Segelas Susu Kambing Perah Etawa di Kaligono

Perjalanan menikmati keindahan Purworejo berlanjut. Matahari mulai sedikit tergelincir, tidak tepat di tengah-tengah kepala. Aku beserta rombongan menaiki dua mobil bak terbuka. Kalau tadi siang aku menikmati lantunan Karawitan, kali ini aku menikmati suasana desa di Kaligono, Kaligesing, Purworejo. Jalan yang tidak besar dan banyak tikungan membuat perjalanan terasa menyenangkan, ditambah dengan teduhnya sepanjang jalan karena pepohonan berjejeran di tepian jalan.

Tujuan kali ini (Kamis, 04 Juni 2015) adalah tempat perah susu Kambing Etawa. Seperti yang kita ketahui, Kambing Etawa banyak dipelihara masyarakat (sumbangan dari Pemerintah) untuk diperah susunya. Di Dusun Tugono, masih di Kaligono; aku dan rombongan akan melihat bagaimana cara memerah susu Kambing, serta mendapatkan susu murni. Suatu pengamalan yang pastinya menarik.
Menuju tempat perah susu Kambing Etawa
Menuju tempat perah susu Kambing Etawa
Menuju tempat perah susu Kambing Etawa
Sesampai dilokasi, aku dan rombongan disambut seorang bapak yang nantinya beliau mempraktekkan cara proses pengambilan susu. Beliau menjelaskan, jika biasanya Kambing tersebut diperah susunya saat pagi hari. Aku pun antusias untuk melihatnya. Ternyata Kambingnya lumayan galak, baru mendekat sebentar saja, dia kayak mau ngamuk. Bapak tadi pun langsung mempraktekkan proses dalam pengambilan susu Kambing Etawa.
Rombongan memperhatikan penjelasan mengenai Kambing Etawa
Rombongan memperhatikan penjelasan mengenai Kambing Etawa
Rombongan memperhatikan penjelasan mengenai Kambing Etawa
Tangan kiri membawa sebuah botol bekas air mineral, sementara tangan kanannya mengurut nenen Kambing tersebut secara berlahan. Proses ini tidak boleh dilakukan dengan keras, karena bakalan membuat Kambing kesakitan dan berontak. Cepat sekali, baru beberapa saat langsung cairan susu murni dari Kambing sudah mulai mengalir ke dalam bekas tempat air mineral. Kambing pun diam, ini artinya proses tersebut berjalan dengan lancar. Kemudian salah satu mahasiswa ada yang mencoba. Walau Kambing sedikit berontak, namun akhirnya diam juga.
Memerah susu Kambing dulu
Memerah susu Kambing dulu
Memerah susu Kambing dulu
Hanya dalam beberapa menit saja, botol bekas air mineral tersebut sudah hampir dipenuhi susu murni. Bapak tersebut menawari aku dan rombongan untuk minum, awalnya kami menggelengkan kepala dan sedikit tidak yakin. Namun, bujukan bapak tersebut akhirnya meluluhkan kami semua. Diawali oleh Yukina (Jepang), dia menenggak susu murni tersebut. Dia tersenyum seraya mengacungkan jari jempol, ahhh; isyarat enak, karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Berhubung sudah ada yang mencoba enak, akhirnya semua mencoba setengah gelas per orang. Termasuk aku, enak juga ternyata. Seperti air susu hangat dan tidak manis, namun ada rasa yang tidak hampar.
Nenggak susu murni
Nenggak susu murni
Nenggak susu murni
Puas menenggak susu murni langsung dari tempatnya, aku menghampiri sebuah kandang Kambing yang ada di samping rumah. Terdapat delapan sekat tempat, setiap sekat dihuni satu Kambing. Harus sedikit eksta hati-hati kalau masuk kandang Kambing, nanti mereka agak berontak dan lebih galak (Kambing Jantannya). Di dalam kandang tersebut sudah disediakan rumput untuk dimakan.
Melihat kandang Kambing
Melihat kandang Kambing
Melihat kandang Kambing
Sebelum rombongan kami bubar, ada pemandangan menarik. Seekor Kambing jantan sedang birahi, dia mengejar Kambing betina. Sontak kami yang melihat tersebut tertawa, suara tawa teman dari Panama (Erick) paling kencang. Tentunya proses pengambilan susu Kambing ini adalah hal baru bagi beberapa teman yang berada di luar negeri. Mereka pun mengabadikan momen-momen saat berusaha menjinakkan Kambing, dan foto bersama.
Moment-moment menjelang bubar
Moment-moment menjelang bubar
Moment-moment menjelang bubar
Lebih dari satu jam kami melihat proses perah susu Kambing Etawa. Kemudian kami lanjutkan perjalanan menuju rumah penduduk lainnya untuk melihat kegiatan/aktifitas lain di kampung ini. Kami hanya berjalan kaki beberapa puluh meter saja, kemudian sampai di rumah seorang ibu yang sudah menunggu kami dengan hidangan makanan. Tentu kalian penasaran apa yang akan aku dan rombongan lakukan di sini. Aku sambung ulasannya dipostingan selanjutnya.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

14 komentar :

  1. Sudah sering dengar susu kambing etawa tpi belum pernah coba :D

    ReplyDelete
  2. susu nya engga di olah lagi mas hehehe boleh di minum secara langsung ternyata :) tapi sayang aku engga suka susu kambing :(

    ReplyDelete
  3. susu kambing memang enak (kata orang lain) soalnya gapernah coba . hehehe... itu ga di rebus atau apa dulu gitu ? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya diolah lagi, tapi langsung diminum juga gak apa-apa kok.

      Delete
  4. Kalo ga salah susu kambing etawa ini banyak manfaatnya yah mas untuk kesehatan

    ReplyDelete
  5. ternyata diminum langsung juga aman, ya. Saya kirain harus diolah dulu

    ReplyDelete
  6. belom pernah nyobain yang murni, katanya agak hambar gitu~ tapi enggak ya, bang?

    susu kambing, infonya juga lebih begizi dibanding susu kerbau atau sapi. bagus kalo minum tiap hari.... :-d

    ReplyDelete
  7. itu gimana rasanya minum susu kambing perah ?? apakah enak ??
    kasian sama kambingnya .. hihi

    ReplyDelete
  8. di lombok juga ada peternakan ettawa... tapi kurang terdengar gaung nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya banyak peternakan Kambing Etawa, hanya belum terkenal semua, mas :-D

      Delete
  9. Di minum langsung tanpa di olah itu lebih nikmat rasanya ...

    ReplyDelete