Ziarah ke Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) - Nasirullah Sitam

Ziarah ke Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga)

Share This
Pulang dari Masjid Agung Demak, aku melanjutkan perjalanan ke Makam Kadilangu (Makam Sunan Kaligaja) yang tidak jauh dari Masjid Agung Demak. Kususuri sepanjang jalan tersebut dengan berjalan kaki. 

Benar adanya jika kita berjalan kaki ataupun bersepeda, pemandangan yang kita lihat lebih detail, dan lebih banyak. Melewati keramaian pasar, akhirnya sampai di pertigaan; lurus ke Kudus & Jepara, sedangkan belok kanan arah ke Kadilangu dan beberapa tempat lainnya.

Dari pertigaan ini, lokasi Makam Kadilangu masih 500 meter (menurut plang yang terpampang ditepian jalan). Aku masih jalan kaki hingg menemukan bangunan yang bertuliskan “Masjid – Makam Kanjeng Sunan Kalijaga”. Menuju Makam Kadilangu ini kita bisa melewati gang-gang yang ada di sisi kiri, namun aku sengaja mengikuti jalan pintu utama.
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Plang pentunjuk arah Makam Kadilangu, Demak
Perkiraanku meleset. Tadinya aku berpikir masih sepi, tapi ternyata penziarah sudah membludak. Awalnya di pintu masuk sudah banyak orang yang berjalan, tapi aku bisa menerobos dengan mudah. Begitu sampai di tengah-tengah jalan, sudah terasa sesak. Kiri-kanan toko-toko souvenir berjejeran, dan penziarah pun sudah berdesak-desakan untuk masuk.

Aku yang menggendong ransel pun harus bekerja lebih ekstra. Kerumunan para penziarah ini tetap di pintu masuk makam. Lerlalu-lalang orang keluar masuk dari dan ke makam. Mereka antri untuk mengambil ataupun menitipkan sandal sebelum masuk ke area Makam Kadilangu.
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Penziarah berbondong-bondong masuk menuju makam
Aku berhasil memasuki pintu dengan cepat, sandal sudah kututitipkan pada petugas. Aku menyelinap di antara penziarah, memang butuh perjuangan untu bisa masuk. Sesampai di dalam ternyata lebih sepi, aku menuju bagian tamu dan meminta izin mengabadikan nanti saat di Makam Kadilangu.

Usai mendapatkan izin, aku bergegas mengikuti arah para penziarah berjalan. Seperti pemandangan sebelumnya, ramai padat merayap. Pada pintu yang menghadap ke arah Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) kulihat banyak pengunjung yang berusaha menggapai atas pintu.
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Memasuki gerbang pintu masuk makam Kadilangu
Di sinilah Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga), salah satu dari 9 wali atau yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Sunan Kalijaga yang nama aslinya adalah Joko Said menyebarkan agama Islam di daerah ini. 

Bagi yang ingin mengetahui siapa Sunan Kalijaga bisa membaca sejarahnya di sini “Sunan Kalijaga – Wikipedia” sebagai bacaan mengenai sejarah maupun dari buku-buku cetak. Di dalam area Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga) sudah dipenuhi oleh penziarah.
Makam Kadilangu, Demak
Makam Kadilangu, Demak
Makam Kadilangu, Demak
Bisa kalian lihat ramainya penziarah pagi ini. Suara lantunan ayat-ayat Alquran terdengar dari berbagai sudut. Penziarah ini sebagian besar adalah para orangtua. Mereka membaca dan mengikuti yang ustad-ustad baca dengan membaca selembaran kertas. 

Sebagian peziarah mulai keluar, tujuannya agar penziarah yang baru datang bisa gantian masuk. Tiap sudut ada kota amal, kita dapat memasukkan sumbangan pada kotak amal tersebut. Semoga sumbangan-sumbangan tersebuh menjadi berkah untuk semuanya.
Para penziarah di makam Kadilangu, Demak
Para penziarah di makam Kadilangu, Demak
Para penziarah di makam Kadilangu, Demak
Aku berhenti sejenak dan duduk di tempat yang agak lebih jauh. Tidak ikut bergabung dengan penziarah-penziarah lain. Selesai berdoa sejenak, aku langsung keluar melewati jalan yang tadi aku lalui. 

