Menginap Semalam di Seaside Villa Jepara - Nasirullah Sitam

Menginap Semalam di Seaside Villa Jepara

Share This
Penginapan Seaside Villa Jepara
Penginapan Seaside Villa Jepara
Jejeran bangunan unik berbentuk lancip, lebih mirip cottage berbalur cat putih dengan garis hijau dan atap genteng merah. Bangunan ini adalah penginapan Seaside Villa Jepara. Villa yang berlokasi di Mulyoharjo, Jepara. Tak jauh dari pusat kota Jepara.

Keril berukuran sedang kuambil dari bagasi mobil yang mengantar, lantas melangkah ke arah orang berkumpul. Aku menuju lokasi tersebut dan berniat untuk check in. Pegawai yang kutuju mengarahkanku bangunan berbeda. Nyatanya, bangunan yang kutuju merupakan restoran Seaside Villa Jepara.

Sembari tersenyum, aku melangkah ke tempat semula. Menuju bangunan yang menghadap ke barat. Memang tak ada plang petunjuk arah resepsionis, sementara di pos sekuriti kosong. Sehingga tadi kuputuskan menuju sekumpulan pegawai yang bersantai.

“Sudah bisa check in, mas?” Tanyaku memastikan.

Pegawai resepsionis yang menerimaku mengangguk. Sebenarnya aturan check ini pukul 14.00 WIB. Aku sendiri datang pukul 13.20 WIB, hal ini dikarenakan kapal dari Karimunjawa sudah sandar, dan aku membutuhkan waktu lebih cepat untuk istirahat.
Bangunan di Seaside Villa Jepara saling berhadapan
Bangunan di Seaside Villa Jepara saling berhadapan
Secara keseluruhan, bangunan kamar tampak sederhana. Di halaman depan kurang teduh. Lebih banyak bunga pendek sebagai penghias. Hanya dua batang kelapa yang berjarak menjulang tinggi. Kesannya, tempat ini seperti masih meraba-raba konsep halamannya.

Jalanan kecil tertata rapi menjadi pijakan pengunjung kala ingin ke restoran ataupun pantai. Seaside Villa Jepara memiliki 12 kamar dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan. Konon, penginapan ini sudah ada sejak tahun 2014.

Nama kamar-kamar di Seaside Villa Jepara diambil dari nama bunga. Kamar yang kuinapi bernama Matahari. Aku menyempatkan foto di depan kamar di hari kedua. Bangunan seperti ini biasanya menarik perhatian para pengunjung untuk menginap.

Kulihat lebih detail, bangunan villa ini tidak sepenuhnya menggunakan dinding bata. Malah sebagian besar bahan yang digunakan adalah Partikel board. Kayu lapis ini dijadikan penyekat sekaligus dinding. Kecuali di bagian toilet dan bagian penyanggah depan, ada dinding tinggi. Jika dilihat lebih detail, perbedaannya tampak jelas, meski sama-sama berlabur cat warna putih.

Melongok Desain Kamar di Seaside Villa Jepara

Siang ini sangat terik, begitu masuk dalam kamar yang berbentuk bangunan cottage, mesin pendingin ruangan belum bekerja secara optimal. Masih terasa gerah, butuh waktu agak lama baru terasa dinginnya.

Kamar yang kupesan sebenarnya double bed, sayangnya permintaanku tersebut tidak dapat terealisasikan. Katanya, kamar yang kupesan sudah penuh, tinggal yang twin bed. Pegawainya sendiri yang menggeser posisi kasur sehingga tampak menyatu.

Tak masalah, toh yang menggabungkan pihak hotel, bukan aku sendiri. Dua kasur sudah menyatu, meski pas difoto rasanya kurang bagus. Sama halnya dengan baluran cat di luar, bagian dalam kamar juga dominan berwana putih.
Berbagai pilihan kamar tersedia di Seaside Villa Jepara
Berbagai pilihan kamar tersedia di Seaside Villa Jepara
Lantai dilapisi keramik putih, salah satu keramik retak. Tadinya keramik lantai yang retak tak tampak karena tertutup kasur sebelum digeser. Lampu temaram menghiasi dua sudut yang berbeda. Satu lampu di dekat kasur, satunya tepat di meja depan tv. Pintu dominan kaca, dua tirai sebagai penutup pandangan dari luar.

