Edisi Bali (5-1) – Kampung Gajah di Bali Safari


Setelah menikmati beberapa hari mulai dari tiduran di hotel, ke Lembongan menikmati bounty cruises, mengunjungi Centro dan menikmati semilirnya hawa angin malam pantai Kuta. Kali ini pagi dan hampir setengah hari agenda selanjutnya adalah mendekatkan diri dengan alam, dengan mahluk-mahluk lainnya (padahal mau bilang ke Bali Safari). J
Kawasan Bali Safari
Kawasan Bali Safari
Kawasan Bali Safari
Kalau tidak salah sih lokasinya di Jl. Bypass Proff. Dr. Ida Bagus Mantra Km 19,8 (ngecek di google). Oke lanjut, setelah mengalami sedikit kemacetan karena berbarengan dengan acara lomba lari marathon. Jadi akses ke Bali Safari agak macet dan sedikit terlambat sampai sana. Aku dan rombongan sampai sana siang, dan langsung menaiki semacam bis untuk mengelilingi kebun binatang. Pokoknya kalau disini tidak diperbolehkan memakai kendaraan pribadi, jadi mau tidak mau wajib ikut bis yang udah dimodif tempat duduknya, dan pintunya pun hanya bisa dibuka dari luar. Selain itu bisnya juga unik, karena pintunya kalau tidak salah ada 4 dan samping kiri semua ini pintu.
Bis untuk keliling Bali Safari
Bis untuk keliling Bali Safari
Kami mutar-mutar mengelilingi kawasan Bali safari melihat hewan-hewan yang ada diluar sana lirik Zebra, Orangutan, Babi, Banteng, Sapi, Burung, Jerapah, Gajah, Anoa, ataupun hewan yang rada buas kayak Harimau, Singa, Buaya. Ada juga Kuda Nil, sayang waktu keliling saya mencari dan menanyakan Buaya Darat kata guide malah “Buaya daratnya didalam bus” jadi aku mikir sambil menerka-nerka siapa diantara kami yang ternyata dia itu buaya darat. Seperti siluman berarti orangnya.

Setelah capek akhirnya kami lanjutkan untuk menuju kampong Gajah, disana ada pertunjukan Gajah Sumatera yang menceritakan tentang interaksi Gajah dengan manusia. Sebelumnya sih saya sempat menyinggahi tempat Harimau Putih dulu, liat hewan yang katanya buas itu dulu. Dan seletelah puas saya lanjut ke Kampung Gajah. Ternyata dikampung gajah ada tempat duduknya untuk menonton, serasa di Stadion loh.
Gerbang Kampung Gajah
Gerbang Kampung Gajah
Pertunjukan gajah ini hampir satu jam, disini menceritakan awal gajah yang mengamuk karena kawasan hutan dirambah manusia untuk lading, dan akhirnya terjadi konflik antara manusia dengan gajah (kayak pacaran aja pakai konflik). Selanjutnya adanya pembantaian gajah yang dilakukan oleh sekelompok manusia yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari menembaki sampai tega membunuh gajah.
Konflik antara Manusia dan Gajah (Ilustrasi)
Konflik antara Manusia dan Gajah (Ilustrasi)
Pembantaian gajah oleh oknum (Ilustrasi)
Pembantaian gajah oleh oknum (Ilustrasi)
Gajah merusak lahan warga (Ilustrasi)
Gajah merusak lahan warga (Ilustrasi)
Pada akhir cerita, ternyata gajah dan manusia damai. Disana ada hubungan yang saling menguntungkan, dengan cara adanya pendekatan-pendekatan khusus agar gajah tidak merusak lading masyakat. Caranya adalah masyarakat tidak melakukan illegal logging dan tetap menyediakan hutan untuk kawasan hidupnya populasi gajah. Wah udah kayak difilm aja, seluruh gajah yang main udah pada paham kapan saat jatuh, kapan saat marah, dan kapan saat mencium manusia. Heemmm, jadi kebayang kayak apa rasanya dicium belalai gajah.
Seekor gajah menolong manusia (Ilustrasi)
Seekor gajah menolong manusia (Ilustrasi)
Evakuasi yang dilakukan oleh gajah
Evakuasi yang dilakukan oleh gajah
Tidak terasa acara di Kampung Gajah selesai, saya kembali duduk disalah satu patung gajah dan mulai berfoto ria. Setidaknya ini adalah pelampiasan karena saya tidak sempat untuk berfoto bareng bareng gajah beneran, ibarat pepatah “Gajah asli tidak dapat, patungnya pun tidak masalah” ini adalah obrolan orang lapar kayak saya saat itu.
Berpose dulu
Berpose dulu
Teman-teman narsis, aku yang motret :(
Teman-teman narsis, aku yang motret :(
Mungkin pelajaran yang bisa aku ambil dari atraksi yang dilakukan oleh Gajah tadi adalah, kita harus bisa peka dengan kehidupan mahluk lain (binatang). Jangan sampai kita terlalu rakus untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan cara merusak alam dan mengusik kehidupan populasi mahluk lainnya. SAVE GAJAH SUMATRA!!!
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment