Menu ala Bali disajikan oleh Restoran Sekar Kedhaton Yogyakarta |
“Bawa rombongan mas?” Pengendara transportasi daring membuka percakapan.
“Oh tidak pak, makan malam bareng teman-teman,” Jawabku.
Usai makan malam di Restoran Sekar Kedhaton yang terletak di sekitaran Kotagede, aku memesan transportasi daring. Mungkin beliau paham dengan restoran ini, sehingga mengira aku membawa rombongan dari luar kota.
“Restoran itu ramai terus mas. Biasanya yang parkir bus-bus luar kota.”
Aku mengangguk setuju. Setidaknya waktu aku dan teman-teman menikmati makan malam, sudah ada satu bus besar yang membawa pengunjung. Bisa jadi mereka adalah wisatawan dari luar kota.
*****
Tidak banyak informasi yang aku punya terkait kuliner di Jogja. Aku sendiri jarang kulineran, hanya sesekali ikut teman mencicipi berbagai kuliner yang ada di sudut Jogja. Pun dengan restoran, bisa dihitung jari tangan nama-nama restoran yang aku ketahui.
Hampir semua restoran yang aku kunjungi berada di tengah kota Jogja. Ada beberapa restoran yang lokasinya jauh dari kota, berhubung namanya sudah tenar, aku pun jadi tahu serta pernah makan di tempat tersebut.
Di sekitaran Kotagede ternyata ada restoran yang sudah lama berdiri, 13 tahun silam Sekar Kedhaton Restaurant berdiri di Kotagede. Pemiliknya sendiri asli orang Jogja. Lokasi restoran ini ada di Jalan Tegal Gendu No.28, Prenggan, Kotagede. Jalan yang hampir tiap jumat sore aku lewati kala sepedaan.
Pengunjung yang datang dan menikmati makan malam |
Ini kali pertama aku masuk ke Restoran Sekar Kedhaton. Di dalam sudah ada teman yang menunggu. Sepertinya aku terlambat agak lama, sehingga teman-teman menunggu. Menjelang sore resto masih sepi, tapi dari tatanan meja yang sudah ada banyak minuman, artinya sudah ada yang reservasi tempat.
Benar saja, rombongan yang memesan tempat datang. Mereka sudah memesan makanan perpaket. Sementara aku dan teman lainnya menikmati sajian prasmanan ala Bali. Terobosan baru dari pihak restoran, tiap akhir pekan menu yang disajikan beda-beda.
Layaknya restoran berkonsep Jawa, bangunan menjulang tinggi dengan interior dan corak seperti di keraton. Pun lantunan musik gamelan berirama sedang menjadi teman kala bersantai menikmati makan malam.
Meja tertata rapi lengkap dengan minuman |
Sajian menu siap santap tertata rapi. Kucoba melihat menu apa yang tersedia. Ikan Bakar Jimbaran, Sate Lilit, Telur Godog Cabai Ijo, Nyat-Nyatan, Lawar, dan Nasi Kecombrang. Dilihat dari berbagai menu yang disajikan, konsep kuliner kali ini ala Bali. Dari sekian menu yang disajikan, bagiku cukup asing kecuali Ikan Bakar Jimbaran dan Sate Lilit.
Teman-teman mulai menikmati santap malam lebih awal. Aku sendiri menanti azan magrib baru bergabung makan bersama. Sebelum makan malam, kami berbincang santai sembari melakukan aktivitas yang lain. Ada teman yang asyik ngevlog, foto makanan, dan lainnya. Sebuah rutinitas yang biasa bagi teman bloger.
Kuambil dua bungkus Nasi Kecombrang nasi putih yang di dalamnya diberi irisan bawang merah, rasanya agak unik di lidahku. Kutambahi Lawar; sekilas mirip trancam, hanya saja di sini parutan kelapa dicampur dengan kacang Panjang.
Sajian menu kuliner Bali, tiap akhir pekan menu berganti |
Untuk lauknya, aku mengambil satu iris telur godog cabai ijo dan Nyat-Nyatan. Nyat-Nyatan ini seperti suiran ikan ayan yang diolah menggunakan bumbu seperti sereh, daun salam, lengkuas dan lainnya. Aroma bumbu terasa kala disantap.
Bagiku pribadi, menu masakan ini cukup cocok di lidahku. Sembari menikmati santap malam lebih awal, aku mengamati suasana restorannya. Untuk tempat, restoran Sekar Kedhaton ini cukup luas, dan area parkir juga besar. Musola ada di ujung lain, bisa digunakan salat sekitar 10 orang.
Sekar Kedhaton Restoran ini tak hanya menawarkan sajian makanan saja. Di satu tempat ada juga tempat membeli oleh-oleh, khususnya berkaitan dengan perak. Kita tahu, Kotagede adalah tempat sentra perak di Jogja. Jadi selain resto, di sini juga ada kerajinan perak yang bisa dibawa pulang.
Setiap restoran yang aku kunjungi, yang kunilai selain makanannya tentu hal-hal yang lainnya seperti adanya fasilitas musola, area parkir, suasana restoran, sampai dengan keramahan para pramusaji. Bagiku di restoran ini sudah bagus dan bisa dijadikan opsi jika membawa rombongan ke Jogja.
Santap malam di Restoran Sekar Kedhaton Yogyakarta |
Urusan menu, tiap restoran mempunyai banyak penawaran paket. Di sinipun paket makanan juga berlaku, kita bisa berkomunikasi dengan pihak restorannya terkait memilih menu yang sesuai dengan budget.
Mungkin sedikit masukan dari aku pribadi sih tidak terkait menu yang disajikan. Sajian menu ala Bali sudah pas bagiku, hanya saja buah yang disediakan menurutku potongannya terlalu besar. Mungkin potongan pepaya dan semangkanya agak kecil lagi. Bisa juga nantinya kombinasi antara semangka, pepaya, dan melon.
Seperti percakapan di atas dengan pengendara transportasi daring, Restoran Sekar Kedhaton ini lebih banyak pengunjungnya adalah wisatawan, jadi jangan kaget kalau pas lagi santap malam di sini nantinya banyak rombongan yang datang. Jadi ada rencana mau makan malam di sini? *Restoran Sekar Kedathon Kotagede; Kamis, 01 November 2018.
Membaca menu-menunya saja lidah saya sudah bergoyang, kalau betul mencicipi ini lidah bisa mabuk kesenangan :p hehe.
BalasHapusAahhahaha, kalau ikut nyicipi ntar kekenyangan :-D
HapusPertama kali tau restoran ini karena ada acara Nutrisi Bangsa di Yogya, diajak makan rombongan dari Jakarta, itu tahun 2015, tahun 2016, diajak sama Smartfren yang adain acara di Yogya. Dua kali lagi diajak keluarga dari Bandung dan Surabaya makan di sini. Keknya memang tenar di kalangan wisatawan ya 😊
BalasHapusMakanannya selera Jawa, hahahaha
Sudah tiga kali ke sini dan tidak pernah ajak-ajak :-( buahahahahahah
HapusAku suka resto ini. Wkt itu kesana pas outing kantor.. Jd kota pesen 1 ruangan besar khsus staff hsbc. Menu2nya sih udh disiapin prasmanan dr awal. Tp menu yg dipilih enak2 :). Kalo ntr ke jogja lg, pgn juga ajak keluarga coba makan di situ :). Yg pasti aku ama temen2 suka banget ama interiornya
BalasHapusTernyata sudah kamu jelajahi lebih dulu mbak :-D
HapusMantap betul mas, ini mah bisa bikin perut kekenyanagan ini. Melihat gambarnya sudah merasa senang
BalasHapusHahahahaa
Hapuskarena kenyang adalah bagian dari tujuan makan
menu makanan yang ada campuran kecombrang nya, jadi unik rasanya
BalasHapusSedikit agak aneh rasanya di lidahku mas
Hapuswah, enak banget menu-menu yang ada. Tambah semangat buat nulis tentang kuliner jogja.
BalasHapusSemoga tetap menulis dan menyebarkan di media sosial
HapusAda rencana kalau ada yang bayarin wkwkwkwkwkw.
BalasHapusCocok ya buat yg nyari makanan Bali di Jogja.
Bayar sendiri loh, kan udah kerja
Hapuskalo bukan karena kenyang, ku masih ingin nambah Nasi Kecombrangnya berkali-kali
BalasHapusAku ambil 2 bungkus dan kekenyangan
Hapusaku juga 2 bungkus
Hapusdan menurutku itu sangat banyak
HapusTelur godog cabai hijau, wah wajib dicoba bikin sendiri di rumah ni Mas..
BalasHapusKalau saya nggak sempat bikin mas. Nggak punya dapur hahahahah
Hapustidak aneh kalau resto ini jadi favoit ya .. interiornya keren, penyajian makanannya oke ... apalagi fasilitasnya lengkap dan tempat parkirnya luas
BalasHapusBenar kang, area parkir luas dan lokasi mudah dijangkau menjadi nilai plus bagi resto.
HapusBeneran Gue baca sambil ngences Mas hahah. Enak2 banget makanannya, ini restoran jawa yg keliatannya fancy banget Mas :)
BalasHapusIni Mas Sitam temennya Mbak Lestari bukan ya ?, Ketika waktu itu pernah ke karimun jawa buat survey kijp karimun, kayaknya sempet kerumahmu juga Mas tapi Pas Masnya lagi Gak Ada dirumah sih.
HapusIya mas, saya temannya mbak Tari hehehehe.
HapusMohon maaf pas mampir rumah nggak ada saya :-)
aku sudah dua kali makan di sini, enak dan suasana juga asik. abis dari sini bisa ke kota gede :D
BalasHapusAku malah baru sekali ini, koh :-D
Hapus