Ziarah ke Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga)

Pulang dari Masjid Agung Demak (Kamis, 25 Desember 2014), aku melanjutkan tujuanku ke Makam Kadilangu (Makam Sunan Kaligaja) yang tidak jauh dari Masjid Agung Demak. Kususuri sepanjang jalan tersebut jalan kaki. Memang benar, kalau kita jalan kaki ataupun bersepeda pemandangan yang kita lihat lebih lama dan indah. Melewati keramaian pasar, akhirnya sampai dipertigaan kalau lurus kearah Kudus & Jepara, sedangkan belok kanan arah ke Kadilangu dan beberapa tempat lainnya.

Dari pertigaan ini, lokasi Makam Kadilangu masih 500 meter (menurut plang yang terpampang ditepian jalan). Aku kembali berjalan sampai akhirnya kutemukan sebuah bangunan yang bertuliskan Masjid – Makam Kanjeng Sunan Kalijaga. Untuk menuju Makam Kadilangu ini kita bisa melewati gang-gang yang ada disisi kiri, tapi aku sengaja mengikuti jalan pintu utama. Biasanya pintu utama ini ramai kalau menjelang siang hari.
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Pikiranku benar-benar meleset. Tadinya aku berpikir masih sepi, tapi ternyata penziarah sudah membludak. Awalnya dipintu masuk sudah banyak orang yang berjalan, tapi aku bisa menerobos dengan mudah. Begitu sampai ditengah-tengah jalan, ternyata sudah terasa sesak. Kiri-kanan toko-toko souvenir berjejeran, dan penziarah pun sudah berdesak-desakan untuk masuk. Aku yang menggendong ransel pun harus bekerja lebih ekstra. Kerumunan para penziarah ini tetap dipintu masuk ke dalam makam. Disana sesak karena berlalu-lalang orang keluar masuk dari dan ke makam. Mereka antri untuk mengambil ataupun menitipkan sandal sebelum masuk ke area Makam Kadilangu.
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Aku berhasil memasuki pintu dengan cepat, sepasang sandalku sudah aku titipkan ke petugas. Menyelinap diantara penziarah dari berbagai tempat memang butuh perjuangan. Beberapa penziarah mencoba menggapai tulisan atas pintu masuk makam. Sesampai di dalam ternyata lebih sepi, aku menuju bagian tamu dan meminta ijin untuk mengabadikan nanti saat di Makam Kadilangu. Selesai menadpatkan ijin, aku bergegas mengikuti arah para penziarah berjalan. Seperti pemandangan sebelumnya saat pintu masuk, disaat ada pintu yang menghadap ke Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) aku melihat lagi beberapa orang mencoba menggapai atas pintu.
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
 Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Di sinilah Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga), salah satu dari 9 wali atau yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Sunan Kalijaga yang nama aslinya adalah Joko Said menyebarkan agama Islam didaerah ini. kalian bisa membaca sejarahnya di “Sunan Kalijaga – Wikipedia” sebagai bacaan mengenai sejarah maupun dari buku-buku cetak. Di dalam area Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) sudah dipenuhi oleh penziarah.
Makam Kadilangu, Demak
Makam Kadilangu, Demak
Makam Kadilangu, Demak
Bisa kalian lihat bagaimana ramainya penziarah pagi ini. Suara lantunan ayat-ayat Alquran terdengar dari berbagai sudut. Penziarah ini sebagian besar adalah para orangtua. Mereka membaca dan mengikuti yang ustad-ustad baca dengan membaca selembaran kertas. Sebagian peziarah lainnya keluar agar penziarah yang baru datang bisa gantian masuk. Kita dapat memasukkan sumbangan (uang) pada kotak amal yang sudah tersedia dibeberapa sudut tempat ini.
Para penziarah dimakam Kadilangu, Demak
Para penziarah dimakam Kadilangu, Demak
Para penziarah dimakam Kadilangu, Demak
Aku berhenti sejenak dan duduk ditempat yang agak lebih jauh. Tidak ikut bergabung dengan penziarah-penziarah lain. Selesai berdoa sejenak, aku langsung keluar melewati jalan yang tadi aku lalui. Ini adalah kali keduanya aku menuju Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga), waktu pertama itu saat masih SMA. Perjalanan masih aku lanjutkan menuju Jepara. Aku menunggu bis Semarang – Jepara dipertigaan yang ada plang tulisannya Makam Kadilangu.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

34 komentar :

  1. wisata religi seperti ini juga perlu dilakukan ya, untuk lebih memperkuat keimanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. peralatan makan

      kayaknya bukan meperkuat keimanan, hehehe tp membuat kita lebih sering ingat mati sehingga hidup harus dimanfaatkan sebaik mungkin, seperti sunan :)

      *alahhhhh sok tau*

      Delete
    2. Heeee, mak jleb :-)
      Tapi bener sih, jadi inget mati :-)

      Delete
  2. pernah sekali kesana, tempat selalu ramai dengan peziarah ya mas
    salam kunjungan salam perkenalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas
      Iya mas, banyak perziarahnya

      Delete
  3. Wihh ramai sekali ya peziarahnya di makam kadilangu sunan kalijaga ini. semoga nanti saya bisa kesini juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ramai disini, aminnn semoga bisa ada waktu ke sini :-)

      Delete
  4. wah...insya'allah pondokku juga akan berziarah ke sunan...salah satunya sunan kalijaga. akhir Januari ini.
    ternyata bagus disana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren, semoga cepat terlaksana ya :-)

      Delete
  5. wali songo,walinya ada sembilan,dan saya belum satupun menziarahinya :(

    ReplyDelete
  6. banyak juga ya yang berkunjung kesana sampe berdesak desakan begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ramai mbak, apalagi waktu akhir pekan

      Delete
  7. Asal niatnya murni utk ziarah gak apa ya, asal jgn untuk niat yg macam2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini yang harus kita tekankan mas. Semoga tidak salah niatnya :-)

      Delete
  8. saya belum pernah ke sana nih, kapan ya?

    ReplyDelete
  9. Sy sngat tertarik dengan kisah2 sunan ini..
    Cara unik mereka dlm menyebarkan islam d pulau jawa sangat menarik untuk d ikuti..
    Bagus Mas pengalamannya..
    Smoga suatu saat sy bisa k sini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, mas. Semoga nantinya mas bisa ke sini :-)

      Delete
  10. Insha allah secepat nya bisa berkunjung kesini :)

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah nemu blog mas Nasirullah. Bermanfaat banget info"nya. Semoga saya & keluarga bisa ziarah ke kadilangu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak, semoga bisa berziarah dengan lancar :-)

      Delete
    2. Amin.. Semoga semakin banyak lagi komunitas blogger Indonesia ^^

      Delete
  12. jadi pengen ziarah ke makam - makam wali songo. pengen melihat sejarah peninggalannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas, jadi bisa sekalian belajar tentang sejarah :-D

      Delete
  13. terimakasih infonya sangat bermanfaat , sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kembali sudah membaca tulisan ini.

      Delete
  14. Sebuah negara yang maju ialah sebuah negara yang orang-orangnya mau mengingat sejarah dan mau belajar dari sejarah tersebut untuk menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget mas, kalaupun kita tidak tahu secara rinci, minimal kita bisa belajar sedikit-sedikit.

      Delete
  15. subhanallah, thankkss yaa. kbtulan lg kebingungan ni mau kesana.. baru travelling ke sana soalnya.. thankkkss yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang sekali rasanya bisa saling membantu :-)

      Delete