Rumah Panggung di “Kampung Bugis” Karimunjawa

Apa yang ada dipikiran kamu saat mendengar kata “Karimunjawa”. Mungkin pikiran kamu langsung tersebit pada keindahan pantainya, atau paling tidak kamu sudah memikirkan semuanya itu adalah tentang laut. Kali ini aku tidak ingin menceritakan tentang seputaran pantainya. Bagaimana dengan yang lainnya? Mungkin tulisan ini sedikit membantu kamu yang tertarik mengupas tentang kebudayaan yang ada disana.

Banyak orang mengira kalau Karimunjawa itu penduduknya hanya suku Jawa saja. Kalau itu yang ada dipikiran kamu, kamu salah besar. Setidaknya di Karimunjawa terdapat tiga suku besar. Suku terbesar tersebut adalah Jawa, selanjutnya Bugis, dan Madura. Untuk suku Bugis dan Madura sebagian besar menduduki wilayah desa Kemujan.

Untuk postingan kali ini aku mencoba mengupas sedikit tentang suku Bugis, khususnya mengenai rumah panggungnya. Suku ini sudah menetap lama di Karimunjawa. Termasuk aku sendiri, aku adalah generasi ketiga (setelah kakek, dan bapakku) dari Sulawesi Barat dan ibu keturunan dari Sulawesi juga (tapi dulu tinggal di Pulau Masalembu, pulau perbatasan dari Sulawesi dan Madura). Jadi bisa dikatakan kalau aku ini adalah pencampuran suku Mandar dan Bugis. Dalam percakapan sehari-hari aku menggunakan bahasa Bugis campur Mandar saat bareng orang tua, kalau dengan tetangga pakai bahasa Jawa.
Rumah Panggung
Rumah orangtuaku
Rumah Panggung
Rumah salah satu penduduk di Batulawang
Suku Bugis bisa sampai disini karena dulunya terkenal sebagai pelaut, dan itu juga terjadi di Karimunjawa. Hampir sebagian besar penduduk yang bersuku Bugis dulunya (nenek moyangnya) adalah pelaut yang singgah dan menetap dipulau ini. Walau jauh dari Sulawesi, tetapi kebudayaan dan adat-istiadat tetap saja memakai adat Bugis.

Kebudayaan yang mencolok adalah pembuatan rumah, bagi masyarakat Bugis di Karimunjawa awalnya selalu membuat rumah panggung. Rumah ini dibangun secara turun-temurun. Selain rumah, bahasa yang digunakan pun menggunakan bahasa Bugis. Bahkan ada yang bilang kalau kawasan tersebut menjadi nama Kampung Bugis. Kalau orang setempat sih bilangnya “Anak Ogik”.
Rumah panggung di Telaga
Imut banget rumahnya
Keren ini rumah panggungnya
Kampung Bugis ini dapat kita temukan didusun Batulawang, tapi sebenarnya suku Bugis ini merata di Desa Kemujan. Sebagian ada di Dusun Jelamun dan Telaga. Disana sebagian besar penduduknya adalah orang Bugis. Jadi jangan kaget kalau kamu kesana banyak berjejeran rumat panggung dan bahasa sehari-harinya adalah bahasa Bugis. Namun beberapa tahun terakhir ini bangunan rumah Bugis sudah sedikit berkurang karena mereka mulai lebih tertarik membuat rumah seperti umumnya masyakarkat sekarang.
Halamannya luas-luas

Kalau kita melihat tampilan rumah panggung (suku Bugis) sebenarnya sangat menarik, kamu akan melihat sebuah tangga yang ada didepan rumah atau disamping rumah. Dan disamping tangga biasanya ada sejenis ember yang berisi air agar saat kita mencuci kaki sebelum menaiki tangga. Selain itu juga rumah panggung ini identik dengan teras yang luas. Selain itu juga dibawah rumah biasanya masyarakat setempat pergunakan untuk parkir motor atau menaruh barang-barang yang tidak dimasukkan kerumah, seperti gudangnya.

