustakaan dan spot untuk konten.
“Nanti buku-buku ayah di Jogja bisa ditaruh di sini. Kalau pas di rumah dan ada kerjaan juga bisa kerja di sini,” ujar istri sembari memamerkan ruangan sleding yang baru dibersihkan.
![]() |
| Ruang makan masih minimalis |
Rezeki itu datang dari doa-doa orang baik dan pastinya keluarga kami. Rumah tumbuh sudah kami tempati dengan nyaman. Aku masih mendata bagian yang kurang, termasuk menimbun tanah bagian depan dan samping agar lebih tinggi. Nantinya juga ingin membuat taman di samping rumah.
Untuk sementara waktu, kami menikmati rumah yang sudah sangat layak untuk ditempati ini. Rutinitas mengepel dan menyampu menjadi kegiatanku tiap balik ke rumah. Kami terus mempunyai ide agar rumah jauh lebih nyaman dengan menyicil kebutuhan yang lainnya.
Setidaknya, di tahun 2026 ini target sudah tercapai. Rumah sudah terlihat bentuknya, tinggal menambahkan beberapa keperluan lain. Air dan listrik sudah memadai, nantinya bakal mencari ide untuk sofa ruang tengah. Istri ingin mencari model sofa di Jepara, dan kami sudah menyepakati nantinya bakal ke Jepara dalam waktu tertentu.
Kini, setiap hari aku mendapatkan kiriman foto ataupun video ketika istri sedang memasak untuk orang rumah, termasuk sikecil. Memamerkan hasil masakannya yang enak tersebut. Serta tiap ada jadwal balik ke rumah, istri selalu bertanya “Ingin dimasakin apa besok?” *Foto-foto diambil pada Februari 2026.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar