Pertama Kali Menjajal Kuliner Sambal Seruit Buk Lin Pahoman, Lampung - Nasirullah Sitam

Pertama Kali Menjajal Kuliner Sambal Seruit Buk Lin Pahoman, Lampung

Share This
Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
Sepulang dari pantai Mutun, kami sudah berdiskusi ingin kulineran di Lampung. Salah satu kuliner yang direkomendasikan oleh banyak orang adalah menjajal sambal seruit. Akhirnya, kami memutuskan untuk menutup hari pertama di Lampung dengan makan malam sambal seruit.

“Kalau yang terkenal itu Buk Lin. Searah dengan jalan pulang, tidak jauh dari hotel,” terang abang supir yang mengantarkan kami ke pantai.

Kami mengikuti rekomendasi abang supir. Mobil meluncur ke lokasi. Sambal seruit Buk Lin Pahoman ini tepat di tepian jalan raya Ir. H. Juanda, Bandar Lampung. Warung terbuka dengan warna kuning menyala sebagai penanda.

Benar saja, sekitar pukul 19.30 Wib, warung ini sudah ramai. Sepertinya memang selalu ramai seperti ini. Kami disambut pegawai yang sudah bertugas di depan. Sepertinya mereka memang sudah ada SOP dalam melayani pengunjung
Warung Kuliner Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
Warung Kuliner Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
“Berapa orang?” Tanya pegawai lelaki dengan sopan.

“Lima orang, bang,” jawabku.

Pegawai tersebut melangkah masuk ruangan. Kami mengikuti di belakang. Lantas diarahkan kami pada meja panjang paling ujung, tempatnya memang lebih nyaman. Karena tidak bersinggungan dengan pengunjung yang lainnya.

Sebagai orang awam yang kali pertama datang ke warung Sambal Seruit Buk Lin, kami menuju meja depan, bertanya menu yang tersedia. Pegawai mengarahkan kami untuk melihat dan memesan menu melalui kode batang yang sudah disediakan di tiap meja.

Berbagai menu tersedia, kami menggunakan salah satu ponsel untuk memesan. Aku sendiri memesan ikan patin pepes sambal tempoyak. Sementara teman yang lainnya sudah memilih sesuai dengan seleranya masing-masing.
Daftar menu Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
Daftar menu Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
Malam ini memang ramai pengunjung, sepertinya memang pemandangan yang wajar di sini. Silih berganti pengunjung datang dan pergi, kami masih setia menunggu pesanan datang. Minuman yang dipesan sudah terlebih dulu disajikan.

Kulirik tembok yang dipenuhi berbagai foto. Galeri foto ini menjadi bukti bahwa warung Sambal Seruit Buk Lin merupakan salah satu kuliner di Lampung yang wajib dikunjungi. Deretan artis ternama sudah pernah makan di warung Sambal Seruit Buk Lin.

Lantunan lagu kencang terdengar dari pelantang. Salah satu admin media sosial warung Sambal Seruit Buk Lin sedari tadi memegang ponsel. Sepertinya dia sedang melakukan siaran langsung di media sosial Tiktok.

Tidak lama kemudian, pesanan kami sudah datang. Cobek berukuran besar disajikan. Di dalamnya merupakan kombinasi makanan yang terdiri dari lauk, sambal terasi, tempoyak, dan beberapa sayuran segar maupun yang sudah direbus.
Berbagai menu makanan di Sambal Seruit Buk Lin
Berbagai menu makanan di Sambal Seruit Buk Lin
Jika menilik dari berbagai literatur, menikmati seruit itu sebenarnya tidak makan sendirian. Konon, nyeruit adalah cara makan di Lampung yang dilakukan secara bersama-sama. Dulunya, satu cobek besar untuk makan bersama satu keluarga ataupun kawan.

Namun sekarang, nyeruit memang sudah jarang dilakukan di banyak tempat. Warung-warung sambal seruit mengambil konsep menu kulinernya. Sementara makannya sudah menggunakan cobek sendiri-sendiri.

Malam ini, kami berlima mencoba menu yang berbeda. Namun, semuanya sepakat bahwa sambal seruit merupakan kuliner yang wajib dicoba ketika berada di Lampung. Porsi besar dengan komposisi makanan yang pas menjadi pilihan yang tepat.

Lauk ikan patin menjadi pilihanku. Sebenarnya ada beberapa pilihan ikan seperti nila, gabus, ataupun ikan baung. Pepes ikan patin yang kusantap rasanya sudah diolah menggunakan bumbu beragam, sehingga rasanya sedap di lidah.
Waktunya kita nikmati kuliner Sambal Seruit
Waktunya kita nikmati kuliner Sambal Seruit
Selain sambal terasi yang disajikan, jangan lupakan tempoyak. Kali pertama aku menikmati tempoyak itu di tahun 2010. Kala itu kawan dari Jambi kangen masakan khas daerahnya, sehingga membeli ikan patin dan sambal tempoyak.

Di warung Sambal Seruit Buk Lin ataupun tempat yang lainnya, tempoyak merupakan satu kesatuan dalam sajian sambval seruit, sehingga rasanya jauh lebih beragam ketika dinikmati. Pun dengan ragam sayuran yang sudah disajikan.

Sayuran mentah yang disajikan seperti timun, daun kemangi, daun kenikir, terong ungu kecil, serta mangga kweni. Ada juga rebusan seperti bayam, daun singkong, jagung, dan beberapa sayuran yang lainnya. Semua menjadi satu untuk disantap bersama.

Kami menikmati santapan sambal seruit khas Lampung. Percayalah, hampir semua lidah pasti cocok dengan sambal seruit, terlebih mereka yang sudah pedas. Sambalnya memang top, dan sajiannya melimpah. Malam ini kami kenyang, waktunya pulang ke hotel untuk istirahat. *Minggu; 17 Mei 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages