Main ke Salatiga? Coba Menginap di Grand Wahid Hotel - Nasirullah Sitam

Main ke Salatiga? Coba Menginap di Grand Wahid Hotel

Share This
Kamar di Grand Wahid Hotel Salatiga
Usai seharian menjelajah Candi Gedongsongo dan destinasi yang lainnya, aku bergegas menuju penginapan. Hotel yang kupesan berada di Salatiga, tepatnya di Grand Wahid Hotel. sengaja memilih tempat ini karena agenda besok menuju Saloka Theme Park. 

Hotel yang terletak di jalan Jend. Sudirman No 2 ini cukup strategis. Di seberang jalan terdapat pusat keramaian untuk berbelanja. Lokasinya juga tidak jauh dari kampus. Bangunan ini menjulang tinggi dengan tulisan nama hotel di depannya 

Aku bergegas menuju resepsionis yang sedang berjaga. Sejenak disibukkan terkait pemesanan kamar, akhirnya kunci sudah di tangan. Aku mendapatkan kamar di lantai 6, tepatnya di kamar 616. 

Sebelum menuju lantai enam, aku melihat sekeliling hotel dari lobi. Beberapa petugas mengatur area parkir mengenakan kemeja seragam. Satu orang lagi bertugas di pintu masuk. Tampak tangga menjulang tinggi tepat di sisi kananku. 

Sekilas hotel ini berbentuk bangunan lama. Tidak seperti hotel-hotel yang mendesain bangunannya sedikit instagramble. Tiap dinding di lobi terdapat banyak lukisan yang berjejer. Pun dengan jalur menuju arah lift. 
Grand Wahid Hotel Salatiga berada di tengah kota
Grand Wahid Hotel Salatiga berada di tengah kota
Aku menuju lift, lokasi lift berdekatan dengan restoran. Ada dua lift yang dapat digunakan. Lucunya, tatkala sampai di lantai 6, aku sempat salah membaca arah plang petunjuk arah. Bisa jadi ini efek dari kantuk. 

Sore ini tidak banyak orang yang berada di hotel. Mungkin keramaian baru terlihat kala pagi. Biasanya, menjelang sarapan banyak pengunjung yang hilir-mudik. Sedari tadi sempat kulihat ada semacam acara di salah satu ruangan, tepatnya di lantai satu. 

Ruangan kamar luas. Kasur besar lengkap dengan bantal dan guling dua pasang. Sementara itu di sisi utara ruangan terdapat meja dan sofa. Sebelum jauh menjelajah tiap sudut. Aku menyempatkan diri untuk istirahat. 

Menurut data, hotel ini mempunyai 103 kamar dengan berbagai pilihan. Aku sendiri hanya ingin menyempatkan tidur tanpa beraktivitas yang lainnya. Sehingga cukup ambil kamar yang paling murah. Tetap saja, hotel ini cukup bagus bagiku. Mungkin terbiasa menginap di hotel budget murah. 

Layaknya hotel-hotel besar lainnya, di Grand Wahid Hotel Salatiga fasilitas di kamar sudah menyenangkan. Mulai dari air mineral, kopi dan gula, almari, gantungan pakaian, TV dengan saluran kabel, serta ada brankas. 
Kamar di Grand Wahid Hotel Salatiga cukup luas
Kamar di Grand Wahid Hotel Salatiga cukup luas
Selain sofa yang di sisi utara kasur, tidak ketinggalan meja yang melekat dengan cermin di depan kasur. Secara keseluruhan tempat ini menyenangkan. Aku tidak banyak mengabadikan, hanya sesekali malah mengambil video vlog. 

Pun dengan petunjuk arah kiblat, anak panah tersebut ada di sudut atap. Sebenarnya, Grand Wahid Hotel ini menyediakan musola di bawah. Hanya saja aku memang tidak salat di sana. Aku sengaja salat di area kamar karena masih banyak tempat untuk salat. 

Semua barang bawaan aku letakkan pada tempatnya. Ketika semuanya sudah beres, aku mengambil buku fiksi hadiah dari penulisnya untuk kubaca. Aktivitas seperti ini biasa kulakukan jika ingin menghabiskan waktu di kamar. 