Penanda arah kiblat ada di lantai, sehingga bagi pengunjung yang menginap dapat salat dengan mudah. Desain dalam kamar minimalis, sehingga tampak lebih luas area kosongnya. Mungkin salah satu dikarenakan kasur kamarku digabung menjadi satu.

Kupandangi segala sudut kamar. Meja dan kursi kayu berfungsi jika kita hendak bekerja menggunakan laptop. Pun menjadi tempat menaruh TV dan air mineral, lengkap dengan gula, teh, serta kopi kemasan. Di dinding, dua stok kontak berdekatan dengan saklar lampu.

Di kamar Seaside Villa Jepara semuanya menggunakan mesin pendingin ruangan, sehingga tidak diperbolehkan merokok dalam kamar. Dua pasang sandal tersusun di bawah rak. Rak sendiri menyediakan empat gantungan pakaian.
Meja kecil untuk bekerja ataupun bersantai
Meja kecil untuk bekerja ataupun bersantai
Kulongok bagian kamar mandi, tampak remang-remang. Lampu kamar mandi tidak terang, saat kuambil foto pun kurang bagus. Wastafel beserta peralatan mandi sudah disiapkan, sementara handuk terlipat rapi di dekat rak pakaian.

Area mandi sedikit sempit, shower ditaruh pada pojokan, berbatasan langsung dengan tirai pembatas wastafel dan tempat mandi. Bagiku, fasilitas ini sudah mumpuni, terlebih ada air hangat untuk mandi. Usai berkeliling, aku menyempatkan mandi siang dan istirahat.

Menikmati Waktu Senja di Pantai Belakang Penginapan

Sore menyapa, aku bergegas menuju belakang villa. Masih satu area, melintasi restoran, pantai terbentang luas. Barisan pantai ini menyambungkan dari Pantai Semat hingga Benteng Portugis, di Jepara. Tampak pelabuhan Ujung Batu dan secuil patung kurang-kura Jepara.

Pasir tidak sepenuhnya putih, air laut tenang. Pada musim tertentu, pantai ini bakal berombak dan sampah berserakan. Biasanya, antara bulan Desember-Januari, atau malah sekitar Juli-Agustus. Bisa jadi, pantai ini masih satu wilayah dengan Pantai Sekembu.

Hampir seluruh pengunjung villa menikmati waktu senja di tepian pantai. Dereta kursi di tempat terbuka sudah dipenuhi pengunjung. Mereka duduk santai sambil menikmati minuman yang dipesan dari restoran. Aku sendiri menepi, memotret suasana sore.
Pengunjung menikmati waktu sore di pantai belakang Seaside Villa Jepara
Pengunjung menikmati waktu sore di pantai belakang Seaside Villa Jepara
Perahu-perahu nelayan tampak kecil di kejauhan. Lampu suar di Pulau Panjang sesekali menyala, menjadi patokan para nelayan saat gelap gulita. Mendung tebal menutupi matahari, yang tersisa hanya cahaya berpendar berwarna sedikit merah.

Anak-anak kecil di pantai Sekembu riuh bermain air. Sedari tadi pemandangan itu membuatku tertarik memotret. Angin laut cukup tenang, kontras dengan suara pelantang yang menyeruak masuk telinga. Rasanya, musik dari gawai yang disambungkan ke pelantang kecil milik pengunjung agak mengusik suasana soreku.

Meski tak bisa melihat matahari terbenam, pengunjung di sini tetap santai. Mereka bercengkerama dengan orang-orang terdekat. Aku pun tetap mengabadikan perahu-perahu yang berdatangan. Suara mesin kapal bertalu-talu. Bersaingan dengan musik dari pelantang.
Gagal melihat sunset di pantai belakang Seaside Villa Jepara
Gagal melihat sunset di pantai belakang Seaside Villa Jepara
Tepat pukul 07.15 WIB, aku beranjak menuju area restoran. Waktunya mengambil sarapan pagi. Restoran di Seaside Villa ini cukup luas. Mereka juga menerima tamu yang tidak menginap di villa. Lumayan banyak juga pengunjung yang datang hanya untuk menikmati makan di villa sembari duduk di tepian pantai.

Restoran yang tertutup tidak luas, lebih banyak yang bagian terbuka. Lantai dua restoran pun dikonsep terbuka. Sama halnya dengan meja dan kursi yang sudah dipajang tiap tepian pantai. Tempat-tempat ini banyak dijadikan spot foto pengunjung.

