Menunggu Senja di Pantai Tanjung Tinggi Belitung - Nasirullah Sitam

Menunggu Senja di Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Share This
Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Kulihat koleksi foto yang ada di kamera. Lumayan banyak stok yang kudapatkan selama mengelilingi Pulau Lengkuas dan sekitarnya. Mobil melaju sedikit lebih kencang. Waktu sore kami rencanakan dapat melihat sunset di Pantai Tanjung Tinggi. 

Tanjung Tinggi adalah nama asli dari pantai Laskar Pelangi. Konon penamaan Tanjung Tinggi ini dikarenakan pantai tersebut berada di semenanjung dengan ciri khas bebatuan menjulang tinggi. Karena itulah tersemat nama Tanjung Tinggi. 

Tatkala film Laskar Pelangi melejit seantero Indonesia, lambat laun pantai ini diubah nama menjadi “Pantai Laksar Pelangi”. Mungkin tujuannya untuk promosi atau lebih mudah diingat. Keindahan pantai dengan bebatuan menjadi daya tarik penonton film, hingga mereka penasaran menuju tempat pengambilan filmnya. 

Pengubahan nama ini juga terjadi di beberapa pantai yang kukenali. Di Karimunjawa sendiri ada pantai yang dikenal dengan sebutan baru, meski nama aslinya bukan tersebut. Lagi-lagi, orang lebih kenal karena familiar nama-nama baru yang digaungkan. 

Mobil berhenti, berjejeran dengan kendaraan yang lainnya. Pun tampak bus-bus yang berderet rapi. Bau khas ikan asin tertangkap indera penciumanku. Pikiranku langsung teringat pada jalan-jalan di belakang Hotel Menumbing Bangka tadi pagi sebelum terbang ke Belitung. 
Sampai di Pantai Tanjung Tinggi
Sampai di Pantai Tanjung Tinggi

Sepeda motor yang menjual aneka ikan asin menyapa para pengunjung. Mereka berdampingan dengan penjual aneka kaus yang menggelar tikar kecil. Di setiap destinasi wisata, rata-rata masyarakatnya turut mencari rezeki dari jualan. 

Sebuah prasasti agak tinggi ramai digunakan berfoto tiap wisatawan. Aku mendekat, ternyata ini semacam penanda lokasi ini pernah digunakan syuting film Laskar Pelangi. Bergantian para wisatawan berfoto. Tiap pemandu sibuk mengabadikan. Aku hanya melongok sesaat, lantas menghidupkan kamera menuju pantai. 

Semacam masuk di sela-sela bebatuan menjulang tinggi, jalur menuju pantai Tanjung Tinggi rindang pepohonan. Di sudut bebatuan berserakan sampah plastik. Entahlah ini siapa yang asal membuang sampah sembarangan. Sangat disayangkan. 

Akhir pekan memang bukan waktu yang tepat berkunjung ke destinasi wisata terkenal seperti Pantai Laskar Pelangi. Pantai yang tidak terlalu luas ini sudah dipadati pengunjung. Mereka mempunyai niatan yang sama, ingin menyaksikan mentari terbenam. 
Pantai Tanjung Tinggi atau dikenal dengan nama Pantai Laskar Pelangi
Pantai Tanjung Tinggi atau dikenal dengan nama Pantai Laskar Pelangi

Didominasi bebatuan besar dan berkombinasi pasir putih, tentu Pantai Tanjung Tinggi memesona. Di antara rombongan yang tersebar, aku sedikit menepi. Berusaha mencari sudut yang sepi dan bisa mengambil gambar. 

Suara pelantang mengimbau rombongan untuk segera berkumpul, foto bersama, lantas meninggalkan tempat ini. Dengungan drone seperti lebah yang bermanuver. Tiap pengunjung menikmati waktu meski harus bergilir foto di bongkahan batu. 

Aku menyusuri bebatuan sisi kanan. Ada jalur yang bisa mencapai sisi lain pantai ini. Bekas tapakan kaki orang tampak, artinya memang tempat ini hampir sepenuhnya ramai. Di suatu sudut aku berhenti, berusaha mengabadikan mumpung sedang sepi. 

Kembali aku menuju tempat yang ramai. Ada wisatawan yang bermain air, pun dengan berfoto bersama kawan atau keluarga. Aku mendekati sekumpulan wisatawan untuk meminta tolong difotokan. Sebelumnya, aku sudah memotret mereka menggunakan kameranya. 

“Terima kasih,” Ujarku tanpa melihat hasil. 

Sebelum difoto, aku gesit berlari melompat di bebatuan. Tujuanku tentu duduk manis menghadap kamera. Mumpung tidak ada pengunjung yang bermain air. Kulihat sandal jepit pengunjung yang lainnya masih ketinggalan di bongkahan batu. 

Orang yang mengabadikanku memberi isyarat ibu jari sembari tersenyum. Lantas aku mendekat untuk mengambil kamera. Dia berlalu, menghampiri rombongannya. Kulihat hasil foto, ternyata malah candid saat aku loncat ke bongkahan batu. 
Candid di salah satu sudut pantai Tanjung Tinggi
Candid di salah satu sudut pantai Tanjung Tinggi

Pemandangan senja mulai tampak. Matahari masih tertutup awan tebal. Pasangan mata yang berharap mentari muncul hanya pasrah. Sebagian malah sudah meninggalkan pantai. Aku sendiri tidak berharap banyak. Semuanya bisa menjadi konten. 

Kuakui, jika memang sore ini cerah, pasti pemandangannya jauh lebih indah. Aku sadar matahari tidak bakal tampak. Bahkan semburat cahayanya saja tak kelihatan. Awan tebal menghiasi hampir di seluruh angkasa. 

Sedari awal aku memang tidak pernah mempunyai target untuk mendapatkan foto sunset bagus dan yang lainnya. Bisa mengunjungi destinasi di sini sudah lebih dari cukup. Kucari sudut pantai yang sedikit sepi. Sekadar duduk menikmati waktu sore. 

Bentangan pantai luas, hanya para wisatawan terpusat di satu titik. Mereka hanya ingat pantai yang digunakan anak-anak Laskar Pelangi saat bermain. Di sudut yang lainnya, ada pengunjung yang menikmati waktu tanpa berdesakan dengan pengunjung lainnya. 
Sisi lain pantai yang masih sepi
Sisi lain pantai yang masih sepi

Satu kapal kayu tertambat tidak jauh dari bibir pantai. Tak terlihat pemiliknya, yang ada di tepian pantai adalah anak-anak kecil bermain air dan orang dewasa duduk di bebatuan. Sepertinya anak-anak tersebut adalah orang setempat. Jika wisatawan tentu mereka memilih pantai Laskar Pelangi sebagai tujuan. 

Kamera sengaja kuletakkan di batu yang agak datar. Menggunakan aplikasi di gawai, aku mengabadikan diri. Di sini benar-benar jauh dari keramaian. Berbeda dengan bebatuan yang jaraknya kurang dari 50 meter di sisi kiriku. Para pengunjung berdesakan sekadar menikmati waktu sore. 
Menepi di tepian pantai
Menepi di tepian pantai

Puas menepi, aku turut berbaur dengan wisatawan yang riuh di bebatuan. Mereka sibuk berswafoto. Kutunggu hingga spot tersebut sepi. Aku ingin mengabadikan tanpa ada orang yang berpose di sana. 

Cukup lama kutunggu, hingga menjelang petang. Kali ini sudah lumayan sepi. Segera ku abadikan sebelum kembali ada orang yang berpose. Senja memang tak menampakkan keelokannya, tapi pantai Laskar Pelangi tetap menebarkan magisnya untuk dikunjungi wisatawan. 

“Foto di sana bang, biar aku ambilkan,” Celetuk Bang Teguh melihatku sibuk menata kamera di tempat datar. 

“Aku tak salah memilih pemandu, bang,” Selorohku tertawa. 

Kami tertawa kencang, lagi-lagi Bang Teguh mengambil tugas tambahan sebagai jurufoto. Banyak stok fotoku di sini, dan beliau yang mengambilkan. Sayang waktu tadi berlarian di bebatuan Bang Teguh masih berbincang dengan sesama pemandu, jadi tak memotretku. 
Spot favorit pengunjung untuk berfoto
Spot favorit pengunjung untuk berfoto
Halo Pantai Laskar Pelangi
Halo Pantai Laskar Pelangi

Usai menikmati waktu petang di Pantai Tanjung Tinggi, kami beranjak menuju area parkir. Tempat ini sedikit redup, seperti penerangan masih kurang banyak. pengunjung pun tak sebanyak waktu masih sore. 

Pantai Tanjung Tinggi ini memang menjadi destinasi andalan di Belitung selain Pantai Tanjung Kelayang dan pulau-pulau di sekitarnya. Semoga saja pantai ini tetap terjaga kebersihannya. Serta serakan sampah yang tadi kulihat ada yang membersihkan. 

Sedikit kusarankan, jika berkunjung ke sini lebih baik tidak pada musim liburan. Bagi kalian yang memang tidak terkendala dengan waktu kerja, hari-hari biasa jauh lebih menyenangkan untuk ke sini. Tetap ramai, tapi tidak seramai saat liburan. 

Mobil kembali melaju kencang. Aku meminta untuk berhenti di musola terdekat. Selanjutnya tidak langsung ke hotel, tapi mengunjungi kedai kopi. Kedai kopi Kong Djie rasanya sudah memanggilku. Tak sabar menyesap kopi dan menikmati kudapannya. *Pantai Tanjung Tinggi Belitung; Sabtu, 27 Oktober 2018.

30 komentar:

  1. Hasil foto candid-nya malah bagus lho, mas. Aku pun begitu. Saat traveling, memang baiknya lower our expectation. Bisa ke situ aja udah syukur, foto-foto cakep adalah bonus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harusnya seperti itu. Mengalir saja hahahaha. Biar target kita lebih santai

      Hapus
  2. Tapi kayaknya nggak seramai Indrayanti pas akhir pekan, ya, Mas? :D Waktu ke Tanjung Tinggi, yang paling saya inget itu pas naik motor dari Tanjung Kelayang terus takjub lihat kontras hijau rerumputan, pantai pasir putih, dan warna air laut, beberapa ratus meter sebelum Pantai Tanjung Tinggi. Tapi dulu sebentar doang di sana, karena terlalu rame. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja ambil foto pas agak sepi mas. Biar agak asyik ahahahhaha. Sebenarnya ruame banget

      Hapus
  3. bagus ya, airnya tenang banget, kayaknya enak buat mandi mandi
    mirip mirip pantai tanjung kelayang ya bebatuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kontur bebatuannya memang sama semua, mas :-)

      Hapus
  4. Ramai, tapi masih bersih ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sewaktu masuk sempat lihat tumpukan sampah di dekat bebatuan. Untuk di pantainya memang bersih

      Hapus
  5. Wahhh bagus ya, Pantai tanjung tinggi belitung ini sudah khas dengan bebatuannya yang besar dan sering di shoot untuk keperluan beberapa iklan terkait pariwisata babel/Indonesia. Itu disana hanya pantai dengan bebatuan, atau memungkinkan pengunjungnya buat berenang mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ada juga tempat yang asyik buat berenang. Belitung ada banyak pulau dengan keindahan bawah laut.

      Hapus
    2. Iya mas. Pengen juga ke belitung jadinya. Anw itu tmptnya deket sekolah yang di laskaer pelangi itu gak ya

      Hapus
    3. Lumayan jauh, tapi bisalah aklau misalnya di sana kamu sewa motor dan lainnya.

      Hapus
  6. Sama seperti banyak pantai lain ya kang, tanjung tinggi juga ramai kalo musim liburan. Mungkin butuh refreshing buat menghilangkan kejenuhan dan yang murah ya ke pantai.😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantai di Belitung ada banyak, tinggal kita pilih mana yang menurut kita nyaman ahahahahh

      Hapus
  7. salah satu wilayah di barat Indonesia yang paling ingin saya datangi selain Aceh
    penasaran aja, gimana daerah ini bisa benar2 meledak gara2 satu film
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sekarang malah kangen dolan ke Aceh. Masih penasaran

      Hapus
  8. Suka banget sama air yang tenang seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pas cuaca baik. Jadi airnya tenang banget

      Hapus
  9. pertama kali liat pantai ini di film langsung terkesima. Menakjubkan bgt batu2 besar bisa ada banyak banget dan ngumpul disana
    Dan mengincar KKN di Belitung tp waktu itu g ada yg mengadakan KKN di Belitung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehehe, ke sana lagi sekalian tugas kantor mas. Kayaknya menarik

      Hapus
  10. tempat laskar pelangi nih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, salah satu lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar di film tersebut

      Hapus
  11. Airnya tenang dan jernih, cakep banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas banget tenangnya. Asyik buat santai-santai

      Hapus
  12. Pas aku datang kemarin Pantai Tanjung Tinggi cenderung sepi. Eh, tapi aku datang saat weekday sih. Aku suka bagian sebelah kiri, yang batunya alami, belum diberi tangga untuk bantu naik. Batu-batu di sebelah kiri cenderung lebih sepi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhha, memang enak datang pas weekday sih sebenarnya. Jauh lebih bisa menikmati

      Hapus
  13. Aku pernah berkendara jam 3 pagi dari Tanjung Pandan ke Tanjung Tinggi, naik motor berdua sama teman kantor. Gara-garanya disuruh motret sisa-sisa supermoon. Serem hahahaha. Bayangin nyusurin jalan yang sepi gelap-gelap, begitu juga dipantainya. Kalau ingat kejadian itu masih ngakak.

    Tanjung tinggi itu pantai yang fotogrnic, bahkan orang yang nggak bisa motret pun kalau motrte pantai ini hasilnya cantik, ya karena dasarnya pantainya cihuy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku sudah angkat tangan naik motor. Itu kenapa sampai sekarang belum kepikiran beli motor dan yang lainnya. Kalau di tempat orang, biasanya sewa mobil plus drivernya

      Hapus
  14. Terima kasih sudah mengunjungi belitung, semoga next time bisa mampir lagi untuk explore kembali pulau belitung yang indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, pengennya dolan ke Pulau Seliu kalau ada waktu hahahahhaha

      Hapus

Pages