Konkrite Coffee and Place Jogja, Tempat Asyik untuk Bekerja maupun Nongkrong - Nasirullah Sitam

Konkrite Coffee and Place Jogja, Tempat Asyik untuk Bekerja maupun Nongkrong

Share This
Sajian V60 kopi Bali Kintamani
Sajian V60 kopi Bali Kintamani di Konkrite Coffee & Place
Jogja tidak ada habis-habisnya memunculkan kedai kopi baru dengan konsep berbeda. Salah satunya adalah Konkrite Coffee & Place, kedai kopi yang baru diresmikan satu minggu ini mulai menarik perhatian para pecinta nongkrong dan bersantai. 

Berlokasi di Caturtunggal, tidak jauh dari Kedai Kopi Bento, kedai ini jika dilihat dari luar lebih mirip dengan Silol maupun Linglung. Namun tatkala masuk, aku malah melihat tempat ini lebih asyik untuk teman-teman yang sedang mencari kedai yang ada Coworking Space-nya. 

Seperti kebiasaan akhir pekan, aku mengunjungi kedai kopi dan meluangkan waktu untuk menulis. Siang ini, aku putuskan menuju Konkrite Coffee & Place. Sebuah kedai kopi yang lokasinya tak lebih dari 400 meter dari kos. Kedai ini buka mulai pukul 10.00 WIB – 00.00 WIB. 

Dua barista bersama beberapa pramusaji menyapa. Sembari melihat sekeliling, aku putuskan duduk di ruang luar lantai dua. Harapanku saat itu adalah dapat bekerja, menyeduh kopi, sembari melihat petakan sisa sawah maupun lalu-lalang pengguna jalan. 
Meja kasir dan barista di lantai satu
Meja kasir dan barista di lantai satu
Tujuh stoples berisi biji kopi terpajang. Menurut Mas Adis, biji kopi ini masih sampel. Di antara biji kopi yang ada, aku hanya bisa mengingat Sidikalang, Gayo, Kintamani, dan Toraja. Mungkin karena masih sampel, jadi belum bisa memutuskan biji kopi mana saja nantinya yang akan digunakan dalam jangka waktu panjang. 

Bagi yang suka menikmati kopi manual brew. Di sini tersedia V60, Vietnam Drip, dan French Press. Untuk yang lainnya, ada juga kopi lainnya yang bisa dipilih sesuai selera. 

“V60 saja, biji Kintamani,” Jawabku kala ditanya pramusaji. 

Pramusaji perempuan bernama Tika yang mencatat didampingi temannya laki-laki. Ada yang menarik di sini, jika biasanya kedai kopi identik dengan minuman dan camilan saja. Di Konkrite Coffee & Place ini menyediakan makanan berat seperti Indomie, Ayam Geprek, dan lainnya. 
Daftar harga dan menu di Konkrite Coffee and Place
Daftar harga dan menu di Konkrite Coffee and Place
Jadi tidak perlu bingung jika bersantai di sini serta kelaparan. Karena menu-menu tersebut bisa dipesan dengan harga yang relatif sesuai dengan kantung saku. Tidak banyak kedai kopi yang menyediakan makanan berat. 

Sembari menunggu pesanan datang, aku menjelajah tiap sudut kedai tersebut. Aku mencari spot asyik untuk duduk, kuputuskan teras luar menghadap ke selatan (petakan wasah dan jalan). 

Aku suka suasana di teras, meskipun suara musik bersaing dengan keriuhan mesim kendaraan yang lalu-lalang di jalan, tetapi aku bisa menikmati karena pemandangan sawah serta semilir angin. Meskipun terkadang angin sedikit kencang. 

Rata-rata meja di sini kecil, hanya cukup untuk sepasang kursi. Jika datang rombongan, mungkin bisa menggabungkan beberapa meja dan kursi. Di teras luar, stop kontak listrik terbatas, jadi bagi yang ingin bekerja di luar harus bisa mencari tempat duduk strategis. 
Lantai dua Konkrite Coffee & Place yang terbuka
Lantai dua Konkrite Coffee & Place yang terbuka
Konkrite Coffee & Place mempunyai beberapa opsi tempat duduk. Bagi yang ingin bersantai di ruangan tertutup bisa duduk di depan meja kasir lantai satu. Maupun lantai dua yang tertutup. Menurutku di lantai dua ini yang bakalan ramai untuk pengunjung datang dan bekerja. 