Ada baiknya kalau kamu sedang berkunjung ke Karimunjawa bisa mengunjungi wilayah kampung Bugis. Untuk bocoran saja, masyarakat suku Bugis biasanya pandai dalam membuat kulineran khas Bugis. Jadi siapa tahu pas beruntung kamu dapat menikmati kue-kue khas Bugis yang dibuat mereka. 
Baca juga postingan yang berkaitan  
Patung Cheng Ho Ada di Klenteng Sam Poo Kon
Masjid Agung dan Menara Tinggi di Jawa Tengah
Karimunjawa: Dikenal Namun Terabaikan (Bag. 3)
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

24 komentar :

  1. mereka bisa dua bahasa ya, bahasa bugis dan jawa.. yg salut mereka tetap memegang adat istiadat orang bugis walaupun itu bukan disulawesi sekalipun, btw mereka suka pulang ke sulawesi ga atau itu udah jadi tempat kampung mereka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bang, bisa bahasa daerah 2 (Jawa dan Bugis). Merka sudah menetap disini, dan ke Sulawesi biasanya hanya untuk menjenguk kerabat2 saja :)

      Delete
    2. itu bagi yg masih ada silsilah atau biasa disebut orang bugis 'lontara' bagi yg gk ada lagi berarti sudah gk ada kerabat lagi disana,walau sebenarnya ada

      Delete
  2. waaah trnytadirimu kturunan bugis..tak kira jawa asli e..
    kampungnya asyik ya..skrg udh jarang bgt ad bangunan rumah panggung.

    ReplyDelete
  3. saya suka dengan percampuran kebudayaan yang ada di karimunjawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikarimunjawa kebudayaan jawa, bugis, mandar, dan madura menyatu bang. Saling memahami setiap penduduknya :)

      Delete
    2. iya mas,mangkanya saya selalu kepengen ke karimunjawa lagi..hehe

      Delete
    3. Silakan berkunjung bang :) Skrg agak susah karena ramainya wisatawan (susah tiket kapalnya) :)

      Delete
    4. klo saya dan temen-temen sudah beberapa kali ke karimunjawa,khususnya di kemujan mas,terakhir kemarin minggu. Kebetulan pas kami memasang peralatan internet di mrican. Tapi ya masih pengen kesana lagi..

      Delete
    5. Wah berarti melewati rumah saya dong bang, mampir aja kerumah bang. Rumahku gambar paling atas (yg ada ular edornya) :)

      Delete
    6. qkqkq..waduh..saya mumet denger cerita tentang edor mas... ya kalau kita kesana lagi pasti akan mampir hehe..tapi jangan ada edor nya..qkqkqkq

      Delete
    7. Aman bang, edornya didalam drum :)
      Ini rencananya ntar malam mau nulis tentang edor diblog :)

      Delete
    8. owww yaya,saya pernah dicritani orang mrican,ada yang ngumpulin edor..wah..ditunggu cerita tentang edor nya mas..

      Delete
    9. Wah saya sangat tertarik dgn Kampung Bugis ini kak :D
      banyak yg ingin saya gali lebih dalam tentang Kampung Bugis dan kebudayaannya. Tolong ya kak bantu saya buat mengatasi rasa penasaran saya hehe

      Delete
    10. Silakan mbak Tati, kalau memang saya tahu pasti saya sampaikan :-)

      Delete
    11. Ass, setelah baca tulisan kaka di atas mengenai pulau karimun, saya dan teman-teman jadi tertarik untuk liburan ke karimun jawa....

      Delete
    12. Wa'alaikumsalam, main saja :-) Toh keluarga disana banyak heeee

      Delete
  4. Salam dr malaysia,aku punya darah jawa + bugis.mungkin aku punya pertalian saudara disana.info yg menarik.

    ReplyDelete
  5. Salam kenal, saya mau tanya, apakah ada pengaruh bahasa jawa pd bhs bugis yg dipakai warga bugis di karimun, atau sebaliknya, apakah ada pengaruh bhs bugis pd bhs jawa..terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengaruh dalam aspek apa? Munculnya kata baru? Atau apa? :-D

      Delete