Mencoba Jalur Kereta Api Jogja – Cilacap - Nasirullah Sitam

Mencoba Jalur Kereta Api Jogja – Cilacap

Share This
Salah satu gerbong kereta Wijayakusuma Jogja - Cilacap
Salah satu gerbong kereta Wijayakusuma Jogja - Cilacap
Cuaca di Jogja tidak dapat diprediksi. Sedari pagi cerah, menjelang sore mulai hujan hingga magrib. Aku sedikit bimbang sembari berharap hujan berlalu, setidaknya sampai raga ini sudah berada di stasiun Tugu, Jogja. Rencananya malam ini aku ingin mencoba jalur kereta api Jogja – Cilacap; yakni kereta api Wijayakusuma.

Apa daya, semakin mendekati isya, hujan tak kunjung reda. Kuputuskan memesan ojek online motor. Badan terbungkus jaket tebal, sehingga tidak basah. Menyisakan tas kecil, jaket, dan sebagian celana panjang yang basah. Stasiun Tugu malam ini ramai, liburan panjang membuat calon penumpang membludak.

Bergegas kutuju tempat mencetak tiket kereta, nomor pesanan sudah kucatat. Cukup dengan menyalin kode pesanan, ketik cari, dan muncul tiket yang kita beli. Selanjutnya tinggal tekan tulisan cetak, selesai. Mudah kan? Ingat yang bisa dicetak hanya tiket keberangkatan.

“Kereta Api Wijayakusuma nanti di jalur 5, mas,” Terang petugas yang mengecek kartu identitas dan tiketku.

Kuucapkan terima kasih, kemudian berlalu mencari tempat duduk yang masih kosong. Sayangnya tak ada kursi kosong. Aku dan calon penumpang lain cukup duduk di selasar. Menantikan kereta api yang tertera pukul 20.30 WIB akan berangkat menuju Cilacap.
Menunggu jadwal keberangkatan kereta api di stasiun Tugu Jogja
Menunggu jadwal keberangkatan kereta api di stasiun Tugu Jogja
Seharusnya kereta api Wijayakusuma berada di jalur 5, namun malam ini berubah di jalur 4 (sesuai arahan dari pengeras suara). Pukul 20.30 WIB, aku memasuki kereta api yang nantinya berjalan pada pukul 20.48 WIB. Jadwal keberangkatan kereta api jurusan Joga – Cilacap hanya dua kali dalam sehari.

Rincian jadwal keberangkatan (dari Stasiun Tugu Jogja) adalah pukul 09.30 WIB & 20.30 WIB. Sementara jika dari Cilacap menuju Jogja jadwal keberangkatannya pada pukul 05.00 WIB dan pukul 14.10 WIB. Perjalanan ditempuh dalam waktu 4.5 jam. Sementara kereta api akan terus berjalan sampai di stasiun Balapan Solo. Harga tiket pada bulan Februari 2018 sebesar Rp. 60 ribu.

Kutapaki jalan menuju gerbong premium 1, gerbong ini berada paling depan. Penumpang sudah banyak, mereka pasti sudah naik terlebih dulu dari Lempuyangan atau dari Solo. Kucari kursi nomor 5, di mana tempat aku duduk. Tepat di jendela kursi yang kunaiki terpajang palu. Alat ini digunakan untuk memecah kaca kala keadaan darurat.
Penumpang kereta api Wijayakusuma sudah penuh
Penumpang kereta api Wijayakusuma sudah penuh
Sewaktu memilih kursi pada saat memesan tiket, aku asal memilih nomor sembarang, karena belum tahu posisi duduk kursi penumpang. Nyatanya nomor 5 yang aku pilih ini hadapnya ke belakang. Informasi saja, untuk kereta api Wijayakusuma nomor 1 – 9 kursinya tidak searah dengan jalur kereta. Jika memilih nomor 10 – 18, kalian menghadap ke depan searah dengan kereta api bergerak.