Masuk di lantai dua yang tertutup, deretan meja serta kursi tersebar. Aku malah tertarik dengan sudut-sudut ruangan yang dibentuk menjadi tempat duduk seperti di Antologi Coffee. Bagian selatan dinding dimodif menjadi area duduk berhadapan berbalut sofa, tentunya tempat ini juga dilengkapi stop kontak. 
Tempat duduk sofa di Konkrite Coffee and Place
Tempat duduk sofa di Konkrite Coffee and Place
Tempat duduk sofa berhadapan itu menjadi tempat yang paling sering ditempati pengunjung yang ingin berbincang santai sembari bermalas-malasan. Spot yang menarik lagi bagiku adalah deretan meja panjang dipenuhi kursi dan stop kontak menghadap ke jendela bagian timur. 

Bagi blogger, mendapatkan kedai yang mempunyai tempat asyik untuk bekerja adalah hal yang menyenangkan. Aku melihat pemilik Konkrite Coffee & Place ini peka dengan hal tersebut. Disulap ruangan atas menjadi semacam tempat asyik untuk bekerja. Ini mengingatkankan pada meja panjang di Homi Coffee & Space. Tidak ketinggalan ada ruang untuk rapat.
Coworking space di Konkrite Coffee and Place
Coworking space di Konkrite Coffee and Place
Beranjak ke ruang luar kedai. Ada meja dan kursi cukup banyak di lantai dua. Pun dengan di lantai satu bagian taman. Deretan meja dan kursi tersebar, beberapa titik disediakan stop kontak. Bahkan meja dan kursi ada yang terpasang permanen, terbuat dari semen. Ada juga tempat untuk lesehan. 

Satu hal yang sering aku tanyakan di kedai kopi adalah tempat salat. Bagi sebagian pengunjung tempat salat menjadi hal yang dipertimbangkan apakah mereka nongkrong di sini ataupun tidak. Di Konkrite Coffee & Place, musola tersedia dan cukup mumpuni untuk beribadah bagi yang muslim. 

Ruang musola cukup luas, namun yang dipasangi karpet dan sajadah separoh, sehingga bisa digunakan salat tiga orang. Tempat untuk wudu ada satu kran. Aku sempat salat di sini, dan barang-barangku dijaga pramusaji. 
Area terbuka di lantai satu
Area terbuka di lantai satu
Seperti yang aku bilang, di sini kita bisa menyeduh kopi sembari menikmati pemandangan sepetak sawah. Di depanku sepetak sisa sawah yang masih bertahan di antara pembangunan yang masif di sekitaran Caturtunggal. 

Bagi sebagian orang, petakan kecil sawah tidak berarti. Namun bagiku, biarpun hanya ada petakan sawah kecil, ini menjadi pemandangan berbeda. Oya, jika cuaca cerah menatap senja di kedai ini juga bagus, karena bagian barat tidak tertutupi gedung tinggi. 

Pendapatku tentang Konkrite Coffee & Place 

Sedikit penilaianku tentang Konkrite Coffee & Place. Tempatnya asyik untuk sekadar nongkrong atau bekerja. Jika nongkrong bisa di bagian luar, misalnya mau bekerja di ruang dalam yang tersedia deretan space untuk bekerja. Kalau untuk bekerja lebih baik datang siang sampai magrib. Biasanya selepas magrib pengunjung cenderung ramai. 

Internet cukup kencang, di sini akses internet kita harus login. Jadi tidak terpajang di bagian bawah struk, namun diberi kertas kecil berisi username dan password. Tiap akses dijatah enam jam. 

Menu yang tersedia cukup mumpuni, selain kopi juga disediakan minuman nonkopi. Tidak ketinggalan makanan berat maupun camilan. Jadi kita tidak perlu keluar dari kedai jika ingin makan berat. Aku di sini mencoba menu Indomie Matah, minumnya kopi Bali Kintamani diseduh metode V60. Rasa kopinya seperti di sebagian besar kedai kopi lainnya. 

Bagiku yang perlu ditambahi mungkin tempat sampah kecil di beberapa sudut. Teras di selatan tidak disediakan kantung sampah. Hal ini sedikit membingungkan pengunjung yang ingin membuang tisu atau sampah kecil lainnya. Takutnya, sampah seperti tisu (selepas makan) terkena angin kencang. 

Mungkin itu sedikit penilaianku tentang kedai kopi Konkrite Coffee & Place. Bagi yang ingin nongkrong di sekitaran Ambarukmo Plaza dan sekitarnya, bisa menjajal kedai ini. 

***** 
Menyesap pesanan sembari memandangi sepetak sawah
Menyesap pesanan sembari memandangi sepetak sawah
Ada orang memilih kedai kopi karena rasa kopinya, ada juga karena tempatnya, pun dengan keduanya. Aku salah satu orang yang lebih suka menilai dari sudut pandang suasana dan kenyamanannya. Bagiku tempat ini cukup nyaman untuk bekerja kala siang – sore. 

Tiap seduhan kopi kunikmati. Hingga tak terasa satu artikel selesai tertulis. Artikel tersebut adalah yang kalian baca sekarang. Ya, aku menulis Konkrite Coffee & Place ini di lokasinya. Jarang-jarang aku melakukan hal seperti ini. *Konkrite Coffee and Place, Minggu 14 Oktober 2018.

24 komentar:

  1. sabtu kemaren sha dateng ke acara ngopi saraosna, terus ngeliat yang pada bikin kopi gitu. Inget mas sitam hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya ada yang ingat aku aja biarpun dari biji kopi ahahahahha.
      Sehat toh teh?

      Hapus
  2. Anti Latepost bangeeeetttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, pengenku itu pas mengunjungi kedai yang sudah aku agendakan seperti ini. Jadi cepat nulisnya dan nggak mengendap

      Hapus
  3. Balasan
    1. welkambek mbak Kinan. Akhirnya ngeblog lagi hahahahahha
      Kamu kudu ke sini, tempatnya asyik kok

      Hapus
  4. huaaa ada menu Indomie Ayam Geprek... koyone uenakkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menu yang sesuai dengan selera anak kos, mas :-D

      Hapus
  5. Haa berapa lama iki le nongkrong, wes oleh se artikel panjang meneh :o
    Semoga sawah yang terhimpit dan tinggal sepetak itu tetap awet-awettt :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak lama kok. Niatnya mau edit video buat vlog, sekali lihat lokasinya kok cocok diulas duluan. Yaudah, motret bentar lanjut tulis. Kelar deh

      Hapus
  6. Menunya juga cocok buat yang non kopi. Makanannya juga berat ada ayam geprek

    BalasHapus
  7. Kadang tuh sirik ama D.I.Yogya yang punya banyak tempat nongki kek gini. Solo gersang banget cari tempat nongki, kecuali kalau tinggal di area kampus. Btw Virjin Mojito ne no alcohol opo ora ya? Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin tempat tongkrongan sendiri koh.
      Lah ini yang paham Ardian, dia kemarin pesen Motijo :-D

      Hapus
  8. Konkrite ini lengkap ya. Ada menu makanan berat juga; karena biasanya kafe atau kedai kopi paling menyediakan cemilan-cemilan semacam kentang goreng begitu, tapi ini ada ayam gepreknya! Jadi orang bisa dapat banyak hal di sini, mau sekadar ngopi cantik bisa, mau mengisi perut (makan berat) juga bisa (tidak perlu mencari warung/rumah makan lain lagi).

    Interior Konkrite juga keren. Saya suka lantai dua yang terbuka, di balkon begitu, jadi bisa sekalian menikmati pemandangan dan kondisi di luar. Dan tentu saja yang menarik coworking space-nya yang banyak colokan. Itu yang sofa tapi ala ala lesehan juga menawan hati. Bikin betah.

    Betah lah yaaaa ada fasilitas internetnya jugaaaa :D meskipun hanya 6 jam tapi lumayan. Dan ada fasilitas mushola-nya. Jadi setiap waktu shalat, bisa langsung ibadah di situ. Mantap sekali Konkrite Coffee & Place ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu semua, yang penting lokasinya dekat dari kos. Jadi bisa berkunjung hanya dengan jalan kaki hahahaha

      Hapus
    2. Nah! Ini yang penting! Hahahha. Jalan kaki bisa, sepedaan juga bisa kan :D

      Hapus
    3. Iya mbak. Sekarang kalu sepedaan jarang ke kedai kopi :-D

      Hapus
  9. asik euy ada working spacenya,, cocok buat yg datang sendiri atau ingin sambil kerja..

    aku sendiri sebagai seorang yang tak begitu suka kopi, lebih memilih menu lain kalau kesana, yang ternyata banyak juga yah..

    Ketiadaan tempat sampah sayang bgt euy..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang juga saya nggak minum kopi mas. Tergantung suasana, kalau kali datang pertama memang kopi yang saya pesan

      Hapus
  10. sama nih... keberadaan musholla yang nyaman dan bersih jadi pilihan utama tempat nongkrong.
    sekarang sudah mulai kedai2 kopi menawarkan jenis brewing kepada pelanggannya tidak langsung memilih menu kopi ... sebagai pembeda dan daya tarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempat nyaman dan menyenangkan selalu menjadi nilai plus tiap kedai kopi.

      Hapus
  11. asal katanya dari concrete ga sih :D? soalnya melihat tempatnya yang seperti dominan abu2, jd inget beton ato concrete ;p .. kesannya sih kalo aku liat dingin, tapi mungkin kalo fasilitas lainnya trutama charging station dan wifi kenceng, ga masalah lah yaaa :). aku pribadi lbh seneng ke kafe2 kopi yg lbh ceria, warna warni interiornya hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jujur saya kurang tahu berkaitan dengan penamaan hehehehe. Kemarin nggak sempat tanya-tanya ke pramusajinya :-)

      Hapus

Pages