Bermalam di Whiz Hotel Sudirman Cilacap - Nasirullah Sitam

Bermalam di Whiz Hotel Sudirman Cilacap

Share This
Kamar di Whiz Hotel Sudirman Cilacap
Kamar di Whiz Hotel Sudirman Cilacap
Sepertinya aku mulai menyukai Kota Cilacap. Ada banyak destinasi wisata yang bisa aku datangi di sana. Mulai dari deretan pantai, wisata herigate, kuliner, atau dengan suasana kota Cilacap yang nyaman. Perjalanan ini menjadi kali kedua dalam kurun waktu satu tahun menyambangi Cilacap, khususnya mengunjungi pantai-pantai di Pulau Nusakambangan.

Di mulai perjalanan malam hari dari Stasiun Tugu Jogja, kereta api Wijayakusuma mengantarkanku sampai di Cilacap. Pagi harinya, aku langsung menyewa kapal menuju pulau Nusakambangan. Ada beberapa agenda yang sudah kurancang sejak jauh-jauh hari, ada yang berhasil kukunjungi, ada pula yang harus kubatalkan dengan berbagai pertimbangan.

Menjelang pukul 13.00 WIB, aku menuju hotel tempat menginap. Sebelumnya, aku sudah mencari-cari hotel yang kurasa cocok di dompet. Maklum anak kos, jadi untuk menginap saja aku harus pilih-pilih hotel yang harganya sesuai dengan uang di dompet. Kuputuskan kala itu menginap di Whiz Hotel Sudirman Cilacap. Hotel ini berada di tengah kota, beralamatkan di Jalan Sudirman Nomor 20, Cilacap.
Whiz Hotel Sudirman Cilacap dari jalan raya
Whiz Hotel Sudirman Cilacap dari jalan raya
Proses check in berjalan cepat, resepsionis di depan memberikan kunci kamar. Aku mendapatkan kamar nomor 332. Sempat kuabadikan lobi hotel, tidak luas lobi hotel. Terdapat beberapa kursi yang bisa kita duduki sembari berbincang. Tepat disekatan lainnya adalah restoran.

Keluar dari lift, kususuri lorong kamar di lantai 3. Lorong jalan menuju kamar tidak terlalu luas, namun tidak sesempit hotel lainnya yang pernah aku inapi di Cilacap tahun lalu. Lantainya cukup bersih, terkadang di hotel lain yang pernah aku inapi tercecar pasir. Mungkin pengunjung baru pulang dari pantai.
Ruangan lobi hotel
Ruangan lobi hotel
Kamar yang aku pilih adalah standard, terdapat dua bed berbalut sprei putih. Whiz Hotel Sudirman Cilacap mempunyai 125 kamar. Tipe kamar di sini adalah Deluxe, Standard, dan Superior. Aku mendapatkan informasi ini dari resepsionis dan mas-mas yang membersihkan kamar. Sesaat aku merebahkan diri di kasur. Melepas lelah setelah setengah hari tadi menyambangi pantai di Pulau Nusakambangan.

Menyempatkan tidur siang di hotel, menjelang sore aku bangun. Aku kembali melihat isi kamar hotel. Kamar hotel ini cukup minimalis, tidak luas namun tertata rapi. Tidak ada rak/almari pakaian, yang disediakan gantungan pakaian sebanyak 4 buah. Meja permanen kecil di pojokan, bersatu dengan tembok yang di atasnya jendela di sisi selatan. Di bagian dinding barat, sebuah televisi terpampang, dan berlangganan TV Kabel. Tidak ketinggalan arah kiblat di atas atas.

Selain itu, terdapat kursi kecil berwarna hijau. Jika kita membawa laptop dan ingin bekerja di dalam kamar, kita bisa memanfaatkan meja yang berada di pojokan. Beruntungnya colokan listrik di dalam kamar cukup melimpah. Setahuku ada tiga colokan yang tersedia, ini belum termasuk colokan di kamar mandi jika dibutuhkan secara darurat.
Sudut kamar yang aku inapi di Whiz Hotel Sudirman Cilacap
Sudut kamar yang aku inapi di Whiz Hotel Sudirman Cilacap
Sudut kamar yang aku inapi di Whiz Hotel Sudirman Cilacap
Bagian tepi bed, terdapat meja kecil. Satu meja untuk telepon, dan meja lainnya berisikan brankas. Barang-barang berharga kita bisa disimpan di sini saat kita keluar kamar. Kuperiksa juga air mineral yang disediakan, terdapat dua air mineral, serta tidak ketinggalan sandal hotel. Entahlah, aku suka iseng memeriksa hal-hal yang kecil di hotel. Menurutku ini malah menarik untuk kuulas.

Kamar mandi di kamar terbagi menjadi dua tempat. Satu sekatan untuk toilet-nya, satu sekat di sisi lain untuk mandi. Perlengkapan kamar mandi yang disediakan pastinya handuk; pasta gigi disediakan, sedangkan sabun & sampo hanya disediakan dalam bentuk cair terpasang di dinding kamar mandi.

Setahuku Whiz Hotel Sudirman Cilacap ini bintang dua, tapi bagiku sudah cukup lengkap untuk yang sekadar singgah ke Cilacap, berlibur, dan hanya sebagai tempat menginap. Oya hotel ini tidak ada kolam renangnya. Sebenarnya ada fasilitas lain yang disediakan hotel seperti ruang rapat, spa, ataupun fasilitas laundri. Aku baru sadar kalau kamarku itu termasuk standard city view; jadi aku bisa melihat sebagian perumahan warga dari ketinggian.
Bagian sudut toilet kamar
Bagian sudut toilet kamar
Cahaya lampu di kamar sedikit temaram, namun tak menjadi masalah. Jaringan internet juga cukup mumpuni. Aku sengaja mencoba jaringan internet di dalam kamar, luar kamar, serta di lobi hotel. Keseluruhan sudut tersebut cukup kuat internetnya. Sementara bagian restoran tidak kumasuki, sewaktu pesan kamar tidak termasuk sarapan. Jadi hanya lewat saja, tanpa mengintip menu sarapan.

Seperti dari awal, aku menginap di sini karena harga kamar sesuai dengan dompetku. Jika penasaran, kalian bisa melihat harga di hotel ini melalui aplikasi-aplikasi yang tersedia. Untuk lebih murah, kalian bisa mencoret fasilitas sarapan. Selain itu lokasinya yang berada di tengah kota menjadi alasan lain aku memilih hotel ini.

Sedikit aku gambarkan; Whiz Hotel Sudirman Cilacap ini hanya berjarak 500 meter dari Alun-alun Kota Cilacap. Menuju pantai Teluk Penyu jaraknya sekitar 1.7KM. Sedikit lebih jauh lagi jika ingin main ke Benteng Pendem Cilacap. Sedangkan dari hotel ke Stasiun Kota Cilacap berjarak 1.3KM. Kita bisa menggunakan layanan ojek online (Grab & Gojek) di Cilacap untuk mencapai tempat-tempat tersebut.
Temaram lampu kamar hotel
Temaram lampu kamar hotel
Biarpun aku bilang nyaman, tentu tetap ada beberapa masukan untuk hotel. Mungkin masukan ini bisa membuat lebih baik. Pertama; parkir motor hanya ada di sisi barat halaman, sekitar 6 motor saja sudah sesak. Semoga ada sudut lain yang bisa diberdayakan. Kedua; resepsionis beberapa kali telpon ke kamar untuk menawarkan paket makan dan lainnya. Kurun waktu tiga jam di kamar sudah ada tiga kali telepon berdering. Alangkah lebih baik dikurangi untuk hal-hal seperti ini.

Menginap semalam di Whiz Hotel Sudirman Cilacap, berbincang dengan resepsionis, dan bertemu dengan teman bloger Cilacap menjadi hal yang menarik. Semoga jika berlibur ke Cilacap bisa kembali menginap di sini, siapa tahu setelah ini mendapat voucher menginap gratis (berdoa); biar bisa mengajak teman-teman Jogja untuk mengeksplor Cilacap.
Jika kalian berlibur ke Cilacap, dan bingung mencari penginapan yang berada di tengah kota Cilacap; mungkin Whiz Hotel Sudirman Cilacap bisa dipertimbangkan untuk menjadi pilihan. Aku percaya, Cilacap di tahun 2018 ini bakalan banyak dikunjungi wisatawan. Lambat laun, pesona pulau Nusakambangan dan deretan destinasi lain di Cilacap mulai dilirik para calon pengunjung karena akses ke Cilacap sudah bertambah dengan adanya kereta api. *Cilacap; 16-18 Februari 2018.

