Itu Namanya Karma, Man!

Sariman lagi galau, itulah yang terbesit dipikiranku saat melihat polah Sariman yang sedikit aneh. Tragedi kiriman undangan dari pacarnya yang memutuskan untuk menikah dengan lelaki lain adalah biang keladi semuanya. Untuk beberapa saat, kos-kosan seraya senyap. Tidak ada suara tawa yang menggema seraya memaki-maki Sariman. Arrgghh, ternyata dampak Sariman menggalau sangat terasa. Hampir sama dengan dampak asap yang menyelimuti Sumatera dan Kalimantan, sama-sama menyesakkan.
Tersiksa karena putus cinta
Ilustrasi: Tersiksa karena putus cinta (sumber: freedwallpaper.com/)
“Udahlah, Man. Namanya juga nggak jodohmu. Kau ratapi sampai kiamat pun, nggak ada manfaatnya,” Seperti itulah dukungan yang Pasaribu berikan untuk Sariman.

“Kayak nggak pernah diputusin aja kau ini, Man,” Sahut Ritonga.

“Karma itu, Man,” Sahut lainnya.

Memang ya, teman-teman ini nggak ada yang peka sama Sariman. Ibarat terkena musibah, Sariman nggak hanya jatuh dan tertimpa tangga saja. Dia lebih dari itu penderitaannya.

“Aku santai kok, bang,” Balas Sariman sok tabah.

“Santai kok mukamu murung, Man. Itu mata merah kenapa? Abis nangis atau iritasi?” Tanya Mius penuh selidik.

“Nggak kok, ini baru bangun tidur,” Kilah Sariman cepat.

“Tidurmu ngeri, Man. Ngorokmu kayak orang lagi merengek tersendu,” Sahut Pasaribu lalu tertawa.
Kembali Sariman terdiam, dia tidak berdaya mendapat serangan yang telak dari teman-teman kos. Diletakkannya hp yang biasa menemani dia sepanjang hari, matanya menatap nanar sebuah kertas undangan yang ada di meja.

“Kok bisa ya,” Guman Sariman sendiri.

“Memangnya kenapa, Man? Masih nggak rela itu cewek nikah?” Tanyaku.

“Aku itu nggak mikirin ceweknya, bang.”

“Lah terus? Mikirin apa?”

“Aku baru sadar kalau itu cowok yang mau nikahin ternyata temanku kuliah. Dia minta diajarin cara bribik cewek. Eh kok yo malah cewekku yang dibribik, kena lagi,” Jawab Sariman pasrah.

“Itu namanya durhaka sama guru, Man,” Sahutku menahan tawa.

“Udah aku bilang, itu namanya karma, Man. Kau sering bribik pacar orang, sekarang pacarmu ditikung teman. Senangnya hatiku,” Timpali Mius terkekeh.

Ya ya ya, benar juga ucapan Mius. Bisa jadi kali ini Sariman terkena karma, kalau biasanya dia membuat orang lain patah hati dan dongkol, kali ini dia merasakan sebagai korban ditikung temannya sendiri. Kalau galau jangan lama-lama, Man. Nggak seru kalau kamu galau terus.
Baca juga cerita yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

20 komentar :

  1. karma jadinya yang disalahin, memangnya karma salah apa? :)

    #sariman orangnya gitu sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesungguhnya Sariman benar-benar dalam kesalahan haaaa

      Delete
  2. Sariman Terkena KARMA :D hahaha
    sariman sariman, nasib mu gini amat yaa :D

    ReplyDelete
  3. Ternyata seorang sariman juga bisa galau haha :D

    ReplyDelete
  4. Sariman ilmunya untuk dirinya sendiri.. jadinya ga sadar klo ceweknya ge dibribiki orang lain.. kancane dewe meneh.. ini seperti kejadian nyata sepertinya ... wekakakakaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ini nyata banget mas Madest, kui Sariman na=ganti galau haaa

      Delete
  5. Ternyata hukum karma bisa berlaku juga untuk sariman :D

    ReplyDelete
  6. Kalau orang Jawa bilang itu pembalasan.
    jadi kalau kita nanam padi ya tumbuhnya padi gitu mas :D
    hehehe

    ReplyDelete
  7. tenang, man!
    belom jodoh aja sama si dia :D

    ReplyDelete
  8. ini cerita yang kemaren bersambung toh hahah, ngenes juga yah di sariman ini

    ReplyDelete