Ikut Belanja di Daster Bordir Tangerang Kota Malang

Koleksi Daster Bordir Tangerang di Malang
Koleksi Daster Bordir Tangerang di Malang
Bus yang aku naiki beserta rombongan mulai menyibak jalan di Kota Malang pagi hari. Kami rencananya akan mengunjungi Eco Green Park. Lokasinya satu tempat dengan Jatim Park II. Akhir desember 2015 kemarin, lokasi ini tak kukunjungi karena aku dan rombongan kala itu fokus di Jatim Park I dan Jatim Park II. Jadi sebuah keberuntungan tersendiri awal tahun 2016 ini aku akhirnya bisa berkunjung ke salah satu lokasi yang luput tak kukunjungi. Dalam rentan waktu lima bulan, aku berkunjung ke Malang dua kali. Ini menjadi sesuatu yang spesial bagiku. Di kala banyak teman yang masih sibuk dengan pekerjaannya, aku malah asyik dapat berlibur.

“Ada yang pengen beli daster? Di sini ada toko daster khusus wanita. Namanya Butik Tangerang,” Pancing pemandu yang memandu rombongan kami.

Pancingan tersebut disambut antusias para perempuan yang ada di dalam bus. Bayangkan saja, dalam satu bus ini lelaki hanya bisa dihitung dengan jari. Sementara hampir 75% adalah perempuan, jadi sudah tentu langsung teriak setuju. Aku dan lelaki lainnya hanya pasrah sambil menunggu para ibu-ibu berbelanja. Daripada aku menunggu di dalam bus, lebih baik aku ikut masuk dan melihat koleksi yang ada di Daster Bordir Tangerang yang berada di pusat kota Malang.
Di dalam Daster Bordir Tangerang
Di dalam Daster Bordir Tangerang
Di dalam Daster Bordir Tangerang
Unik juga menurutku, kenapa namanya Daster Bordir Tangerang. Aku sedikit menggali informasi dari pemandu dan beberapa pelayan yang berjaga di toko tersebut. Daster Bordir Tangerang ini berada di Jalan Jakarta nomor 56, Malang. Bangunan yang tak besar dan berdampingan dengan Batavia Resto ini cukup ramai dikunjungi setiap pengunjung yang ingin mencari daster. Penamaan “Tangerang” ini dikarenakan dulunya sebelum pindah ke Jalan Jakarta, butik ini berada di Jalan Tangerang. Pantes sekarang dinamakan Daster Tangerang.

Aku asal berjalan saja menyelinap di antara perempuan-perempuan yang asyik memilih baju/daster. Mereka sangat antusias memilih barang yang ingin dibeli. Toko ini tak luas. Sekitar berukuran 7 x 11 meter. Di beberapa dinding tertumpuk koleksi daster dengan warna yang ceria. Motifnya pun sangat beragam, cocok untuk para remaja putri sampai wanita dewasa. Keasyikan memotret, aku tertegun pada tulisan yang ada di salah satu dinding. Di sana sebuah tulisan tentang larangan memotret. Bergegas aku menghampiri salah satu pelayan yang menjaga kasir.
Warnanya cukup meriah dan banyak pilihan bagi cewek
Warnanya cukup meriah dan banyak pilihan bagi cewek
Warnanya cukup meriah dan banyak pilihan bagi cewek
“Maaf mbak, saya tadi sempat motret di sini. Tapi baru sadar ini ada larangan motret. Memang tidak diperbolehkan motret ya?” Tanyaku pada kasir.

Mbak pelayan kasir tersenyum melihatku. Dia mengatakan jika diperbolehkan memotret di dalam ruangan ini. Perihal larangan motret di dalam yang dimaksud adalah jika aku memotret setiap koleksi satu-persatu dan nantinya aku pergunakan untuk membuat desain daster yang sama dan aku jual. Beruntunglah kalau begitu, setidaknya aku tak perlu merasa khawatir untuk kembali motret. Malah dengan leluasa aku dapat melihat secara detail koleksi yang dipajang.

Ruangan tak luas ini sudah dipenuhi koleksi pakaian dengan warna ceria. Sebuah ruang ganti pun disediakan. Di sini nantinya para pembeli dapat mencoba pakaian dan memutuskan apakah pakaian itu dibeli atau tidak. Selama di sini tak kulihat para pembeli memasuki ruang ganti. Malahan ruang tersebut dipakai anak-anak bermain. Mereka berlarian ke dalam ruangan, semacam main petak umpet.
Ruang ganti dipakai main anak-anak kecil
Ruang ganti dipakai main anak-anak kecil
“Mas, foto kami dong,” Celetuk dua ibu muda ke arahku.

