Kuliner Rujak Soto di Waroeng Kemarang Banyuwangi - Nasirullah Sitam

Kuliner Rujak Soto di Waroeng Kemarang Banyuwangi

Share This
Kuliner Rujak Soto khas Banyuwangi
Menjelang malam, agenda bebas. Aku diajak kawan untuk bertemu dengan kawan lamanya. Kawanku ini memang pernah tinggal di Banyuwangi, sehingga dia ingin semacam nostalgia melintasi area rumahnya yang dulu pernah ditinggali. Kemudian kami berlanjut kuliner.

Salah satu kuliner yang ingin aku nikmati selama di Banyuwangi adalah Rujak Soto. Berhubung kami dijemput warga lokal. Kami diajak kuliner malam di Waroeng Kemarang Banyuwangi. Lokasi yang lumayan jauh dari Ketapang Indah Hotel.

Berlokasi di Jalan Perkebunan Kalibendo, Wonosari, Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Waroeng Kemarang menjadi pilihan. Perjalanan malam ini lumayan lama. Kami datang ketika warung akan tutup dalam waktu kurang satu jam.

“Masih bisa pesan, mbak?” Tanya kawan memastikan.

“Masih pak. Silakan duduk dulu, kami nanti membawakan daftar menunya,” jawab pegawai Waroeng Kemarang.
Kuliner malam di Waroeng Kamarang Banyuwangi
Kuliner malam di Waroeng Kamarang Banyuwangi
Aku tidak banyak tahu kuliner khas di Banyuwangi, namun salah satu kuliner yang ingin kucicipi adalah Rujak Soto. Di Waroeng Kemarang tersedia menu tersebut, serta direkomendasikan kawan yang mengajak kami.

Aku memesan satu porsi Rujak Soto, sementara dua kawan yang lainnya setengah porsi. Suasana Waroeng Kemarang cukup tenang, terlebih memang lokasinya tidak di perkotaan. Namun, tetap saja menjadi salah satu tujuan kuliner di Banyuwangi.

Bangunan terbuat dari kayu seperti limasan dipenuhi meja dan kursi. Tak jauh dari tempat duduk kami, satu rombongan keluarga juga sedang asyik menikmati santap malam. Sepertinya mereka sudah mau selesai, bisa jadi kami adalah pelanggan yang datang terakhir.
Suasana Waroeng Kamarang Banyuwangi menjelang tutup
Suasana Waroeng Kamarang Banyuwangi menjelang tutup
Kusapu pandangan, Waroeng Kemarang menata seperangkat gamelan khas osing, pun dengan Omprok Gandrung. Waroeng Kemarang sepertinya didesain terbuka, lengkap dengan gazebo yang ada di sekitar. Jika datang siang hari, tentu jauh lebih menyenangkan.

Kawan sudah menulis pesanan. Tiga Rujak Soto dan seporsi Sego Tempong. Kedua menu ini merupakan kuliner khas Banyuwangi yang harus dicicipi. Aku sendiri memang memilih Rujak Soto karena kuliner tersebut memiliki perpaduan yang unik.

Pelayanan di Waroeng Kemarang cukup cepat. Minuman yang dipesan sudah datang, berlanjut dengan makanan secara berkala. Selain dua kuliner andalan tersebut, kami juga memesan tahu petis. Konon, menikmati Rujak Soto kurang lengkap tanpa tahu petis.

Tidak hanya itu, kami juga memesan camilan yang manis. Kue kucur menjadi pilihan yang tepat. Di beberapa tempat, kue kucur ini juga disebut dengan nama kue cucur. Kue yang sering kunikmati sewaktu masih kecil di Karimunjawa, karena emak sering membuat kue tersebut.
Berbagai menu andalan Waroeng Kamarang Banyuwangi
Berbagai menu andalan Waroeng Kamarang Banyuwangi
Nasi Tempong sudah disajikan, konon Sego Tempong ini adalah nasi dengan sambal yang sangat pedas. Pesanan Rujak Soto sudah datang, porsinya sangat besar. Pantas saja dua temanku memesan setengah porsi.

Sesuai dengan namanya, Rujak Soto adalah perpaduan antara rujak dengan soto, sehingga menjadi citarasa yang unik. Citarasa inilah yang menjadikan Rujak Soto sebagai ikon kuliner di Banyuwangi. Bisa jadi, perpaduan dua kuliner menjadi satu ini yang nyentrik di Jawa.

Bagi sebagian orang yang belum pernah mencoba, tentu merasa aneh dengan kuliner Rujak Soto. Namun, kuliner yang menggabukan kesegaran rujak sayur dengan kuah soto yang hangat menjadikan sensasi yang unik. Ada rasa gurih, manis, pedas, serta segar dalam satu suapan.
Santap malam Rujak Soto di Waroeng Kamarang Banyuwangi
Santap malam Rujak Soto di Waroeng Kamarang Banyuwangi
“Jangan lupa, dimakan dengan tahu petisnya juga,” celetuk kawan yang merekomendasikan Rujak Soto.

Katanya, makan Rujak Soto memang lebih nikmat jika diawali dengan tahu petis, baru suapan Rujak Sotonya. Aku mengikuti arahan tersebut, sebagai orang pesisir yang sudah terbiasa dengan petis, rasa Rujak Soto ini sesuai dengan lidahku.

Konon, kemunculan Rujak Soto ini masih menjadi diskusi panjang siapa pencetusnya. Namun, apapun itu, kuliner khas Banyuwangi ini menjadi sangat ikonik dan terkenal. Di beberapa tulisan, kemunculan Rujak Soto diperkirakan tahun 1980-an.

Untuk beberapa saat, kami fokus menikmati kuliner Rujak Soto. Racikan di Waroeng Kemarang memang pantas direkomendasikan kawan. Seporsi Rujak Soto benar-benar membuat perut kenyang. Namun tetap tandas olehku.

Satu kuliner khas Banyuwangi sudah kunikmati. Rujak Soto memang menjadi incaranku ketika kami tahu bakal liburan ke Banyuwangi. Bagi kalian yang berlibur ke Banyuwangi, bisa menikmati Rujak Soto di Waroeng Kemarang. *Banyuwangi; 26 September 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages