Foto Sepeda [lagi] dari Belanda

Beberapa pekan lalu, aku sempat postingkan beberapa jenis sepeda yang unik dari kiriman teman dari Belanda.  Kali ini aku akan kembali memposting kiriman mas Yuda lagi, foto-foto sepeda ini diambil dari berbagai sudut kota di Belanda. Salah satu sepeda yang dia kirimkan berasal dari sudut kota Delft, Belanda. Sebelum memposting foto sepedanya, ini aku sertakan kiriman salah satu sudut di kota Delft. Foto ini juga kiriman mas Yuda digrup WA Barabere. Hemmm, jadi ngiri lihat kebersihannya.
Salah satu sudut kota Delft, Belanda
Salah satu sudut kota Delft, Belanda (dok: Mas Yuda)
Baiklah, sekarang fokus pada sepedanya. Dalam kiriman di WA grup, mas Yuda mengirimkan foto sepeda yang mempunyai roda tiga. Uniknya sepeda ini kecil, dan sepasang roda sedang ada dibagian depan, sedangkan belakang sebuah ban kecil. Lebih terlihat unik lagi, dibagian bawah tidak ada pedal untuk mengayuh. Aku tidak tahu ini jenis apa namanya. Dari diskusi kami digrup, sebagian besar dari kami yang nimbrung setuju kalau menyebutnya dengan kata Granny Walker Ini semacam Baby Walkerkata mas Erik yang ikut nimbrung diskusi digrup. Mas Erik juga menambahkan kalau jenis sepeda unik ini akan lebih memudahkan bagi para orang-orang tua untuk memakainya jika capek jalan kaki. Bisa jadi benar, namun memang cukup unik kan bentuknya. Sepeda ini didokumentasikan oleh mas Yuda dari Alun-alun kota Delft, Belanda.
Sepeda unik roda tiga
Sepeda unik roda tiga
Sepeda unik roda tiga (dok: Mas Yuda)
Masih ingat postingan pertama saat foto bakfiets? Ini aku juga dapat kiriman foto sepeda yang sama namun ada modifikasi sedikit. Kali ini bakfiets dimodifikasi dengan memberi penutup dibagian depannya. Tujuannya jelas agar terlindung dari air hujan maupun teriknya matahari. Unik ya, kalau diamati dengan seksama juga ukuran bannya juga beda loh. Kalau sepeda yang sebelumnya ban depan lebih besar, kali ini ban belakangnya agak lebih besar sedikit.
bakfiets yang sudah dimodifikasi
bakfiets yang sudah dimodifikasi (dok: Mas Yuda)
Tidak lupa untuk terakhir mas Yuda juga memposting sebuah sepeda yang terparkir sendirian. Kalau sepeda ini hampir sama dengan sepeda-sepeda umumnya, kalau dibilang ini mungkin sejenis city bike. Walau model framenya agak unik, tapi tetap hampir sama dengan sepeda biasa. Ups, kali ini untuk pertama kalinya juga mengupload foto pengirim sepeda yang melalui WA. Jadi yang paling bawah ini adalah mas Yuda, beliau yang menyempatkan waktu untuk mengirimkan foto sepeda-sepeda dari berbagai sudut kota di Belanda, bahkan kemarin (postingan yang pertama) juga dari Belgia. Thanks ya mas atas kirimannya. Semoga studinya lancar dan sukses.
Sepeda yang terparkir
Inilah Mas Yuda yang mengirimkan foto-foto sepeda selama di Belanda
Inilah Mas Yuda yang mengirimkan foto-foto sepeda selama di Belanda (dok: Mas Yuda)
Yap, sementara itu dulu yang aku tulis. Lumayan dapat kiriman dokumentasi foto sepeda-sepeda di Negara lain. Kayaknya foto sepeda seperti ini menjadi pengganti oleh-oleh haaaa. Daripada bingung bawa oleh-oleh apa, jadi kalau buat aku cukup diberi oleh-oleh kiriman foto sepeda dari Negara yang dikunjungi. Terima kasih untuk semua teman yang ada digrup, khususnya mas Yuda dan semuanya karena sudah meluangkan waktu mengabadikan dan berdiskusi mengenai sepeda. Ngomong-ngomong, kapan kita bersepeda bareng lagi ya? Udah lama nggak bersepeda bareng. *kode.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

18 komentar :

  1. Terkadang melihat pola kehidupan di luar negri yang bersabat dengan sepeda dan memberikan fasiltas khusus bagi pengendara sepeda sepertinya adem, tertip, dan sangat indah. Lokasinya pun terlihat bersih sepertinya area tersebut di lap ya mas. Kenapa di sini sulit banget ya ? Padahalkan gaungnya sama dan pernah terdengar di beberapa daerah, namun pada prakteknya hanya pedas seperti cabe rawit aja. he, he, he,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah bertanya juga seperti itu kang, jawaban mereka, dulunya negara2 yg fasilitas sepedanya bagus pernah merasakan kemacetan. Dan kemudian beralih lagi seperti ini dengan tatanan kota yg lebih baik :-)

      Delete
  2. sepeda yang warna kuning itu sepertinya unik dan unyu unyu hehe

    ReplyDelete
  3. Kayaknya Mas Rullah perlu menambah koleksi sepedanya. Granny Walker cocok dikoleksi tuh mas Rullah. buat jalan-jalan santai di alun-alun timur.

    sederhanaperjalanan.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. jenis sepedanya unik ya, uda kebayang harganya muahal hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tau ada yg ngasih gratis *eh... Aminnn heeee

      Delete
  5. Kapan nih mas Nasirullah ke belanda kaya mas yuda

    ReplyDelete
  6. Aw, terhibur lihat foto-fotonya...jadi pengen ke Belanda....unik..ada sepeda 3 roda..:)

    ReplyDelete
  7. Hahaha unik juga itu bentuk sepedanya kalau di indonesia belum nemuin nih paling juga yang nempel dua gitu :D

    ReplyDelete
  8. memang, di belanda sana sepeda itu udah jadi kendaraan sejuta umat. gue pun pernah melihat beberapa kali review negara belanda di tv, dan... di amsterdam sana tempat parkir sepedanya udah menjamur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, semoga di kota-kota besar Indonesia bisa menjamur juga sepeda dan parkirannya :-D

      Delete
  9. Hai mas yuda ... senyumnya menggoda iman hua hua hua
    Salam kenal dari mas cumi yg tampan dan berkancut #kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah ini malah mendalami ilmu permodusan haaaaa...

      Delete