Segelas Es Kopi Susu di Sellie Coffee Malioboro - Nasirullah Sitam

Segelas Es Kopi Susu di Sellie Coffee Malioboro

Share This
Segelas es kopi susu di Sellie Coffee Malioboro
Segelas es kopi susu di Sellie Coffee Malioboro
Pukul 10.40 WIB, kulangkahkan kaki menuju salah satu ruko yang berada di ujung jalan Dagen. Tepatnya ruko Batik Adiningrat, sebuah penanda di lantai bertuliskan Sellie Coffee mengarahkan pada tangga. Aku menaiki anak tangga tersebut, di sana terdapat sebuah kedai kopi.

Sellie Coffee Malioboro sudah buka sedari pagi. Tampak ada tiga orang yang berdiskusi. Mereka duduk di ruangan tengah bebas rokok. Aku sendiri menyapu pandangan, lantas berpikir ingin memesan minuman panas atau dingin.

Awalnya, aku memang sudah ada agenda di sekitaran Malioboro. Ingin membeli sedikit keperluan, lantas pulang kos. Begitu di atas Teman Bus, transportasi pengganti Trans Jogja, ada pesan yang membuatku harus menyelesaikan pekerjaan.

Beruntungnya pagi ini aku membawa laptop. Kucari tempat untuk menepi sejenak sembari menuntaskan pekerjaan. Pikiranku tertuju pada Sellie Coffee. Salah satu kedai kopi yang ada di Malioboro. Dulunya, aku tahu Sellie Coffee yang di dekat Prawirotaman.
Sellie Coffee di jalanan Malioboro
Sellie Coffee di jalanan Malioboro
Kuketik kata “Sellie Coffee Malioboro” di gawai, patokan lokasi sudah kuketahui. Begitu turun dari Teman Bus, langsung menuju kedai kopi tersebut. Suasana jalan di Malioboro lumayan tersendat. Di sini, sesekali tampak kemacetan.

Tulisan Sellie Coffee dengan slogan Indonesian Traditionally Coffee begitu jelas terpampang di salah satu ruko. Di depannya, deretan becak motor sedang mangkal menunggu wisatawan yang hendak berkeliling menuju pusat perbelanjaan.

Tiga orang tampak di balik meja barista. Dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka kompak menyapaku. Aku sapa balik dan mencari daftar menu yang biasanya ada di meja. Daftar minuman sudah terpajang di meda kasir, aku tinggal memilih minuman.

Dinding-dinding penuh ornamen semacam motif batik. Lelaki yang berjaga langsung mencatat pesananku. Pagi ini kucoba memesan es kopi susu. Aku meminta kepada agar es-nya dikurangi. Seperti yang biasa kusampaikan ke barista lain ketika memesan minuman dingin.
Memasuki Sellie Coffee Malioboro di lantai dua
Memasuki Sellie Coffee Malioboro di lantai dua
Di sini juga menyediakan minuman kopi manual seduh. Beberapa biji kopi dalam stoples tertata rapi. Hanya saja, untuk sekarang aku lebih memilih minuman yang manis. Mungkin di lain kesempatan bakal menjajal minuman yang manual seduh.

“Mohon tunggu sebentar mas. Nanti kami panggil untuk pesanannya,” Terang mas yang bertugas.

Di Sellie Coffee Malioboro, konsepnya memang melayani sendiri. Artinya, barista ataupun pramusaji tidak mengantarkan minuman ke meja pengunjung. Kita diminta duduk di dekat area meja kasir, lantas dipanggil ketika pesanan sudah dibuatkan.

Berbagai minuman beragam ditawarkan oleh Sellie Coffee. Mulai dari kopi, teh, coklat, hingga jus. Tidak ketinggalan berbagai varian minuman dingin yang bisa dipesan. Minuman es kopi susu yang kupesan harganya 25.000 rupiah.

Rentang harga minuman di Sellie Coffee dimulai dari 17.000 rupiah hingga 29.000 rupiah. Pada dasarnya harga ini cenderung seragam dengan beberapa kedai kopi di Jogja. Menurutku malah agak lebih murah karena lokasinya ada di pusat keramaian Malioboro.
Daftar menu dan harga di Sellie Coffee Malioboro
Daftar menu dan harga di Sellie Coffee Malioboro
Sebenarnya, di Sellie Coffee Malioboro juga menyediakan berbagai kudapan yang bisa dinikmati sembari menyesap minuman. Dari daftar menu yang tertulis, di sini tersedia camilan seperti pisang goreng, pisang bakar, ataupun singkong goreng. Sepertinya menarik untuk dicoba lain waktu.

Ada tiga ruangan tersekat kaca transparan di Sellie Coffee Malioboro. Ruangan-ruangan ini bisa dimanfaatkan para pengunjung yang ingin bersantai. Ruangan pertama bergabung dengan bagian meja barista. Terdapat beberapa meja dan kursi, bisa untuk berbincang dengan kolega.

Pada ruangan tengah, ini lebih nyaman. Di ruangan satu dan tengah memang tertutup, sehingga tampak jelas larangan merokok ataupun menggunakan vape. Harapannya tentu agar asap ataupun bau vape tak mengganggu pengunjung yang lainnya.

Dilihat sekilas, ruangan tengah lebih nyaman untuk bekerja atapun berdiskusi dengan kolega. Tiga pengunjung awal pun bersantai di ruangan tengah. Mereka tampak menikmati suasana yang masih tenang. Aku menilik ruangan terbuka yang menghadap ke jalanan Malioboro.
Salah satu sudut ruangan terbuka di Sellie Coffee Malioboro
Salah satu sudut ruangan terbuka di Sellie Coffee Malioboro
Pilihanku malah duduk di ruangan terbuka. Dari sini, aku bisa melihat lalu-lalang keramaian Malioboro. Biasanya, tempat terbuka seperti ini sering dijadikan pengunjung yang suka nongkrong sambil merokok. Dan benar saja, selang setengah jam, sudah ada empat remaja yang datang sembari merokok.

Kupilih ruangan terbuka karena memang suka dengan suasana yang terdengar kendaraan lalu-lalang. Selain itu, aku juga mencari meja yang dilengkap dengan stopkontak. Ruangan terbuka dikonsep dengan meja panjang tersemat menghadap jalan dilengkapi kursi-kursi.

Akses internat kudapatkan dari barista. Memang sedari awal masuk langsung menanyakan stopkontak dan jaringan interet. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang menuntut untuk mengakses file serta mengirimkan drat yang belum terselesaikan.

Untuk pagi ini, aku cukup menikmati es kopi susu. Minuman dingin ini dibuat sesuai dengan permintaanku, sedikit es. Sembari membuka laptop, kunikmati minuman dingin tersebut. Aku sibuk dengan pekerjaan yang datang secara mendadak.
Menikmati Es Kopi Susu di Sellie Coffee Malioboro
Menikmati Es Kopi Susu di Sellie Coffee Malioboro
Pada dasarnya, Sellie Coffee ketika baru buka hingga menjelang sore masih nyaman untuk bekerja di ruangan terbuka. Jika memang datang sore ataupun sewaktu jam-jam ramai pengunjung, aku menyarankan untuk duduk di tempat tertutup.

Suasana pagi nyaman, sehingga pekerjaan tuntas tepat waktu. Pelayanan barista juga menyenangkan. Tempat sampah di ruangan terbuka sudah tersedia. Untuk toilet ada di ruangan tengah, tentunya bersih dan nyaman.

Sellie Coffee bisa menjadi opsi ketika nantinya aku ada kawan yang ingin bertemu di Malioboro. Meski tidak tersedia makanan berat, biasanya teman datang lebih suka menikmati minuman dan camilan yang tersedia. Kalian bisa menjajal mengunjungi kedai kopi ini ketika bermain ke Malioboro.

Laptop kumatikan, semua barang kumasukkan dalam tas. Sampah gelas plastik kubuang pada tempatnya. Aku meninggalkan Sellie Coffee, tak lupa menyapa barista dan pramusaji yang duduk santai menunggu pengunjung datang. Selain itu, aku juga memosting minuman dan menu di twitter serta menandai akun Sellie Coffee. *Malioboro, 27 November 2022.

4 komentar:

  1. suka banget ama interiornya, yang di dekat kasir, serba batik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Jogja, bisa dolan ke sini, mas. Tempatnya di malioboro heheehe

      Hapus
  2. Sekaramg kopi susu mudah ditemui di setiap coffee shop. Menu ini juga yang paling bersahabat untuk semua kalangan. Tempatnya asyik, bisa melihat aktivitas warga di malioboro.

    BalasHapus

Pages