Sejak hari pertama di Kupang, kami langsung mencari informasi tentang pusat perbelanjaan, khususnya oleh-oleh khas Kupang. Dari beberapa informasi yang kudapatkan, mengerucut di dua pusat oleh-oleh. Akhirnya kami memilih Ibu Soekiran sebagai tujuannya.
Dua mobil berangkat ke toko Ibu Soekiran. Sepanjang perjalanan, aku penasaran dengan nama “Soekiran”. Nama tersebut identik dengan nama Jawa. Pun dengan toko oleh-oleh satunya. Untuk sementara waktu, rasa penasaran tersebut kusimpan.
Perjalanan menuju toko ibu Soekiran tak lama. Kami melintasi jalan sekitar GOR yang menurut pengemudi selalu rusak. Tak lama kemudian, sampailah kami di toko ibu Soekiran. Toko ini tidak besar, namun menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk belanja oleh-leh di Kupang.
Berlokasi di Jl. Amabi No. 79, Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, oleh-oleh Ibu Soekiran mudah diakses. Untuk kendaraan roda empat bisa parkir di halaman. Jika menggunakan bus, harus parkir di pinggir jalan.
![]() |
| Pusat perbelanjaan Toko Ibu Soekiran Kupang |
Kedatangan kami yang pertama lumayan lengang. Hanya ada beberapa pengunjung lainnya. Aku melihat berbagai oleh-oleh khas NTT untuk dibeli. Se’I sapi menjadi salah satu oleh-oleh yang paling dicari. Rombongan kami fokus mencari oleh-oleh yang kering, karena masih ada 3 hari di Kupang.
Se'i Sapi, Abon Sapi, dan Dendeng Sapi memang paling banyak yang dibeli. Sejak datang, beberapa kawan udah memilah-milah abon dan dendeng. Aku masih santai melihat berbagai makanan kering yang bisa dibawa.
Berbagai cemilan seperti Jagung Titi (Emping Jagung), Kue Rambut, Permen Hela, Kue Kenari dan yang lainnya pun beragam dengan harga yang terjangkau. Aku mengambil beberapa cemilan untuk kunikmati selama di Kupang.
Beberapa cemilan kering lumayan familiar bagiku. Kawan-kawan yang biasanya pulang NTT dan kembali kuliah di Jogja terkadang membawa makanan kering. Aku terus memilih beberapa makanan, pun dengan kerupuk dan kacang.
![]() |
| Etalase di Toko Ibu Soekiran Kupang |
Salah satu yang tidak boleh terlupakan adalah kopi bubuk. Di toko Ibu Soekiran ini beragam kopi yang dipajang. Aku membeli beberapa kemasan kopi untuk kubagikan. Mulai untuk ruangan kerja, kos, rumah, dan sejawat.
Pusat oleh-oleh Ibu Soekiran memang menjadi salah satu tujuan belanja para wisatawan yang datang ke kota Kupang. Meski tidak sebesar pusat oleh-oleh layaknya di beberapa kota, namun keberadaannya sangat membantu para wisatawan untuk belanja.
Selama di Kupang, aku menyambangi toko oleh-oleh Ibu Soekiran sebanyak dua kali. Untuk yang kedua, kami sepulang dari kegiatan di Universitas Nusa Cendana. Tampilanku cukup mencolok, karena menggunakan pakaian surjan lengkap dnegan blangkon.
“Dari Jogja, mas?” Tanya seorang ibu yang turun dari mobil sembari membawa stok belanjaan.
“Iya bu,” jawabku sambil tersenyum.
“Saya asalnya Bantul, mas,” ujar ibu tersebut kembali.
Aku terkejut sekaligus girang. Kami berbincang sejenak, dan ternyata beliau adalah pemilik toko oleh-oleh Ibu Soekiran. Beliau mengatakan kalau Ibu Soekiran adalah ibu beliau. Untuk kedua kalinya aku terkejut. Obrolan hanya sebentar, kemudian beliau meminta izin kembali menaiki mobil, sudah ditunggu di luar.
![]() |
| Berbagai jenis kopi lokal di Toko Ibu Soekiran Kupang |
Akhirnya, rasa penasaranku atas penamaan “Ibu Soekiran” terjawab. Bahkan aku bertemu dengan generasi keduanya. Sayangnya, pertemuan cepat ini tak terabadikan dalam foto ataupun vlog. Dari sapaan beliau tadi, terlihat kalau ibu tersebut riang melihat kami datang menggunakan pakaian adat Jawa.
Setelah itu, aku berusaha mencari informasi tentang toko oleh-oleh Ibu Soekiran. Ternyata, generasi pertama itu sekitar tahun 1960-an. Ibu Soekiran merintis usaha kecil-kecilan, dimulai dengan sebuah warung makan sederhana. Hingga akhirnya memiliki tokoh oleh-oleh Kupang.
Sepanjang perjalanan, konsep toko mulai terlihat menuju “pusat oleh-oleh Kupang” dengan berbagai produk lokal yang dijual. Lambat laun, para wisatawan datang untuk belanja, hingga kini menjadi salah satu toko pusat oleh-oleh Kupang yang ramai dikunjungi pelancong.
Tentu saja dengan adanya toko oleh-oleh Ibu Soekiran memberi dampak positif bagi UMKM di Nusa Tenggara Timur. Berbagai produk olahan masyarakat NTT seperti kopi dan cemilan kering yang lainnya menjadi dikenal dan dijadikan oleh-oleh para wisatawan
![]() |
| Kain tenun khas NTT di Toko Ibu Soekiran Kupang |
Sayangnya, sewaktu aku datang, kaus yang bertuliskan Kupang belum lengkap. Padahal aku ingin membelikan untuk sikecil. Akhirnya, aku membeli souvenir seperti bando dan yang lainnya. Untuk kain, aku mendapatkan cendera mata dari kawan di Kupang. Dia memberikan hadiah kain tenun khas Sumba NTT.
Sebagai informasi, di NTT ada banyak kain tenun. Mulai dari kain tenun khas Timor, Alor, Flores, Sumba, Rote, hingga Atambua. Setiap daerah memiliki corak dan motif yang berbeda. Dua kali datang ke toko oleh-oleh Ibu Soekiran, kami membawa beberapa kardus buah tangan untuk teman-teman di Jogja
Menariknya, masih satu deretan ruko di toko oleh-oleh Ibu Soekirang, terdapat layanan pengiriman JNE. Beberapa kawan malah langsung mengemas barang dan mengirimkan ke Jawa melalui JNE dengan tujuan mengurangi bagasi pesawat.
Toko Oleh-oleh Ibu Soekiran bisa menjadi opsi bagi wisatawan yang datang ke kota Kupang untuk belanja. Ada banyak produk olahan masyarakat NTT, berbagai kemasan kopi yang nikmat, serta kain-kain indah hasil karya masyarakat NTT. *Kupang; 08 September 2025.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar