Menyambangi Spot Foto di Stasiun Kereta Api Rewulu, Bantul - Nasirullah Sitam

Menyambangi Spot Foto di Stasiun Kereta Api Rewulu, Bantul

Share This
Gerbong kereta di Stasiun Rewulu
Gerbong kereta di Stasiun Rewulu
Mendung tebal menyelimuti sebagian besar wilayah Jogja. Aku bimbang, apakah tetap melanjutkan rencana bersepeda, atau malah membatalkannya. Kamera dan gopro sudah siap dalam tas kecil, sepeda pun telah kuperiksa sedari kemarin.

Meski dalam hati yakin hujan turun, aku tetap memutuskan untuk bersepeda. Kali ini, tujuanku ke Stasiun Rewulu. Stasiun kereta api yang berlokasi Argomulyo, Sedayu, Bantul. Beberapa kali aku sempat salah mengucap di vlog, kukira stasiun kereta api ini berlokasi di Kulon Progo.

Sengaja kupilih jalan Godean untuk perjalanan berangkat. Jalan-jalan utama disekat, sehingga aku harus memilih jalur aman. Hingga akhir juli, belum ada tanda-tanda PPKM Darurat dicabut. Bisa jadi malah diperpanjang lagi.

Tidak kubuka rute di gawai. Aku coba sebisa mungkin menyusuri jalanan di sekitaran Godean. Secara sederhana, aku tinggal melintas jalan utama, lalu belok kiri. Kalau mentok bingung, baru melihat rute di gawai. Misalkan nyasar, setidaknya masih satu arah.
Bertemu dengan pesepeda di perjalanan
Bertemu dengan pesepeda di perjalanan
Benar juga, pada akhirnya aku sedikit salah jalur. Kuambil gawai dan melihat rute. Panduan rute di gawai membuatku sedikit melebar. Pasar di sini ramai, mungkin karena jam buka dibatasi. Tanpa sengaja, aku bertemu dengan Mbah Supono. Beliau adalah pesepeda ontel.

Plang petunjuk arah searah dengan jalan ke Museum Soeharto. Aku berhenti di tepian jalan, mengambil kamera dan memotret pesepeda yang melintas. Setidaknya ada banyak rombongan yang melintas. Mungkin sebagian dari mereka ada yang pulang dari spot foto stasiun Rewulu.

Dari kejauhan tampak gerbong kereta api yang melintang di atas rel. Aku berhenti, mencoba melihat jalur alternatif melintasi pematang sawah. Kuturuti jalan setapak, sepertinya jalur ini bisa tembus hingga jalan di seberang.

“Bu, kalau tempat foto kereta api itu tepatnya di mana, nggih?” Tanyaku pada ibu yang hendak ke sawah.

Beliau menunjuk gerbong yang hendak kutuju sembari mengatakan jika jalur setapak ini bisa tembus lokasi tersebut. Kuucapkan terima kasih dan melanjutkan kayuh sepeda melintasi pematang sawah. Pepohonan kelapa berjejer di dua sisi.
Jalan setapak tidak jauh dari Stasiun Rewulu
Jalan setapak tidak jauh dari Stasiun Rewulu
Anak kecil sedang asyik bermain lumpur, menunggu ayahnya di tengah sawah. Aku tertarik dengan spot ini, kutaruh kamera lalu mengabadikan diri. Nyatanya, jalur ini juga menjadi spot foto bagi sebagian pesepeda. Kulihat, tadi ada yang sempat berhenti dan foto di sini.

Gerbong kereta api tampak jelas. Hamparan sawah menjadi pemanis mata memandang. Jalur lorong di tengahnya. Pohon kapuk berdiri kokoh di tepian jalan. Masyarakat setempat sudah beraktivitas di sawah. Sebagian lagi momong anak di tepian jalan.

Kembali kusapa sekumpulan bapak di tepian jalan. Mataku tertuju pada gerbong kereta api yang tak bergerak. Inilah gerbong kereta api di stasiun Rewulu. Salah satu stasiun kereta api yang ada di Bantul, khususnya kereta minyak.

Kumasuki lorong jalur yang melintas di atas rel kereta api. Di balik gerbong tersebut, tampaklah spot foto yang sering digunakan pesepeda untuk berswafoto. Deretan pohon kelapa terpisah jalan aspal, dan di tengahnya lorong. Spot swafoto yang strategis.

Stasiun kereta api Rewulu ini berlokasi di Sedayu, Bantul. Dari berbagai literatur yang kubaca, konon hanya diperuntukkan sebagai kereta api pengangkut bahan bakar minyak milik pertamina. Bukan sebagai kereta api penumpang layaknya Prameks.
Hamparan sawah menghijau tak jauh dari Stasiun Rewulu
Hamparan sawah menghijau tak jauh dari Stasiun Rewulu
Kereta api di sini membawa bahan bakar ke Cilacap dan Madiun. BBM yang dibawa sejenis avtur hingga solar dan premium. Keberadaan stasiun Rewulu ini menjadi daya tarik masyarakat sekitar. Kala sore hari, bisa kita lihat orang tua yang momong anaknya di sekitaran rel.

Spot foto di stasiun kereta api Rewulu memang menjadi tujuan para pesepeda kala pagi. Setelah mereka berfoto di sini, nantinya bisa melanjutkan berjalanan ke destinasi selanjutnya yang dekat seperti Museum Soeharto, atau malah duduk santai di warung-warung terdekat.

Beda halnya dengan sore hari, sekitaran stasiun dipenuhi masyarakat setempat dan penjual jajan hingga mainan anak-anak. Bagi sebagian masyakarat, stasiun Rewulu adalah tempat wisata yang tepat untuk bersantai kala sore sambil momong anaknya.

Para penjual pun seperti ketiban rezeki. Setidaknya, jualan mereka laris manis. Di sana pun sudah tersedia tempat sampah, sehingga diharapkan para pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Tak hanya di stasiun Rewulu, sebenarnya di sekitaran stasiun Lempuyangan pun tiap sore banyak masyarakat sekitar yang momong anaknya.

Satu hal yang harus diperhatikan para pengunjung, orang tua wajib benar-benar menjaga anaknya. Ditakutkan ada kereta api yang melintas. Dari berbagai foto yang tersebar, tampak ada yang berfoto duduk di ruas rel. Menurutku, ini yang kudu dihindari.
Spot foto di Stasiun Rewulu Kulon Progo
Spot foto di Stasiun Rewulu Kulon Progo
Bangunan stasiun Rewulu tidaklah besar, beberapa bangunan berjajar tak jauh dari ruas rel kereta. Tulisan papan nama UPT Depo Gerbong Besar Rewulu berdampingan dengan papan informasi larangan masuk selain petugas.

Tembok di sekitaran lorong tak luput dari sasaran para oknum yang mencoret dengan berbagai cat. Di atasnya, gerbong kereta api sedang terdiam. Aku mengambil kamera, memotret momentum yang tepat untuk stok foto.

Selama di sini, tak banyak pesepeda yang melintas. Ada sepasang muda-mudi pesepeda yang sedari tadi berfoto di spot pohon kelapa. Ditambah dua pesepeda yang hanya melintas. Bisa jadi karena mendung atau aku yang agak siang.

Gerimis mulai menerpa, di penghujung bulan juli mendung tebal menggelayut. Sesekali rintik gerimis. Tanda-tanda bakal lebih deras. Aku masih sabar menunggu pesepeda yang melintas. Hingga pada akhirnya ada seorang bapak yang mengayuh sepedanya.

Secepatnya kuabadikan ketika beliau melintas tepat di lorong. Tombol shutter sedari tadi terus kupencet. Entah berapa foto yang kudapatkan dalam satu kesempatan. Tangan kanan fokus memotret, tangan kiri tetap memegang gopro agar terekam.
Memotret pesepeda yang melintasi jalan lorong
Memotret pesepeda yang melintasi jalan lorong
Aku tak bisa berlama-lama di sini. Tanda-tanda hujan mulai tampak jelas. Bergegas kuambil sepeda melintasi jalur yang lain menuju jalan raya. Jalanan mengarahkan pada perkebunan tebu, belok kanan, dan mengambil jalan kiri hingga tembus jalan raya.

Tepat di jalan raya, hujan turun deras. Aku sedikit kelabakan, sembari berteduh di bawah pohon besar. Sesaat diam, hujan reda, kembali kukayuh pedal secepatnya. Hari ini aku bermain dengan hujan, setidaknya tiga kali berteduh dari guyuran air.

Tuntas sudah target mengunjungi stasiun Rewulu. Keinginan memotret di spot jejeran pohon kelapa berlatar belakang gerbong kereta api sudah terlaksana. Bagi pesepeda, tempat-tempat seperti ini bisa dijadikan tujuan kala sedang akhir pekan. Tentunya makin banyak foto-foto yang bertebaran di linimasa. *Stasiun Rewulu; 31 Juli 2021.

10 komentar:

  1. syahdu sekali foto lorong dengan pesepeda dan kereta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok buat santai dan ambil konten foto, mas

      Hapus
  2. unik banget destinasi spot fotonya mas Sitam .... jarang tempat lain punya spot foto yang ada keretanya seperti ini 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, di sini bisa ambil foto sepeda berlatar belakang kereta api.

      Hapus
  3. wah gowese santai tenan mas, aku klo gowes gak sempet pegang kamera apalagi kalau sendirian, mau bikin video blm bisa istiqomah hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tim gowes sante mas. Biasanya bawa gopro buat merekam, pas mau motret keluarin kamera baru motret hahahaha

      Hapus
  4. Mas, jadi ini sebenernya kereta api yang masih beroperasi, membawa minyak Pertamina, tapi kebetulan aja sedang diem yaaa keretanya?

    Unik banget tempatmu buat foto2 :D. Tapi pada dasarnya hasil fotomu mah selalu bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereta Apinya aktif, memang di sini ada beberapa lajur rel, jadi kita bisa memotret kereta api yang sedang berhenti

      Hapus
  5. Keoengen makan2 di area Kulon Progo deh hehehe :D Jarang2 nih orang atau pesepeda fotoan di Stasiun Kereta kayak Mas Sitam begini. Cakep :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enaknya di Jogja dan sekitarnya seperti ini, mbak.
      Bisa nyari spot buat foto dan gratis heheheh

      Hapus

Pages