Sang Mentari

Sunset di salah satu sudut Jogja
Sunset di salah satu sudut Jogja
Apa yang membuatmu mengagumi rembulan?
Membuat syair nan indah mengatasnamakan sang dewi malam.
Memuja penuh cinta tatkala purnama terlihat terang.
Serta, mengelu-eluakan di kala mereka menghilang.

Apa yang membuatmu menyanyikan sang bintang?
Menciptakan kata-kata dengan ungkapan milyaran bintang.
Mengungkapkan keindahan bagaikan kemilau sang bintang.
Atau, merindukan sang kejora agak bersinar terang.

Kenapa engkau menunggu sang malam?
Menyendiri sunyi ditemani sang bulan dengan milyaran bintang.
Menikmati keindahan malam dan berharap takkan pernah menghilang.

Kemana kamu sang mentari?
Kau tidak dielukan setiap hari.
Ketika engkau beranjak bangun, mereka berarak berdiri di tepian pantai.
Tatkala engkau ingin terbenam, mereka berjejeran di sudut paling sunyi.
Kekagumannya pun berhenti.

Biarkan aku seperti sang mentari.
Sinarnya membuat sang dewi malam laksana seorang puteri.
Kehangatannya seperti selimut tak bertepi.
Walau tidak jarang sang mentari bagaikan raja yang tak berarti.
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar :

  1. Kalau kekagumannya berhenti mungkin itu bukan cinta, tapi ngefans. Hihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha.... kenapa tidak terpikirkan olehku itu mbak, :-)

      Delete