Tanpa terasa mata ini terasa berat. Aku geletakkan buku bacaan di samping, lantas menuntaskan waktu dengan tidur sore. Mungkin tadi sedikit letih kala berjalan kaki mengitari beberapa bangunan di Candi Gedongsongo, hingga berlanjut ke Cimory. 
Menyempatkan waktu untuk membaca buku
Menyempatkan waktu untuk membaca buku
Lumayan lama aku tidur, setidaknya mampu membuatku lebih bugar. Kutanggalkan kaus yang sedari pagi kupakai. Lalu menuju kamar mandi. Hawa sejuk di Salatiga membuat nyaman untuk bermalas-malasan. 

Kujelajahi bagian kamar mandi. Di sini toileters sudah lengkap. Bagi yang tidak membawa handuk atapun sabun, kalian tidak masalah. Toh rata-rata hotel sudah menyediakan. Kamar mandi cukup bersih, tempat pasta gigi dan lainnya juga tertata rapi. 

Sementara untuk sampo dan sabun, semuanya menjadi satu dalam wadah gel. Sehingga tidak disediakan terpisah. Terkadang kita menemukan hotel yang menyediakan sabun sendiri dalam bentuk batangan. 

Desain kamar mandinya menggunakan bathub, sehingga nyaman untuk bersantai sambil membaca buku kala senggang. Air panas dan dingin juga berjalan normal, sehingga tidak membuat kita menunggu agak lama untuk mendapatkan air panas. 

Kutuntaskan waktu di sini untuk berendam. Menikmati waktu sambil sedikit berdendang. Sesekali memainkan air dalam bathub. Beruntung selepas ini aku tidak mempunyai agenda, sehingga bisa bersantai tanpa terburu waktu. 
Bathup hotel berwarna putih minimalis
Bathup hotel berwarna putih minimalis

***** 

Malam harinya aku meninggalkan hotel. Sengaja menuju kedai kopi yang berada tidak jauh dari hotel. Pun dengan mencari makan malam di sekitaran hotel. Di depan hotel sendiri sudah berjejeran kuliner. Konon ada wedang ronde yang legendaris. 

Sepulang mengopi, aku langsung menuju kamar. Tidak ada yang kukerjakan, jadi melanjutkan baca buku sampai larut. Lantas terbuai mimpi. Menjelang pagi bangun karena alarm gawai berbunyi kencang dan berulang. 

Sedikit bermalasan, aku bangun dan menuju kamar mandi. Mencuci muka, gosok gigi, lantas mengambil wudu. Lanjut salat subuh dan kembali lagi tidur. Bangun lagi sekitar pukul 06.30 WIB. Kali ini aku ingin menjelajah bagian restoran dan tempat Gym. 

Niat awal ingin sekadar main-main di kolam renang. Setidaknya kaki ini terkena air. Kulangkahkan kaki menuju arah kolam renang, di sana sudah lumayan banyak orang yang berenang. Niat awal kutangguhkan. 
Suasana pagi di kolam renang
Suasana pagi di kolam renang
Terdapat kolam kecil dan besar. Untuk yang luas, ini terdapat mainan semacam prosotan. Kedalamannya mungkin berkisar 1.2 meter. Beberapa tamu hotel sudah bermain air bersama rekannya. Mereka naik dan berseluncur. 

Di kolam berbentuk lingkaran yang kecil, terdapat dua anak kecil yang bermain air. Selain itu, tempat duduk berbentuk payung yang mengitari kolam juga sudah ada orangnya. Aku malah diam dari dekat restoran, merekam sedikit moment mereka berenang. 

Selain kolam renang, di sini juga terdapat tempat gym. Lumayan luas dan lengkap peralatannya. Beberapa pengunjung sudah beraktivitas. Aku hanya melongok dari arah jendela transparan. Sengaja tidak masuk, takut mengganggu aktivitas mereka. 

Di depan pintu masuk terdapat tulisan pengunjung yang diperbolehkan masuk. Di bawah umur 18 tahun tidak diperkenankan ke dalam. Dari depan pintu, aku hanya mengamati aktivitas mereka yang berolahraga. 

Kulangkahkan menuju restoran. Waktu makan dibatasi dari pukul 06.00 – 10.00 WIB. Segera kuinfomasikan nomor kamar. Pihak yang bertugas melihat daftar kamar dan mempersilakanku untuk menikmati sajian sarapan. 
Tamu hotel yang sarapan di restoran
Tamu hotel yang sarapan di restoran
“Silakan mas, selamat sarapan,” Sapa petugas yang berjaga di depan. 

Tidak banyak yang aku ambil, cukup nasi goreng, omlet, dan jus. Selain itu tambahannya mengambil beberapa potongan buah. Ruangan restoran terbagi menjadi dua. Bagian dalam yang bebas area rokok dan luar. 

***** 

Pada akhirnya, aku harus meninggalkan hotel ini. Sedikit kesanku tentang Grand Wahid Hotel Salatiga. Mulai dari lokasi; menurutku hotel ini strategis. Untuk ke destinasi seperti Saloka Theme Park tidak jauh. Pun menuju kampus Universitas Kristen Satya Wacana. 

Suasana hotel menyenangkan. Pelayanan resepsionis di depan hingga di restoran ramah. Kamar luas dan bersih. Hanya saja suara kamar sebelah atau orang di lorong terkadang masih terdengar. Tapi itu bukan sebuah masalah. 

Masakan yang disajikan beragam, nasi goreng yang kumakan juga sesuai dengan seleraku. Mungkin tempat duduknya yang sedikit terbatas. Sewaktu aku sarapan sedikit kesulitan mencari tempat duduk. Ini juga menurutku sesuatu yang tidak masalah. 
Sudah pagi, jangan lupa mandi
Sudah pagi, jangan lupa mandi
Dari berbagai komentar yang kudapatkan di Local Guide, rata-rata pengunjung ataupun tamu hotel mengatakan area parkir yang kurang luas. Ini memang menjadi soal tersendiri, karena lahan depan tempatnya terbatas. Jika ada bus besar memang petugasnya sedikit bekerja ekstra mencari tempat. 

Terlepas dari itu semua, aku masih merekomedasikan hotel ini bagi kalian yang berlibur ke Salatiga dan sekitarnya. Paling penting adalah bagaimana petugas ataupun pihak hotel sudah bertugas dengan maksimal melayani tamunya. * Salatiga; 22-23 November 2019

18 komentar:

  1. ini hotel mengingatkan saya kalau lagi tugas sama kopertis dulu..
    sering nginep sini, setahun bisa 2-3 kali hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehhe, memang di sini banyak banget instansi yang ada acara di hotel ini, mas

      Hapus
  2. weh mantap kolam renang nya kaya di waterpark, seumur umur belum pernah menjumpai kolam renang hotel yang ada perosotannya, heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa perosotan toh mas hehehehe.
      Di Magelang juga ada, tapi tidak setinggi ini.

      Hapus
  3. salatiga kadang terlewatkan sebagai pilihan tempat berlibur .... tulisan mas ini jadi pengingat ... ada tempat2 menarik di Salatiga dan hotel yang representatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal Salatiga adalah salah satu kota yang paling menyenangkan.

      Hapus
  4. Wah, saya paling suka kamar mandi hotel yang pakai bathtub. Bisa berendam. Asik juga nih hotelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak, biasanya agak lama di kamar mandi. Menenangkan pikiran

      Hapus
  5. Wow, kolam renangnya ada seluncuran kayak gitu. Mantab! biasanya kalau hotel paling banter kasih kolam renang biasa ya. Aku udah lama penasaran sama kota Benartujuh ini buahaha. Mudah-mudahan kalau nanti tour de java *amiiin, bisa eksplor kota ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa main ke Salatiga, om.
      Kalau mau dijelajah, banyak destinasinya loh ehehehheh

      Hapus
  6. jarang-jarang ada hotel dengan konsep kolam renang seperti waterpark ini, anak kecil bakalan betah nih main air disini
    lampu kamarnya memang agak redup gitu ya? rate kamar berapa, melihat dari kamar mandi dengan fasilitas bath tub sepertinya ini kamar mungkin setara deluxe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sini kolam renangnya cukup ramai kalau untuk anak-anak. Mereka juga menerima dari luar tamu hotel. Untuk rate-nya bisa mengecek di berbagai aplikasi pemesanan hotel

      Hapus
  7. Wah, kampung saya nih mas, salam kenal (Avant Garde)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali,
      Salatiga salah satu tempat yang menurutku menyenangkan

      Hapus
  8. Alamnya sejuk, kulinernya luar biasa dan kalau suka gedung2 tua bisa dikulik-kulik mas :)

    Avant Garde

    BalasHapus
  9. Mas, minta ijin follow blognya yah

    djangki.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, terima kasih.
      Mohon tidak menyertakan link aktif di blog ya, terima kasih

      Hapus

Pages