Ini adalah kali kedua aku menuju Makam Kadilangu (Sunan Kalijaga), waktu pertama itu saat masih SMA. Perjalanan masih aku lanjutkan menuju Jepara. Aku menunggu bis Semarang – Jepara di pertigaan yang ada plang tulisannya Makam Kadilangu. *Kunjungan ke Kadilangu pada hari kamis, 25 Desember 2014

Baca juga postingan yang lainnya 

44 komentar:

  1. wisata religi seperti ini juga perlu dilakukan ya, untuk lebih memperkuat keimanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. peralatan makan

      kayaknya bukan meperkuat keimanan, hehehe tp membuat kita lebih sering ingat mati sehingga hidup harus dimanfaatkan sebaik mungkin, seperti sunan :)

      *alahhhhh sok tau*

      Hapus
    2. Heeee, mak jleb :-)
      Tapi bener sih, jadi inget mati :-)

      Hapus
  2. pernah sekali kesana, tempat selalu ramai dengan peziarah ya mas
    salam kunjungan salam perkenalan

    BalasHapus
  3. Wihh ramai sekali ya peziarahnya di makam kadilangu sunan kalijaga ini. semoga nanti saya bisa kesini juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ramai disini, aminnn semoga bisa ada waktu ke sini :-)

      Hapus
  4. wah...insya'allah pondokku juga akan berziarah ke sunan...salah satunya sunan kalijaga. akhir Januari ini.
    ternyata bagus disana...

    BalasHapus
  5. wali songo,walinya ada sembilan,dan saya belum satupun menziarahinya :(

    BalasHapus
  6. banyak juga ya yang berkunjung kesana sampe berdesak desakan begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ramai mbak, apalagi waktu akhir pekan

      Hapus
  7. Asal niatnya murni utk ziarah gak apa ya, asal jgn untuk niat yg macam2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini yang harus kita tekankan mas. Semoga tidak salah niatnya :-)

      Hapus
  8. saya belum pernah ke sana nih, kapan ya?

    BalasHapus
  9. Sy sngat tertarik dengan kisah2 sunan ini..
    Cara unik mereka dlm menyebarkan islam d pulau jawa sangat menarik untuk d ikuti..
    Bagus Mas pengalamannya..
    Smoga suatu saat sy bisa k sini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas. Semoga nantinya mas bisa ke sini :-)

      Hapus
  10. Insha allah secepat nya bisa berkunjung kesini :)

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah nemu blog mas Nasirullah. Bermanfaat banget info"nya. Semoga saya & keluarga bisa ziarah ke kadilangu.

    BalasHapus
  12. jadi pengen ziarah ke makam - makam wali songo. pengen melihat sejarah peninggalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, jadi bisa sekalian belajar tentang sejarah :-D

      Hapus
  13. terimakasih infonya sangat bermanfaat , sukses selalu

    BalasHapus
  14. Sebuah negara yang maju ialah sebuah negara yang orang-orangnya mau mengingat sejarah dan mau belajar dari sejarah tersebut untuk menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget mas, kalaupun kita tidak tahu secara rinci, minimal kita bisa belajar sedikit-sedikit.

      Hapus
  15. subhanallah, thankkss yaa. kbtulan lg kebingungan ni mau kesana.. baru travelling ke sana soalnya.. thankkkss yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang sekali rasanya bisa saling membantu :-)

      Hapus
  16. Selalu diramaikan oleh para ibu2x yang berziarah
    semoga jasa para wali songo dalam menyebarkan agama islam di nusantara di terima di sisi Allah SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, ada banyak bus di sini dan dipenuhi para ibu dan bapak yang ingin ziarah.

      Hapus
  17. sebuah negara yang maju ialah sebuah negara yang orang-orangnya mau mengingat sejarah dan mau belajar dari sejarah tersebut untuk menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, dan masyarakatnya tetap menjadi dirinya sendiri.

      Hapus
  18. kemarin ga jadi ikut rombongan ziarah, ini baca postingan makam kadilangu jadi pengin ziarah lihat langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makam kadilangu memang banyak yang ziarah. Jujur kadang kita harus berdeask-deaskan untuk masuk

      Hapus
  19. Bismillah bentar lago nyusul bang ziaroh ke makam salah satu Waliyulloh Sunan Kalijaga, salam dari bagpacker ekonomis hehe

    BalasHapus
  20. Gan memang nya jarak dari Masjid Agung Demak ke Makam Kadilangu dekat ya? Bukan nya jarak nya bisa 5 KM. Kebetulan saya ada rencana kesana sih. Terima kasih gan artikel nya sangat membantu petunjuk saya dan rombongan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak sampai 5 km gan. Sekitar 2 km sih.
      Kalau mau ke sana rombongan atau bawa kendaraan pribadi lebih baik parkir di dekat makan aja gan. Ada banyak tempat parkir, walau harus saingan ama bus pariwisata :-)

      Hapus

Pages