34 komentar:

  1. Pernah nginap di Whiz hotel, hotelnya cukup lumayan dan cukup ramah di kantong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Yang penting itu sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing ehheheh

      Hapus
  2. Resepsionisnya cewek apa cowok mas? mungkin dari awal mas sitam masuk wes ngefans :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siang cowok, menjelang magrib cewek. Pilih mana mbak?

      Hapus
  3. Ikut kudoain biar dapet voucher nginap gratis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn, kali aja abis ini ada email masuk kakakakaakka

      Hapus
  4. Buat family juga oke ni hotelnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, siapa tahu mau main ke Cilacap :-D

      Hapus
  5. Aku sempat kepikiran buat jalan ke Cilacap wkwkw mumpung dr Jogja murah. Ya lumayanlah whiz ini, bisa jadi pertimbangan menginap klo kesana πŸ˜‚πŸ‘Œ Kapan2 ayolah agendakan ke cilacap brg mba aqid πŸ˜‚πŸ‘Œ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah, kalau ke sana nanti aku pandu aja kakakakakak

      Hapus
  6. Ah sayang e kasur e dua. Sayang banget nek cuma nginep sendiri. *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa kudu tak foto seng turu karo aku *eh akakkakakakkaka

      Hapus
    2. ecieee, jadi tidurnya ama siapa mas? :P

      Hapus
    3. Anu teh, sama emmmm kakakakkakakak

      Hapus
  7. Aku juga sebel kalo nginep di hotel yg staffnya semangat banget nelponin tamu. Pernah wkt itu di salah satu hotel di bogorkita sampe berkali2 di telp dlm wkt yg deketan. Ditanya apa sudah puas ama kamarnya, apa ac nya dingin, apa mau dibangunin besok pagi, apa ada yg kurang, apa mau memesan makanan. Buseeet daaah. Service sih service, tp ga lebay gitu kali :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahhahhaha, iya mbak. Pengennya rehat santai dan tidak terusik hehehheh

      Hapus
  8. Dulu gedung ini sempet mangkrak lama, gedung bekas Bank Export Import ini akhirnya dipugar dan disulap sedemikian rupa hingga menjadi hotel yang cukup menarik di tengah kota Cilacap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang Cilacap benar-benar banyak hotelnya mas

      Hapus
  9. Dulu pernah mau nginap di whiz hotel, tp temen maksa suruh nginep di rumahnya, yawes luamyan jd iritπŸ˜‚

    BalasHapus
  10. hotelnya oklelah ya . untuk para pelancong .. yang lebih mementingkan jalan2 keluarnya.
    hotel hanya untuk tidur saja. Yang penting kamar dan toiletnya bersih dan nyaman .. seperti Whiz ini .. sudah oke banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kang, selama hotelnya nyaman sih bikin ayem

      Hapus
  11. wah nek aku, kriteria pertama, harus include sarapan...
    rempong isuk isuk golek sarapan nang njobo karo si krucil...
    heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahhah, maklum mas anak kos. Sarapan kadang lupa, mending buat jajan akakkakakak

      Hapus
  12. kalo saya mah nginep dimana aja asal g nguras kantong..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama sudah disiapkan sedari awal aman kok, hahahahhaha

      Hapus
  13. penerangan lampu temaramnya tetep bikin nyaman ya, jadi bisa cepet tidur. Aku pun suka dengan kamar mandi yang bersih seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Kalau yang suka terang mungkin agak ribet sedikit kecuali pas siang. Jadi bisa buka jendela

      Hapus
  14. Masak iya mas, hotel sebagus ini tempat parkir buat 6 motor aja udah penuh-sesak?
    Oh mungkin memang target marketnya orang-orang bermobil
    *berkhusnudzon* ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehhe, iya mas.
      Parkir mobil berjejer di halaman juga mas.
      Kadang parkir memang menjadi permasalahan tersendiri untuk hotel-hotel yang baru dibangun tepat di tengah kota.

      Hapus
  15. jarak ke alun2 kota nggak terlalu jauh, tp kota cilacap malah blum terngiang sama sekali di pikiranku untuk sekedar main2 kesana, taunya ya cuman nusakambangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekat banget mbak, pun ke pantai teluk penyu juga nggak jauh. Di sini juga sudah banyak ojek online; kalaupun jauh, bisa akses transportasi tersebut

      Hapus

Pages