Kehangatan Segelas Teh Angkringan

Angkringan dipinggir jalan
Ilustrasi: Angkringan ditepian jalan (Source: equator-indonesia.com)
Minggu malam, seperti biasa Jogja kembali diguyur air hujan. Sepertinya hujan gerimis kali ini dapat menggagalkan agenda yang sudah direcanakan oleh beberapa orang diantara kita. Kalau aku sih enggak ada acara, jadi santai dikos seraya menikmati gemericik air hujan dari pintu kamar.

Saat hujan turun seperti ini, pikiran yang pertama ada di otakku adalah menikmati segelas teh hangat. Bener enggak sih? Apalagi kalau ditambah dengan mie rebus? Wah teman setia anak kos banget deh. Bener loh, kalau lagi hujan-hujan kayak gini menikmati segelas teh hangat itu solusi yang terbaik untuk mengusir rasa dingin.

Akhirnya aku melangkahkan kaki menuju sebuah angkringan dekat kos. Pokoknya kalau kalian sedang berkunjung di Jogja, tidak ada salahnya untuk menikmati nuansa angkringan Jogja. Dimanapun angkringan suasananya itu sama saja. Sama-sama mencerminkan kesederhanaan dan keramahan ala Jogja. Akupun langsung memesan segelas teh hangat, beda banget loh rasanya kalau kita bikin teh sendiri dengan beli teh hangat diangkringan terus menyeduh teh ditenda kecilnya. Hemmmmm sangat menyenangkan.

Angkringan itu akan membuat kita kembali mengingat-ingat memori dulu, dengan sebuah tenda yang bercahayakan lampu pijar, menu makanan yang menggiurkan, dan dilengkapi dengan nyanyian dari Radio FM. Sungguh sangat menyenangkan sekali. Dan kita akan merasa angkringan ini adalah sebuah keberkahan, karena disaat hujan turun angkringan bisa memberikan kehangatan dengan segala suguhannya.

Oya, hanya ingin nambahi info angkringan aja. Kalau di Jogja, angkringan yang pasti ramai itu ada disepanjang jalan Mangkubumi (yang memang sudah terkenal). Tapi jangan salah, dimanapun angkringan yang ada disetiap sudut kota Jogja, tetap saja nuansanya sama. Sama-sama penuh keramahan dan keakraban.

Angkringan….. Cerita tentang tenda kecil disudut jalan ini tidak akan pernah hilang dari setiap memori orang-orang yang pernah tinggal di Jogja. 

“Nasi bungkus 2, gorengan 4, sate telur 2, teh hangat 1,” Itulah sedikit ucapan yang selalu kita dengar saat berada disebuah angkringan.
Baca juga postingan sebelumnya 
Salah Terima Telepon
Gara-gara Listrik Padam 
Sebuah Pesan dari Dias

Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment