Kuliner Sate Klathak di Tengah Kota Jogja - Nasirullah Sitam

Kuliner Sate Klathak di Tengah Kota Jogja

Share This
Nglathak, Kuliner Sate Klathak di Tengah Kota Jogja
Nglathak, Kuliner Sate Klathak di Tengah Kota Jogja

Sebuah pesan di WA kuterima menjelang sore. Ajakan kumpul bareng dan mencicipi makan malam di area kota Jogja. Tanpa berpikir panjang, aku langsung mengiyakan. Asyik malam ini aku dan teman-teman rencananya menikmati Sate Klathak. Sate ini lokasinya tidak jauh dari tempat kerjaku.

Adzan magrib berkumandang, aku bergegas sholat magrib. Lalu mengayuh pedal sepeda menuju jalan Gejayan. Warung sate yang kucari bernama Nglathak, menurut informasi yang kuterima dari teman-teman, lokasinya berada di dekat Percetakan Kanisius. Aku hafal jalan sana. Tepat di Selokan Mataram arah ke UGM yang berdekatan dengan FT UNY, aku belok kanan ke arah jalan Gambiran, Karangasem, Gang Seruni No 7. Kuturut jalan dan melihat sisi kanan Gang Seruni. Ya, di sanalah Nglathak berada.

Nglathak adalah warung makan yang menyuguhkan menu utama Sate Klatak. Jika biasanya kita berburu Sate Klathak disepanjang jalan Imogiri, Bantul. Nglathak menjadi salah satu tujuan alternatif untuk menikmati Sate Klathak di tengah kota Jogja. Lokasi strategis yang dekat dengan UGM, UNY, Sanata Dharma, dan lainnya menjadi nilai plus tersendiri. Minimal kita tidak perlu pergi ke tempat yang jauh untuk menikmati hidangan sate khas dari Jogja tersebut.
Lokasi Nglathak yang ada di gang seruni
Lokasi Nglathak yang ada di gang seruni

Tempatnya dari luar terlihat remang-remang. Tulisan besar “Nglathak” dengan logo kepala Kambing memudahkan kita dalam mencarinya. Sebuah tagline “Nglathak: Nyate Kambing ala Jogja” terlihat jelas di luar. Sementara di dalamnya malah terlihat seperti kedai kopi dan sejenisnya. Meja-meja kecil dilengkapi dengan kursi, dindingnya penuh tulisan ala Jogja. Tulisan ini bukan mural, karena memang temboknya dilapisi banner besar. Yang membuatku lebih antusias adalah, setiap meja terdapat tas kantung yang berisi buku. Kita bisa membacanya sembari menunggu pesanan. Selain itu, lokasi ini juga dilengkapi dengan free wifi.
Suasana di dalam Nglathak, cukup simpel dan bagus
Suasana di dalam Nglathak, cukup simpel dan bagus

Tidak besar memang lokasinya, tapi cukuplah mumpuni kalau ada pembeli yang datang sejumlah 20an. Ruangan terbagi dua, salah satu ruangan dipergunakan untuk dapur dan ada sekatan untuk musholla.

“Lah bakar satenya di mana, mas?” Tanyaku penasaran. Aku melongok ke dapur tidak ada yang membakar sate.

“Di luar itu mas,” Ujar mas Masto, pemilik warung sate klathak.

Bergegas aku ke arah yang ditunjuk Mas Masto. Di luar seorang ibu sedang mengipasi beberapa tusuk Sate Klathak. Tungku kecil ini digunakan beliau membakar pesanan, sementara ini tidak banyak yang dibakar. Hanya beberapa tusuk sate saja, sepertinya ini pesananku yang nantinya dihidangkan.
Sate Klathak yang dibakar
Sate Klathak yang dibakar

Puas memotret saat membakar sate, aku kembali ke dalam dan berbincang dengan Mas Masto. Dari beliau informasi banyak kudapat, awalnya Nglathak ini berada di area Malioboro bulan Mei 2015. Namun pada awal tahun 2016 Nglathak vakum, dan kembali dibuka pada tanggal 3 Desember 2016 di area Selokan Mataram. Sengaja pindah tempat karena targetnya adalah generasi muda-mudi/mahasiswa yang ada di sekitaran kota.

Berbagai jenis Sate Klathak ada di sini. Menu Sate Klathak itu antara lain Klathak Ori, Klathak Manis, dan Klathak Mozarella. Menu spesial di sini adalah Sate Klathak Mozarella untuk makanannya. Sementara minumannya yang Spesial itu adalah Yogurt Morenga Super Food dan Yogurt Bunga Telang.

Sate Klathak Mozarella itu adalah hasil kreasi dari Mas Masto, jadi dalam sajian satenya nantinya dilumuri dengan keju. Sehingga terlihat lebih menarik dan indah dalam sajian. Aku dan teman-teman yang makan malam di sini kompak mengatakan kalau ini adalah Sate Klathak Kekinian. Oya, Yogurt Morenga Super Food itu adalah minuman yang terbuat dari daun Kelor. Kamu bakal merasakan rasa yang unik.
Menu spesial Sate Klathak Mozarella
Menu spesial Sate Klathak Mozarella
Menu spesial Sate Klathak Mozarella

“Target kami memang mahasiswa/i, mas. Jadi selain tempatnya kami konsep seperti café, terobosan menyajikan Sate Klathak Mozarella ini pasti menarik perhatian anak muda.”

Jika kalian tidak ingin makan Sate Klathak, jangan khawatir. Di sini menunya juga beragam kok. Selain memesan Sate Klathak Mozarella, aku juga menyertakan menu lainnya seperti Tengkleng, Tongseng, dan Gulai. Jangan tanyakan menu itu diabadikan atau tidak, baru beberapa menit saja sudah dilibas sama teman-teman. Begitulah kami kalau sedang kumpul, setiap makanan dilibas tanpa bekas.
Menu lainnya seperti Tengkleng dan Gulai juga tersedia
Menu lainnya seperti Tengkleng dan Gulai juga tersedia

Kunikmati Sate Klathak Mozarella-nya. Cukup empuk daging Kambingnya. Dan menurutku rasanya juga hampir sama dengan yang ada di jalan Imogiri. Hanya saja karena di sini yang kupesan itu ada kejunya, jadi rasanya lebih unik. Untuk minuman, lidahku sendiri lebih cocok menikmati Yogurt Morenga Super Food daripada Yogurt Bunga Telang. Kalau Tengkleng-nya juga pas, ada rasa manis-manisnya. Jika kalian menikmati Sate Klathak Mozarella, bisa juga ditambahi Mrica bubuk untuk menambah rasa yang lebih nikmat. Selain Tengkleng, Sate Klathak, Gulai, dan Tongseng. Ada juga menu Ayam Goreng, berikut aku sertakan menu yang tersedia di sini.
Menu di Nglathak
Menu di Nglathak

Sebelum aku melanjutkan menikmati makan malam, aku bertanya pada Mas Masto mengenai penamaan “Nglathak”. Menurut beliau, penamaan Nglathak sendiri berawal dari obrolan di grup WA. Ketika mereka ngobrol dan ingin menikmati Sate Klathak, di grup pasti mengatakan “Nglathak yuk”. Dari sana kemudian Mas Masto membuat warung Sate Klathak dengan menggunakan nama Nglathak.
Menikmati Sate Klathak Mozarella
Menikmati Sate Klathak Mozarella

Sate Klathak ini memang kembali buka setelah beberapa bulan vakum, sehingga masih sedang mencari pegawai baru. Sementara baru ada tiga pegawai di sini, satu pegawai seharian penuh, dan dua lagi pegawai part time. Aku dapat bocoran dari Mas Masto, sementara ini satu kambing dapat dijadikan stok selama dua hari, dan kemungkinan akan bertambah dengan berjalannya waktu.

Ya, dilihat dari lokasinya yang strategis, bukan tidak mungkin Nglathak nantinya menjadi warung Sate Klathak yang dikunjungi banyak orang. lokasi yang terjangkau dari kos-kosan mahasiswa dan harga terjangkau membuat pengunjung bisa membeli. Ketika rombongan kami berkumpul di sini, sudah ada beberapa orang yang membeli tapi dibungkus. Jika kalian berada di sekitaran UGM atau UNY, kalian bisa singgah di sini dan menikmati Sate Klathak.

Sate Klathak “Nglathak”
Alamat: Jalan Gambiran, Karangasem, Gang Seruni No.7, Caturtunggal, Depok, Selman (Dekat Percetakan Kanisius).
Buka: 12.00 WIB – 21.00 WIB (Hari Minggu Libur)
Harga: Rp. 18.000,-
Instagram: @Nglathak

68 komentar:

  1. Jadi ngak perlu sampai bantul kayak kita kmrn yaaa hahaha
    Bandingkan rasa gimana ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahha, benar om.
      KAlau rasa hampir sama, empuknya juga. Hanya potongannya agak kecil seidkit sih. Tapi tetep bisa dicoba kok.

      Hapus
  2. yang ada di Jogja pasti selalu menggoda.

    BalasHapus
  3. Perlu dicoba nih, selagi di jogja mas :)
    nama sate ini memang tidak asing ... nyammi :D

    BalasHapus
  4. Murah juga. Ah jadi rindu jogja. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balik ke Jogja mbak. Jogja sekarang berbenah loh :-D

      Hapus
  5. belum pernah makan sate klatak -,-

    BalasHapus
  6. Saya masih bertanya-tanya apakah dua tusuk sate itu cukup kalau saya makan di sana, hehe. Iya, warung ini memang agaknya menyasar kalangan mahasiswa dengan lokasi dan konsep di daerah sana. Harganya pun murah yaaa... benar-benar sesuai dengan kantong mahasiswa. Bolehlah dikunjungi kalau saya main ke Yogya. Jadi ingat, sudah lama tak main ke Yogya dan cari-cari candi, hihi. Sepertinya harus diagendakan, nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas, kalaupun nggak cukup bisa pesan tengkleng dan gulai atau tongseng hahahahah.
      Ayo mas ke Jogja :-)

      Hapus
  7. wahhhh, awas klo aku ke Jogja g diajak kesana...! Awas..!Awas....! #ngancem hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Males kalau ngajakin kamu hahahahhaha

      Hapus
  8. Aih... ngiler jadinya.
    Numpang ngiler ya mas. Hahaha...

    BalasHapus
  9. Oh,,,Klathak itu artinya nyate kambing khas Jogja...Aku baru tahu....Makasih ya udah bikin lapar. :D sate mozarellanya cuma dua tusuk doank? kenyang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sate Klathak itu sate khas karena tusuknya pake jeruji dan satu porsi hanya 2 tusuk mbak.

      Hapus
  10. Yang males jauh-jauh ke Mbantul bisa nglathak disini ya Mas..tapi kalo pingin yang lbh original pasti ke Mbantul po ke Jalan Imogiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, kalau yang orisinil ke bantul. Kalau waktunya nggak memungkinkan bisa ke sini karena dekat kota.

      Hapus
  11. ha mozarella. satunya kambing. coba deh hehe
    caturtunggal ya mas

    BalasHapus
  12. Sate Klatak di Kali Urang K.M juga enak mas, Namanya Tempatnya Sate Klatak Gajah, wuih sedap lah pokok ee. Puas makan disana hihi.

    BalasHapus
  13. tampilan sate klathak-nya menggiurkaaan, ada keju mozarellanya pul

    BalasHapus
  14. hoalaah kuahnya menggoda *emotngiler

    BalasHapus
  15. wah baru nemu di Jogya sate di tusuk pakek roci sepeda heheheeh di bondowoso masih pakek bambu kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sate Klathak di Jogja emang pake jeruji mas.

