Sahabat, Kenangan itu masih ada

Yukina Haruta, teman selama tiga hari
Yukina Haruta, teman selama tiga hari
Kenangan itu tiba-tiba terbesit dalam bayangan.
Semua masih terlihat dengan jelas.
Mendengar keseruan ceritamu, tersenyum melihat tingkahmu.
Terpingkal-pingkal tatkala seseorang mencoba menjahilimu.

Semua ini memang nyata.
Aku duduk dan menatapmu.
Menangkap sebuah moment yang tidak terlupakan.
Pandanganmu, kedipan matamu, atau malah segala bahasa isyaratmu.
Aku tahu apa yang kamu lakukan itu bukan sesuatu yang konyol.
Namun, aku tetap tertawa kencang saat kamu berkata dengan terbata-bata

Teman, sahabat, atau malah… Entahlah.
Ada rasa kerinduan untuk melihatmu saat ini.
Ada rasa kesedihan ketika semua sudah berlalu.
Ada rasa ingin bertemu kembali setelah semua usai.
Ada rasa ingin mengulang semua moment saat bersamamu.
Bahasa kita memang beda, Negara kita tidak sama.

Tapi, rasa  ini bisa jadi sama.
Rasa ingin kembali bersama, layaknya sahabat yang ingin kembali bersua.
Layaknya teman yang ingin terus bersama.
Layaknya seseorang yang ingin dirindukan.
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

10 komentar :

  1. sahabat....masih ingatkan
    katika kita melihat gedung tinggi pencakar langi
    saat itu kau nyatakan bahkan kau akan mencapaiinya
    hingga kita kita masih berkutat pada kesibukan yang sama
    namun kamu sudah berada pada puncaknya
    namun masih ingatkah,
    kalau kita masih terpinggingkan
    oleh ide dan keangkuhan
    sahabat...masih ingatkah
    kalau kau paling membenci yang namanya kekalahan
    ternyata bukan kekalahan yang musti kita benci
    namuan, seharsnya keangkuhan itu sendiri
    karena kekalahan telah mengajarkan kita
    bahwa keangkuhan itu lebih kejam dari apa yang kita kira
    sahabat....sadarlah
    kita sudah jauh dari kesederhanaan pemikiran dan syukur
    karena kita diperbudak keinginan yang tida berujung
    sadarlah....kalau kita
    telah lama menjalani hidup dengan hati yang mati.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajibbbb...
      Mas, aku bikin puisi ini ntar 7 hari berturut-turut, karena taruhan sama teman haaa..
      Puyeng banget mas nggak bisa-bisa merangkai kata aku :-)

      Delete
  2. ehm ehm akhirnya mas nasir bikin puisi,horeeee, ada apakah antara mas nasir dan sahabat,apakah ada perselisihan atau hal lainnya,semoga cepat kembali aja mas :D keren puisinya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini taruhan mas, kalo aku seminggu ini nggak bikin puisi, bisa-bisa rambutku dicukur gundul :-(

      Delete
    2. harus terima dengan bahagia tantangannya mas,pasti bisa kok ,ayo semangat,mas sering kan jalan2 ke pantai,nah cocok juga tuh buat di jadikan inspirasi atau sepeda mas bisa juga loh di tulis jadi puisi,diakan selalu menemani mas :)

      Delete
    3. Haaaa, berusaha untuk terus menulis mas :-)

      Delete
  3. semoga langgeng persahabatannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak :-)
      Semoga benar-benar langgeng.

      Delete
  4. Mendadak berpuisi. \m/

    entar bakal ada puisi bersepedanya juga kagak, bang? xD

    ReplyDelete