Bersantai di Kebun Buah Mangunan

Yogyakarta selain terkenal dengan kebudayaannya, pantainya, dan kenyamanan kotanya, ternyata disini juga ada tempat wisata lain yang bisa menjadi referensi kalian jika bermain ke Yogya. Wisata ini adalah Kebun Buah Mangunan, suatu kawasan yang dipenuhi oleh buah-buahan yang bisa kita petik dan kita makan dilokasi ini. Jadi ingat kebun Strawberry dikawasan puncak, ataupun kebun Apel di Malang.
Kebun Buah Mangunan
Memetik Jambu Air di Mangunan
Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan ini berlokasi di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, DI. Yogyakarta, dan terletak di ketinggian kurang lebih 1000 meter diatas permukaan laut diperbukitan Imogiri. Dari puncak ini kita bisa melihat lekukan aliran Sungai Oya yang berhulu di pantai Parangtirits.
Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan ternyata sudah dilengkapi fasilitas untuk outbond. Mungkin kalian bisa menjadikan tempat ini sebagai salah satu opsi disaat sedang melakukan outbond. Terdapat Aula yang bisa menampung banyak orang, pendopo-pendopo kecil,  mushola, kolam pemancingan, sarana outbond (flying fox, reflying, dll), pokoknya fasilitasnya cukup lengkap.

Saat aku berkunjung kawasan Kebun Buah, buah-buahan yang sedang berbuah baru Jambu Air. Jadi sambil mengelilingi kawasan ini untuk menuju gardu pandang diatas, aku mengambil beberapa jambunya. Lumayan bisa dimakan sambil menikmati suasana perbukitan. Sampai dibukit ternyata pemandangannya sangat indah.

Dari atas kita dapat melihat aliran sungai Oya dan sebuah jembatan gantung Imogiri cukup jelas. Kita bisa merasakan suasana alam yang menyejukkan, membuat kita menjadi lebih bersemangat. Mungkin tidak ada salahnya kalian mengujungi tempat ini disaat luang ataupun kalau ingin outbond, aku yakin kalian bisa menikmati suasana alam di Kebun Buah Mangunan tanpa sedikitpun menyesalinya.
Gardu pandang mangunan
Gardu pandang mangunan
Oya kawasan ini juga tempat rute yang paling sering dikunjungi pesepeda untuk bersepeda. Karena nuansa pedesanan dan alam masih bagus membuat para pesepeda rela sarapan tanjakan yang lumayan tinggi untuk sampai dikawasan ini. Bagiku yang terpenting adalah kita bisa menjadi wisatawan yang baik, menjaga kebersihan kawasan ini, tidak mencoret-coret tembok, dan buanglah sampah pada tempatnya. 
Baca  juga postingan sebelumnya 
Mata Air Dari Curug Banyunibo
Menikmati Curahan AirTerjun Sri Gethuk
Gowes Menuju Imogiri: Santai menyeduh Wedang Uwuh
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

7 komentar :

  1. emang bener2 sudah ada buahnya ya? sepertinya tandus gitu (apalagi kalau kemarau) masak buah bisa tumbuh ya di sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu aku kesini pas musim jambu air sama sirkaya mas :-)
      Heee.. Besok gowes kemana mas? aku minggu kumpul2 di Warung Ijo bareng gowes Bhetesda.

      Delete
  2. Woooww keren ya mangunan. Aku blum kesana je

    ReplyDelete
  3. kemarin ke sana, durian sudah besar-2 tapi belum masak, nunggu 1 bulan lagi (awal maret) panen durian...muantaaap lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih infonya :-) Lingkarin kalender dulu biar nggak lupa :-)

      Delete
  4. Wah jd pingn plng kmpung....waktu aku ksna da sirsak,srikaya,jmbu air,mangga...duren..bnyk lg deh..sneng deh temptny asik kx

    ReplyDelete