      Hapus
  16. aduh enak banget mantap jiwa.. jadi ngiler nih :) buahahaha

    BalasHapus
  17. kok, satene akeh koncone mas....
    aku biasane mung sego thok...huaaahuwaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satenye nesu rek mung kui tok, mas. Dadi tak lengkapi. Tenang, perut anak kos masih muat

      Hapus
  18. aku tuh masih blm mau nyobain klathak sate ini krn mikirnya, sate cuma 2 tusuk harganya bisa sampe 30rb.. buseet dah... nah pertanyaanku, emg gede banget apa setusuknya mas? kalo gede sih ga masalah.. tp kalo cuma seuprit ato sama kayak sate biasa, kok rada sakit ati ya mau makannya ;p hihihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Irisannya biasanya lebih besar. Kalau hanya seporsi belum kenyang hahahahah

      Hapus
  19. Klathak Mozarella tampaknya sedap. Soalnya Baru nyobain yg original di Pak Bari. Itu yoghurt rasa bunga telang juga tampak menarik. Di bookmark dulu kalau ke Jogja mesti mampir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dekat banget dengan tempat waktu kita ketemu mas. Hanya 300 meter dari sana hahahahha

      Hapus
  20. Asik juga nih. Gak perlu jauh ke Bantul.
    Pintar mas Masto ini cari lokasi. Saya yakin sebentar lagi rame tuh.

    BalasHapus
  21. aaahh keliatannya enak ka.
    aku pernah sekali makan masakan jogja aku lupa namanya apa. yang jelas rasanya agak manis. mungkin karena aku orang bali kak yaaa, jadi lidahnya kebiasaan asin pedes. heheheeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, di Jogja masakan cenderung manis :-D

      Hapus
  22. dari dulu aku penasaran banget ama sate klatak...
    tapi pas ke jogja enggak sempat mampir karena jauh dari pusat kota

    eh ternyata ada yang di kota toh...
    heuheuheu next time harus mampir nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah harus dicoba mas hehhehehe.
      Pokoknya nggak bakalan nyesel kalau menikmati sate klathak :-D

      Hapus
  23. Sudah lama juga ga makan sate. Cuma di palembang belum jumpa sate kayak gini haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kuliner Palembang juga beragam, bang :-)

      Hapus
  24. Mas pengambilan foto makanannya selalu ciamik ni
    Aku selalu pengen bikin blog atu lagi terkait travel dan halan halan kalo abis mampir ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak :-)
      Pakai blog sekarang aja mbak, tambahi kategori jalan-jalan/kuliner :-)

      Hapus
  25. Satenya bikin ngiler, apalagi harga bersahabat gitu. Mesti dicoba nih,tapi kapan ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekat kota kok, jadi tidak membutuhkan waktu lebih lama.

      Hapus
  26. sate yg kekinian plus tempatnya bagus cocok buat nongki di malam minggu tp kalo jomblo ya gimana gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jomblo tetap dilayani kok mbak. Tenang saja :-D

      Hapus
  27. benar2 kekinian.. kreatif..
    kalau di jatim ada gak ya?

    baru tahu sate+keju. penyajiannya bikin ngiler.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi inspirasi kalau ingin buka usaha di Jatim :-)

      Hapus
  28. Bikin ngiler aja tuh kak satenya... wkwkwk jadi pengen, belum pernah makan soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dicoba kalau main ke Jogja gan :-)

      Hapus
  29. makan klatak di jogja bisa dapat makan daging kambing besar dengan harga yang terjangkau.. ah kangen nge-lathak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo main Jogja lagi mbak, jangan cuma numpang lewat hahahahah

      Hapus
  30. Keliatan nya nikmat deh,,, Kirimin ke Tangerang Mas via JNE :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhee, kalau sampai tangerang tau-tau sudah basi buk :-D

      Hapus
  31. Perlu dicoba nih, selagi di jogja mas dan nama sate ini memang tidak asing ... langsung ke tkp

    BalasHapus
  32. Mas uniknya apa sih sama sate lainnya? Kan sama sama kambing. Sama rasanya kayak gimana? Enakan sate klatak atau sate biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumbu yang digunakan beda dengan sate biasa, dan sate klatak ada kuah yang disajikan bareng dengan dagingnya.

      Hapus
  33. pernah si nyobaa sate klatak sekali,,,tapi rasanyaa bikin ketawa,,

    dak tau kalau variasi rasa kayak ini , pasti tambahh joss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum terbiasa dengan Klatak mungkin hehhehhee

      Hapus

Pages