Jika Berlibur ke Karimunjawa, Menginaplah di Batu Putih Cottage - Nasirullah Sitam

Jika Berlibur ke Karimunjawa, Menginaplah di Batu Putih Cottage

Share This
Batu Putih Cottage Karimunjawa
Satu bangunan kecil sudah jadi. Orang rumah berdiskusi tentang penamaan penginapan tersebut. Dari seberang, aku mengusulkan nama Batu Putih Cottage. Lalu membuatkan akun instagram, semuanya cepat tanpa pikir panjang. 

Nantinya, bangunan ini mempunyai teman. Setidaknya satu bangunan yang lebih besar sudah berdiri kokoh. Sekilas, hanya kurang bagian atapnya. Pun dengan isi bangunan, belum disiapkan. Biarkan progres ini berjalan walau kesannya lambat. 

Kini, kami sudah bersiap untuk menyambut tamu. Berbekal ilmu minim bagaimana mengelola penginapan baru, usaha rintisan keluarga ini kami harapkan bisa menyokong perekomonian di waktu mendatang. Hari ini, kami masih belajar untuk mempromosikan dan melayani tamu. 

Kubenamkan kaki dalam air laut yang tenang, bebatuan di tepi pantai berwarna hijau, penuh lumut kering. Jika basah, terkadang licin jika dipijak. Di sini pula, waktu dulu banyak lubang kecil yang dipenuhi garam. Sebuah proses pembuatan garam secara alamiah, rasanya sangat asin dan warnanya putih. 
Dermaga Kayu di Pantai Batu Putih Karimunjawa
Dermaga Kayu di Pantai Batu Putih Karimunjawa
Gemericik air laut menandakan kali ini cuaca tenang. Berbeda halnya jika musim timuran, ombak lumayan besar. Suaranya terdengar hingga rumah. Aku memijak bebatuan sembari memegang kamera, kuabadikan sudut pantai ini kala lengang. 

Jembatan kecil memanjang, di sana biasa digunakan untuk memancing. Terkadang juga dimanfaatkan para pengunjung pantai yang ingin berenang. Puas memotret dari kejauhan, aku berjalan menuju jembatan kayu. 

Pasir putih membentang, sampah-sampah laut tertumpuk di sudut. Menyelinap di antara akar-akar pohon, atau tersangkut pada semak yang berada di tepian pantai. Seperti inilah pantai di Karimunjawa, pada umumnya banyak sampah. 

Sesekali kami mengumpulkan sampah dan membakarnya di waktu siang. Dua pohon ketapang besar menjulang tinggi. Menjadi peneduh saat siang hari. Sayangnya, di penghujung tahun 2020, dua ketapang besar ini tumbang terempas angin dan tergerus abrasi. 
Pohon Ketapang sebelum roboh terkena angin barat
Pohon Ketapang sebelum roboh terkena angin barat
Dari atas jembatan kayu, aku pernah melihat seekor penyu yang melintas. Terkadang mengapung, atau menyelam hingga dasar. Di Pantai Batu Putih, sedari dulu menjadi salah satu tempat habitat ini bertelur. 

Pagi tadi, aku terlambat menuju pantai. Sang baskara sudah menampakkan diri. Aku menyetel kamera, lalu memotret siluet. Lumayan menyenangkan, panorama siluet dermaga kayu tampak jelas, pun dengan deretan pulau di seberang. 

Di pantai Batu Putih, kita bisa menyaksikan mentari terbit. Menikmati waktu pagi sembari bermain air. Aksesnya pun tak jauh dari jalan besar. Sedari kecil, aku suka menghabiskan waktu di tempat ini. Bermain air, hingga memancing dari pesisir.
Pemandangan sunrise kala pagi di Pantai Batu Putih Cottage Karimunjawa
Pemandangan sunrise kala pagi di Pantai Batu Putih Cottage Karimunjawa

Merintis Usaha Penginapan di Tepian Pantai  

Waktu bergulir dengan cepat. Geliat wisatawan di Karimunjawa makin riuh. Satu demi satu masyarakat mulai merintis usaha penginapan di dekat pantai. Terlebih, kabar Pelni rute Semarang – Karimunjawa diperkirakan rutin pelayarannya. 

Pelabuhan Legon Bajak bersolek, berbagai pembangunan sudah dijalani. Sesekali kapal cepat bersandari di pelabuhan tersebut. Pun dengan Bandara Dewadaru Karimunjawa, perpanjangan landasan pacu memantik rute domestik ke Karimunjawa. 

Kami pun tergerak. Bermodalkan dana terbatas, sedikit demi sedikit kami turut meramaikan usaha penginapan. Di Kemujan, pembangunan hotel mulai terlihat, usaha-usaha penginapan di tepian pantai makin banyak. Rata-rata, penginapan dibangun masyarakat sendiri. 

Satu bangunan sudah berdiri. Rumah kecil dilengkapi kamar, teras, kamar mandi pun berdiri kokoh. Konsep bangunan rumah panggung yang kami ambil. Nantinya, tidak jauh dari sini bakal ada bangunan yang lebih besar. 
Penginapan Batu Putih Cottage Karimunjawa
Penginapan Batu Putih Cottage Karimunjawa
Batu Putih Cottage namanya. Percaya atau tidak, nama ini merupakan ideku. Ketika orang rumah bingung memberi nama untuk penginapan. Aku percaya diri dengan menyematkan nama tersebut. Keluarga setuju. Saat itu juga, aku membuat akun media sosialnya. 

Nama Batu Putih sendiri berasal dari sebutan pantainya. Aku rasa, nama populer pantai batu putih sudah cukup dikenal. Sehingga, dari sana kami mulai membuat langkah bagaimana nantinya penginapan ini mumpuni dan menarik perhatian para wisatawan. 

Satu bangunan sudah siap, listrik sudah ada, dan kami pada dasarnya sudah bisa menyambut tamu. Tentu dengan segala keterbatasan yang ada. Tidak ada target di tahun 2020, terlebih pandemi menyerang segala sektor. 

Di tahun 2021, kami mulai menapaki masa baru. Memaksimalkan satu bangunan terlebih dahulu, sembari menyelesaikan bangunan yang lainnya, serta menambah fasilitas umum. Jembatan kecil sudah ada, tinggal kamar mandi untuk wisatawan yang datang dan tidak menginap, serta tempat kecil untuk beribadah. 
Dermaga kayu kecil tempat bersantai ataupun memancing
Dermaga kayu kecil tempat bersantai ataupun memancing
Lahan yang nantinya kami kelola lumayan luas. Ada keinginan menyediakan peralatan kamping, menarik minat para wisatawan yang hendak menikmati waktu dengan menyalakan api unggun, serta menikmati sepoinya angin laut. 

Di beberapa kesempatan, sudah beberapa kali lahan ini dijadikan area kamping. Mulai dari kawan sesama bloger yang sudah datang ke Karimunjawa, ataupun wisatawan yang kebetulan ingin mencari area kamping di Karimunjawa. 

Melihat ini semua, kami harus menyediakan fasilitas kamar mandi di luar, agar nantinya para wisatawan yang kamping bisa dengan mudah mendapatkan MCK. Semua harus berproses dengan selangkah demi selangkah. 
Lahan luas bisa untuk berkemah di tepian pantai
Lahan luas bisa untuk berkemah di tepian pantai
Tak banyak yang bisa aku ceritakan, karena usaha rintisan keluarga kami belum berjalan dengan maksimal. Tapi, kami optimis dengan banyak kolega, setidaknya ada jalan untuk menggapai ke sana. Sejatinya, sebuah rintisan usaha itu bisa berkembang dari banyaknya kolega. 

Aku sendiri mempunyai keinginan, nantinya ketika ada kawan bloger yang ingin berlibur ke Karimunjawa bisa menginap di sini. Dari pengalaman dan masukan kawan-kawan narablog, pastinya kami mempunyai banyak ide untuk lebih berkembang. 

Kutarik nafas panjang, secara berlahan mengembuskannya. Aku duduk di tangga Batu Putih Cottage, melihat sekeliling dan merasakan kesunyian. Aku yakin masih banyak orang yang ingin berlibur untuk menepi dari keramaian. 
Bersantai di Batu Putih Cottage Karimunjawa
Bersantai di Batu Putih Cottage Karimunjawa
Teras penginapan menghadap ke pantai. Barisan pantai di utara hingga timur terbentang luas. Sementara sisi barat tertutup daratan. Sesekali tampak kapal nelayan melintas. Kapal-kapal tersebut hendak sandar di pelabuhan hadirin. 

Di sini, kami berusaha menciptakan suasana tersebut. Lebih banyak berinteraksi dengan kawan atau keluarga, meletakkan gawai, serta memotret panorama alam kala lagi, sampai menari dengan riak-riak ombak menjelang siang.

Seperti yang aku bilang pada judul tulisan ini. Jika berlibur ke Karimunjawa, menginaplah di Batu Putih Cottage. Kalaupun tak menginap, singgahlah di sini untuk sesaat. Abadikan sudut-sudut yang menarik perhatian, unggah di media sosial, dan tandai akun Instagram batuputihcottage.

13 komentar:

  1. mantap usul ide penamaan diterima
    semoga sukses usahanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehheh, makasih mas. Sukses untuk kita semua

      Hapus
  2. Pengen banget bisa ke Karimunjawa. Pantainya bagus-bagus kayaknya. Apalagi foto-foto siluetnya, yang sering aku lihat di akun ig mas sitam juga. Semoga usahanya lancar, mas. Semoga nanti aku juga bisa berkunjung ke Batu putih cottage

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, terima kasih. Karena memang lokasinya pulau ya, jadi banyak pantai di tiap sudutnya

      Hapus
  3. wah jadi kangen karimunjawa. terakhir kesana tahun 2017 hiksssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sudah hampir 4 tahun dong ya. Tapi nggak berubah drastis, kok

      Hapus
  4. Aku lgs add IG nya :). Kalo nanti aku main2 ke Karimun Jawa, aku pastikan stay di sana :).

    Semoga cottagenya semakin dikenal, dan makin banyak yg DTG mas. Pariwisata memang blm pulih, tp kalo sudah, aku yakin Karimun Jawa bakal ramai lagi dgn wisatawan.

    Bgs juga idenya membuat tempat camping. Jd segmen tamunya bisa bermacam2, dr keluarga yg ingin stay di cottage sampe orang2 yg suka kemping :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak, pokoknya kalau dolan Karimunjawa berkabar saja. Minimal bisa mampir dolan di pantai sini

      Hapus
  5. Keren, mas! Sukses usahanya, cakep namanya. Kalo ke Karimunjawa aku pasti mampir ke sini :) Nggak perlu buru-buru, satu per satu, semua akan jadi padu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa ke sini, mas. Biar melepas lelah sambil menepi dari keramaian

      Hapus
  6. catettt, semoga nanti nanti ada kesempatan buat balik lagi kesana. Emang cakeppp dari dulu, nggak salah kalau pengen balik lagi ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa kembali dolan ke Karimunjawa :-)

      Hapus
  7. Aku belum pernah ke Karimunjawa :D Cottage-nya beneran masih natural banget, kayak belum tersentuh manusia hihihi :)Model rumah panggung cocok ada di tepi pantai. Begitu bangun tidur, langsung liat pemandangan lautnya deh. Bagus namanya Batu Putih. Semoga sukses usaha penginapannya ya mas Roellah.

    BalasHapus

Pages