Aku tertawa mendengarnya. Mereka kembali memintaku untuk difoto. Tahu saja kalau aku nenteng kamera. Aku langsung mengabadikan kedua ibu ini, salah satu ibu memamerkan pakaian yang akan dibelinya. Oya, ibu ini bukan bagian dari rombonganku. Tidak sengaja beliau berbarengan dengan rombonganku yang shopping di sini.

“Berapa harga tiap pakaian di sini, mbak?” Tanyaku pada kasir.

“Paling murah Rp. 110.000,- mas.”
Pembeli yang sudah membawa barang buruannya
Pembeli yang sudah membawa barang buruannya
Kurang lebih dari satu jam, beberapa perempuan yang satu bus denganku sudah menenteng hasil belanja pagi. Mereka berkomentar jika daster yang ada di sana banyak pilihan yang membuat mereka senang belanja. Ya, namanya juga ibu-ibu, jadi di manapun tempatnya yang terpenting adalah belanja. Aku tersenyum mendengar obrolan mereka. Bahkan ada yang masih ingin membeli di sana saat berkunjung ke malang lagi. Jadi bagi kalian yang ingin berburu daster untuk keluarga, bisa jadi tempat ini dijadikan salah satu tujuan jika sedang berada di Malang.

“Baiklah, pagi ini diawali dengan belanja. Selanjutnya kita ke Eco Green Park,” Teriak pemandu dari depan.

Bus yang kami naiki kembali berjalan setelah berhenti menunggu ibu-ibu belanja di Daster Bordir Tangerang, Malang. Karena masih pagi, laju bus tak tersendat. Hanya saat masuk Kota Batu, laju bus agak melambat. Di sana jalanan mulai agak merayap. Kami pun menikmati perjalanan dengan berkaraoke di dalam bus secara bergantian. Tujuannya jelas, agar kami tak bosan selama perjalanan. *Dokumentasi belanja di Bordir Tangerang, Malang pada hari Sabtu, 21 Mei 2016.
Toko Daster Bordir Tangerang – Malang
Alamat: Jalan Jakarta 56 Malang 65145 (Sebelah Batavia Resto)
Telp/Fax: 0341 – 578956/0341 - 561744
Baca juga ulasan lainnya
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

23 komentar :

  1. Kalau yang itu tempat wisatanya ibu-ibu

    ReplyDelete
  2. Mas sitam nggak nyicil beliin daster? :p :p :p harganya lumayan untuk ukuran daster yang dipake tidur haa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyicil buat calon istri? Ntar aja, kalau udah nikah aku ajak ke sini biar milih sendiri hahahhaha

      Delete
  3. kalau aku kesana pasti kalap belanja kak

    ReplyDelete
  4. kutunggu lho dasternya. Kan aku udah titip buat beliin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini yang mau pakai Hanif? Kalau Reza jangan hahahahha

      Delete
  5. Kirain pasarnya di tangerang eh ternyata di Malang

    ReplyDelete
  6. waaahhh utk daster mah ini hrgnya mahal ;p... jauuuh lbh murah daster yg dijual di jogja ato solo mas :D .. murah trs adem pula dipake

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya? Aku tak tahu masalah harga hahahha. Pokoknya tahuku hanya nemani aja :-D

      Delete
  7. Kamu pake daster sekarang ??? hahahhaa
    Btw setau gw kalo bordiran gini yg ngetop itu tasik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyicil om, siapa tahu ntar istri mintak daster toh. Mayan kan kalau nyicil dari sekarang *sambil neropong jodoh

      Delete
  8. Wah wah wah.. Tak kusangka, Om.. Kau penyuka daster emak-emak! XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hussstt ini jadi seksi dokumentasi *alibi
      Hahahhhaha

      Delete
  9. ini gimana sih .. tangerang koq malang .. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe, karena di Malang nama jalannya memang nama kota.Surabaya juga seperti itu kang :-D

      Delete
  10. wah keren, banyak sekali pilihan baju-baju disana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi kaum hawa, ini tempat bisa dikunjungi loh hehehhe

      Delete
  11. motifnya itu ... unik unik bgt ya mas

    ReplyDelete