Sampah Masyarakat itu…. Koruptor!!

Sebagai anak kos, bangun pagi saat sedang hari libur adalah sebuah fenomena tersendiri. Tanpa terencanakan, penghuni kos sudah mulai keluar dari kotak 3x3 meter. Mereka berkumpul duduk di teras kamar Mius. Maklum, terasnya Mius itu paling strategis untuk duduk tiap pagi. Selain nggak kena secara langsung sinar matahari, di sana juga tersedia air panas juga kopi bubuk hitam. Ibarat kata di mana ada asap, di sana pasti ada api. Kalau tidak ada api (rokok), pasti sedang fogging.
Koruptor itu.... Sampah Masyarakat
Ilustrasi: Koruptor itu... Sampah Masyarakat (Sumber: www.toonpool.com)
Kali ini Sariman pun sudah kembali bergabung. Mukanya yang tempo lalu kusut, sekarang sudah mendingan. Ada sedikit keceriaan tampak dari wajahnya. Tentu ini modal bagus untuk membribik cewek-cewek lagi. Namun, sesekali mukanya juga kembali kusut. Apalagi kalau sudah berpapasan dengan ibu kos.

“Aku itu kadang suka heran dengan istilah sampah masyarakat,” Kata Sariman membuka obrolan.

“Nggak usah heran, Man. Nggak usah juga dipikirin, toh itu juga bukan tugasmu mikirin,” Jawab Mius santai.

“Nggak boleh gitu, Bang. Tetap saja harus dipikirin.”

“Kurang kerjaan banget kalo kamu ikut mikirin, Man,” Pasaribu pun mulai angkat bicara.

Diskusi yang tidak penting pagi ini pun berjalan dengan alot. Sesekali Sariman mencari teman yang sependapat agar dia bisa meladeni terjangan dari Mius dan Pasaribu yang bertubi-tubi menyerangnya. Dari sini aku bisa melihat, bagaimana orang jurusan TI, Pertanian, dan Muamalat saling mempertahankan argumentasinya. Yang jelas, mereka ini adalah mahasiswa abadi, lupa sudah semester berapa, dan terakhir ke kampus kapan.

“Sampah masyarakat itu bukan orang-orang yang dijalanan, bukan juga yang tuna susila, apalagi mahasiswa tidak jelas kayak kita ini,” Kata Sariman keukeuh.

“Kami ini mahasiswa jelas, hanya lulusnya saja yang belum jelas,” Protes Mius.

“Sama saja, Bang.”

“Jadi, dari tadi pagi kau muter-muter bilang sampah masyarakat itu yang seperti apa, Man?”

Sariman diam, dan menunggu respon kami.

“Sampah masyarakat itu ya koruptror itu, bang. Jadi wakil rakyak korupsi, jadi pengacara korupsi, jadi hakim korpusi, jadi apapun mereka tetap saja korupsi,” Jawab Sariman.

“Tumben otakmu benar, Man,” Sahut Tobing.

“Tapi kamu juga termasuk salah satu dari sampah loh, Man,” Sahut Mius cepat.

Sontak Sariman melotot ke arah Mius. “Maksudmu apa e, bang!?”

Mius pun tertawa kencang, “Sampah anak kos. Tiap bulan korupsi uang kos untuk bayar utang di warung makan.”

“Kalo itu juga dikategorikan, berarti kita semua ini sampah kos!!” Tandas Sariman tanpa ragu-ragu.

Hahahahaha!!! Selera humor anak kos memang tinggi. Bahkan diri sendiri pun diklaim dengan telak sebagai sampah anak kos. Beruntunglah ibu kos tidak mengusir kalian yang nunggak bayarnya berbulan-bulan.
Baca juga cerita lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

29 komentar :

  1. setidaknya meskipun jadi sampah.. jadilah sampah yang berguna dan memilki nilai jual tinggi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memberdayakan sampah jadi sebuah karya haaaa

      Delete
    2. meski di daur ulang sepertinya :)

      Delete
  2. Setidaknya jangan sampe kayak koruptor ya Man...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sariman tidak jadi koruptor, kok. Hanya tukang ngutang :-D

      Delete
  3. bner tuh sampah masyarakat itu koruptor dan tidak hanya itu begal juga sama tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heee, kalo begal itu bahanyanya juga parah :-D

      Delete
  4. Memng cerdas centilan dari Sariman, tidak besar dan kecil saja yang membedakannya, bila semua bisa di atasi dari masalah yang kecil atau di mulai dari hal yang kecil, biasanya hal yang besar pun menjadi sedikit ya Man ? ha,, ha,, ha,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sariman kalo lagi bener kayak gini, kang. Pinter banget hahahha

      Delete
    2. Sariman kalo lagi bener kayak gini, kang. Pinter banget hahahha

      Delete
  5. haha bisa aja pembelaan si Sariman, gak mau dibilang sampah kos sendirian :D

    ReplyDelete
  6. anak kost-kost-an juga suka banget nunggak ya mas :D
    kalo anak kost disini nunggaknya paling diwarung kalo nunggak kontrakan sih engga kayanya.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kos kami kan sloww haaaa, ibu kos paling perhatian sama anak kosnya :-D

      Delete
  7. kalo nunggak bayar kostan disini pasti langsung di usir tuh :D

    ReplyDelete
  8. tapi ada juga loh tipe manusia yang jadi sampah masyarakat tapi sampah yang berguna, bisa didaur ulang lalu jadi barang yang bernilai, bahakan bernilai tinggi , iya gak? heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya hasil olahan daur ulang dari sampah lebih mahal harganya :-D

      Delete
  9. setuju! sampah masyarakat yang sebenarnya ya koruptor! bikin sengsara rakyat dan bangsa :)

    ReplyDelete
  10. Koruptor itu julukan kalo sudah terbukti korupsi,,, kalo belum terbukti mungkin julukannya masih pejabat :D

    ReplyDelete
  11. Terkadang memang kita rabun dekat untuk melihat kesalahan.
    namun saya stuju koruptor itu memang SAMPAH.
    #save sariman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita dukung Sariman jadi Calon KPK seksi permodusan :-D

      Delete
  12. koruptor itu emang keji ya mas....

    ReplyDelete