Kursi kereta api Wijayakusuma tidak saling berhadapan seperti kereta api ekonomi lainnya. Kursinya tertata dua-dua. Kursi yang saling berhadapan penumpangnya adalah nomor 9 dan 10. Mereka saling berhadapan, tapi di depannya cukup luas. Jadi kursi ini bisa kamu jadikan opsi jika naik kereta bersama teman-teman.
Kursi nomor 9 dan 10 saling berhadapan
Kursi nomor 9 dan 10 saling berhadapan
Sebenarnya aku mengeksplor gerbong kereta api Wijayakusuma ini sewaktu perjalanan dari Cilacap – Jogja. Hal ini dikarenakan perjalanan itu pada siang hari, berbeda dengan saat dari Jogja – Cilacap. Toh yang terpenting adalah informasinya, pun dengan dokumentasinya.

Jumlah gerbong kereta api Wijayakusuma ini sebanyak 8 gerbong. Satu gerbong diisi 64 penumpang. Tiap gerbong yang mengarah pada pintu keluar terdapat keterangan berkaitan dengan gerbong tersebut, pun dengan aturan yang tidak diperbolehkan selama di gerbong kereta api seperti merokok dan lainnya.

Selain itu, aku juga sempat mengabadikan kondisi toilet kereta api. Toilet cukup bersih, dan tiap satu jam berlalu petugas kebersihan kereta berkeliling membawa kantung plastik besar seraya meminta penumpang menyerahkan sampah yang mungkin dimiliki. Jadi tidak ada alasan bagi kita menaruh sampah sembarangan, toh di tiap kursi juga sudah disediakan plastik kecil.
Toilet di dalam kereta api Wijayakusuma cukup bersih
Toilet di dalam kereta api Wijayakusuma cukup bersih
Perjalanan panjang, tiap titik tertentu kereta api berhenti; mempersilakan kereta api lain untuk berjalan terlebih dulu. Aku terlelap di beberapa saat, namun sayup-sayup terdengar suara petugas menginformasikan lokasi kereta api berhenti, menurunkan atau menaikkan penumpang.

Kembali aku terjaga ketika kereta api berhenti di Kroya, silih berganti penumpang turun. Sisa sedikit yang bertahan sampai di Cilacap, pun ketika kereta api berhenti di Maos. Di gerbong satu tinggal 8 orang yang tersisa untuk turun di Stasiun Kota Cilacap. Aku tak sempat mengabadikan kondisi sepi stasiun kala tengah malam.
Suasana di Stasiun Kota Cilacap kala siang cukup ramai

Di pintu luar stasiun, sudah banyak orang yang menjemput, termasuk teman yang menjemputku di sini. Aku hanya berencana, ketika nanti pulang ke Jogja, nantinya kuabadikan stasiun ini. Stasiun yang hanya dilewati kereta api menuju Jakarta dan Solo (termasuk Jogja). Stasiun yang awalnya sepi, menjadi kembali bergeliat ramai.

Aku yakin, dengan adanya kereta api Jogja – Cilacap ini akan membuat wisata di Cilacap menjadi lebih maju dan berkembang. Kita tahu, Cilacap mempunyai banyak destinasi wisata yang tak kalah bagus di Jawa Tengah, termasuk dengan Pulau Nusakambangan. Jadi kapan mau berwisata ke Cilacap? Jangan lupa naik kereta api Wijayakusuma. *Kamis – Sabtu; 15-17 Februari 2018.

Pemutakhiran informasi
Sejak bulan September 2018, telah ada perubahan jadwal keberangkatan dan tarif di kereta api jurusan Jogja - Cilacap. Kemungkinan besar ini ada pengaruh dari rute baru Banyuwangi - Cilacap yang juga menggunakan kereta api Wijayakusuma.

Jadwal dari Jogja, sesuai pemesanan menggunakan aplikasi tertera berangkat pukul 23.57 WIB. Satu hari hanya ada satu kali jadwal. Untuk harga mulai terbagi dua; Ekonomi 130.000 rupiah dan Eksekutif 170.000 rupiah.

Satu hal lagi yang harus dipahami, pemesanan tiket tidak bisa jauh-jauh hari. Misalnya keberangkatan bulan November, kalian tidak bisa memesan di bulan September. Rata-rata jangka waktunya dua minggu sebelum keberangkatan baru bisa dipesan. Atau memesan pada saat awal bulan untuk akhir bulan yang sama. Silakan cek secara berkala jika ingin memesan tiket jurusan Jogja - Cilacap.

