Menjadi Moderator Talkshow Jurnalistik

Akhir pekan kemarin (Sabtu, 15 November 2014) kuluangkan waktu untuk melembur pekerjaan dikos. Biasalah, kalau sudah mendekati akhir tahun; pasti akan ada banyak tugas-tugas yang harus dikumpulkan. Apalagi awal tahun depan ada akreditasi diprodi tempat aku kerja. Jadi serasa waktu itu berjalan cepat.

Lagi asyik-asyiknya lemburan kerjaan, malah ada pesan SMS kalau aku diminta bantuan untuk menjadi moderator acara di salah satu perpustakaan kampus dekat kos. Oke deh, dalam waktu tidak lama langsung aku menuju lokasi. Berhubung perpustakaannya hanya beberapa ratus meter saja dari kos. Ya cepat banget sampai lokasi. Ternyata aku nanti pada sesi kedua, yakin pada saat pembicaranya dari media cetak lokal Jogja (Bernas Jogja).

Acara bertemakan Jurnalistik ini dilaksanakan oleh organisasi ALUS (Organisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan). Awalnya pemateri adalah pak Y.B Margantoro (Redaktur Senior Harian Bernas Jogja), berhubung beliau sibuk mengurusi kegiatan ulang tahun Bernas, jadi diwakilkan kepada dua orang kepercayaan beliau (Pak Yustinus & Mbak Elis). Untuk peserta sengaja dibatasi oleh panitia, hanya maksimal 40 orang saja. Mereka berasal sebagian besar dari UIN, namun ada berwakilan dari UGM dan UMY.

Ada dua hal yang dipaparkan oleh kedua pemateri, pertama tentang Jurnalistik. Dan yang kedua tentang Menulis Artikel di Koran. Dari keseluruhan acar ini sangat diminati oleh peserta, mereka sangat antusias untuk mencoba agar tulisan dia dapat dimuat dimedia massa.
Mbak Elis memaparkan materinya
Mbak Elis memaparkan materinya (sumber Twtter ALUS)
“Jika ingin mengenal dunia; kamu harus membaca, tapi jika ingin dikenal dunia; kamu harus menulis” Kata mbak Elis memberikan motivasi yang dikutip dari sebuah pepatah. Beliau juga menambahkan “Menulislah dari media yang kecil dahulu, kalau sudah tembus kalian bisa menuju media yang lebih besar lagi.”

Kemudian untuk pembicara kedua pak Yustinus, beliau memaparkan tips-tips agar tulisannya dapat dimuat dimedia cetak. Beliau ini spesialis menulis opini di Bernas Jogja. “Menulis opini dan dimuat di media cetak itu mengasikkan. Selain lebih dikenal, kita juga mendapatkan bonus.
Pak Yustinus memberikan tips-tips menulis tembus media massa
Pak Yustinus memberikan tips-tips menulis tembus media massa (Sumber Twitter ALUS)
“Semua penulis besar pernah mengalami menjadi penulis pemula, mereka sudah terbiasa dengan jatuh-bangun dan merasakan bagaimana tulisannya ditolak oleh pihak media. Tapi semua itu bukan menjadi alasan untuk berhenti menulis,” Kata beliau saat menjawab salah satu pertanyaan peserta.

Ketika ada salah satu peserta dari UGM kembali bertanya tentang apakah menulis itu harus sesuai bidangnya atau tidak, beliau menjawab “Mulailah menulis dari ilmu-ilmu yang kamu sukai dan tekuni, lalu kupas dari sudut pandang yang berbeda.”

Benar-benar mengasikkan bisa mengikuti acara ini, sebenarnya sih bayar; tapi karena aku dijadikan sebagai moderator jadi nggak bayar. Enak kan, dapat ilmu, dapat kenalan, dapat makan pula haaa. Diujung acara semua peserta disuruh menulis berita tentang acara ini dan yang terbaik dipublikasikan di Bernas Jogja. Selesai itu kami foto bersama di depan Perpustakaan.
Foto bersama pembicara, peserta dan panitia
Foto bersama pembicara, peserta dan panitia (sumber Facebook ALUS)
Oya, setelah acara selesai kok jadi ingin nulis opini ya di media cetak haaaa. Kayaknya beberapa hari ini harus menulis opini, siapa tahu bisa dimuat seperti kata pak Yustinus tadi. Terima kasih buat para pembicara atas ilmunya dan terima kasih buat ALUS karena sudah mempercayakan kepadaku untuk dijadikan moderator. Ditunggu kegiatan lain selanjutnya.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar :

  1. Selama saya trip ke Jogjakarta tahun lalu, Bernas Jogja ini sering saya lihat banyak dijual memang. Sayang sekali fokus saya malah ke koran Kedaultan Rakyat. Heihiehiee. Kapan kapan boleh nih saya dikirimkan 1 eks Bernas Jogja edisi tanggal berapa aja, Buat arsip kami di Pontianak Post - JPNN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bisa pak, nanti saya coba kasih infokan ke redakturnya pak :-)

      Delete
  2. wah keren acara talkshow jurnalistiknya, banyak benar manfaat nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, siapa tahu ketularan bisa nulis dimedia massa :-)

      Delete
  3. keren mas teruslah menulis maka kau akan kaya mantap mas....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas, mari kita terus saling berkarya :-D

      Delete