22 komentar:

  1. Skg ada kereta ke cilacap ya, duku sewaktu bekerja di cilacap kalo transportasi jogja-cilacap saat mudik biasanya pakai bis efisiensi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga seringnya naik Efisiensi mas. Tapi sekarang kayaknya lebih pilih kereta api hehhehhe

      Hapus
  2. Kereta termasuk transportasi favoritku, ntah kenapa selalu inget masa kecil dulu. walaupun bediri penuh sesak di bordes, selalu menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahhaha; aku malah naik kereta api pertama tahun 2014 mas kakakakakka

      Hapus
  3. Oh koreksi, Mas. Posisi tempat duduk kereta (searah atau enggak) itu sampe sekarang nggak bisa ditentukan. Soalnya, sewaktu-waktu posisi rangkaian bisa diubah oleh pihak KAI. :D
    Yang bisa ditentukan arahnya, cuma kereta kelas Bisnis dan Eksekutif. :)
    Wijayakusuma pake Premium, mantep nih. Emang yang paling rame dari Jogja-Kroya ya? Okupansi ke Cilacap emang nggak begitu bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hemmm pencerahan; kukira posisi ini sudah paten kayak bisnis hahahahha.

      Hapus
    2. Haha. Kursi kereta bisnis sama eksekutif bisa diputer biar sesuai arah perjalanan kereta. Jadi bisa disesuaikan. Kalo kelas ekonomi sama premium (premium masuknya ekonomi juga sebenernya), nggak bisa diputer-puter. Gituu

      Hapus
    3. Ahahahaha, iya kalau bisnis bisa diputer.

      Hapus
  4. aku belum coba kereta ini
    sepintas mirip rangkaian eks maleks tapi yang jelas jarak antar bangkunya lebih sempit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku masih awam kalau urusan kereta api malahan mas ahahhaha

      Hapus
  5. Mas, yang jemput siapa temannya. Kok ngga diikut sertakan fotonya disini..hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pas jemput malah sodara yang rumahnya di dekat masjid agung mas hahahaha

      Hapus
  6. Aku selalu memilih Wijayakusuma kalau pulang ke Kebumen dibanding Joglokerto. Keretanya lebih enak, lebih wangi.. :D
    tulisan yang menarik mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya balak sering ngajak Thole mudik ke Kebumen njenengan mas ahhahahah

      Hapus
  7. Eh lagi nyadar kalo dari Tugu Yogya ada dua kali keberangkatan. Nggak fair! Dari Solo Balapan cuma sekali brangkat tok jam 8 malam hiks. Tapi lumayan sih pualng dari Cilacap-Solo brangkat sore, jadi bisa one day tour tanpa nginap yen diniati hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aahahahhaha; kalau tidak menginap saran saya seperti ini koh; jam 1 dinihari sampai stasiun Cilacap, nunggu waktu pagi di salah satu toko yang 24 jam. Lokasinya hanya 120 meteran dari pintu keluar stasiun (ambil kiri). Di sana ada tempat duduk dan nyaman hahahaha. Paginya sampe sore bisa jelajah beberapa destinasi; sudah ada ojek online kok.

      Hapus
  8. opsi moda transportasi KA sekarang jadi favorit ... bersih, nyaman, tidak kena macet .. bisa tiduran pula .. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, bikin nyaman dan bisa nyenak tidurnya ahahhaa

      Hapus
  9. btw mas sitam, kayaknya sering banget ke cilacap ya?

    bukannya bisa pilih tempat duduk pas pesan tiket?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas setahun 2x teh. Iya, memang ada nomor kursi saat pesan. Saya yang masih bingung posisi kursi searah jalan atau tidak saat pesan ahhahahah

      Hapus
  10. Di gumilir bisa turun g yah mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gumilir kayaknya nggak mas. Seingatku setelah dari Maos atau mana itu langsung ke stasiun kota Cilacap.

      Hapus

Pages