Sesuai pesananku kemarin siang, nasi goreng dan jus jeruk. Sarapan di villa ini tidak disajikan secara prasmanan. Tapi mengikuti permintaan pengunjung sewaktu masuk. Sehingga kita harus mengkonfirmasi kembali pesanan yang sudah dijanjikan kemarin siang.
Bagian outdoor restoran di Seaside Villa Jepara
Bagian outdoor restoran di Seaside Villa Jepara
Bisa jadi pihak villa mengonsep makan sesuai permintaan pengunjung karena kamar hanya berjumlah 12, sehingga masih bisa terjangkau jika ada yang memesan berbeda menu. Kuhampiri pegawai di meja bar resto, lantas mengkonfirmasi pesanan.

Dua gelas jus jeruk sudah siap, sementara nasi goreng sedang dikonfirmasi ke jurumasaknya untuk dibuat. Aku menunggu di meja yang menghadap ke laut. Meja yang sama dengan saat aku kemarin sore menikmati senja.
Menikmati sarapan di Seaside Villa Jepara
Menikmati sarapan di Seaside Villa Jepara

Catatan-catatan Menginap di Seaside Villa Jepara

Secara umum, villa ini menarik untuk mereka yang tidak ingin beraktivitas di banyak tempat. Tempat untuk bersantai bersama keluarga, karena sudah ada pantai di area villa. Villa ini juga menarik secara bangunan, sehingga banyak mudi-mudi rombongan menginap di sini. Mereka dari luar Jepara.

Fasilitas yang diberikan sudah cukup baik. Mulai dari pelayanannya hingga pemandangan pantai yang menjadi nilai tambah. Restoran juga bagus, nasi goreng yang kumakan juga sesuai dengan lidahku. Aku sendiri tidak tahu ragam menu ataupun harga makanan di restoran jika kita hendak makan siang ataupun malam.

Kamar hotel bersih, mungkin tetap ada sedikit buliran pasir. Hal ini perlu dibuatkan semacam area bilas sebelum masuk kamar. Tidak sedikit pengunjung bermain pasir dan air, sehingga cukup baik jika diberi tempat bilas sebelum masuk kamar.
Berfoto di salah satu bangunan penginapan Seaside Villa Jepara
Berfoto di salah satu bangunan penginapan Seaside Villa Jepara
Jaringan internet cukup stabil jika hanya untuk berselancar. Mungkin yang paling terasa menurutku adalah pendingin ruangan. Jika cuaca panas, bangunan ini lumayan gerah, sehingga kinerja pendingin ruangan harus benar-benar diperhatian. Selain itu mungkin tidak ada. 

Terkait lokasi, villa ini cukup terjangkau dari pusat kota. Lebih kurekomendasikan kalian menggunakan kendaraan pribadi, karena aksesnya lumayan dari jalan raya. Jika tidak, kalian bisa menggunakan transportasi daring. Ada yang pernah menginap di sini? *Jepara, 01-02 Oktober 2021

10 komentar:

  1. Dekat pantai ya, bagus viewnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa buat menepi sambil mengerjakan project blog hahahahah

      Hapus
  2. jepara keren juga ya penginapannya
    ini bisa betah buat berdua
    ehe..
    apalagi masih satu kompleks sama pantai
    makin syahdu aja liat pemandangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaa, gas ke sini mas. Harganya juga terjangkau kok

      Hapus
  3. enaknyaaa. jalan dikit ke belakang villa ketemu pantai...
    airnya tenang pula.
    kalau cerah bisa liat matahari terbenam ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, jadi enak kalau di sini buat yang mager. Bisa dolan ke pantai dan pas cuaca cerah bisa motret sunset.

      Hapus
  4. Aku sukaaaa atapnya yg rendah giniii, jadi di bagian dalam ruangan, seolah di kamar loteng yg atapnya miring :D.

    Tapi memang simple banget Yaa mas dalamnya. Khas hotel2 yg banyak di pinggir pantai. Beberapa hotel yg aku pernah inepin di Kuta juga simple gini, mungkin pihak hotel udah tahu tamu bakal lebih suka di pantai drpd di kamar.

    Tapi kalo AC nya ga kerja maksimal di saat cuaca panas, aku jujurnya agak terganggu Krn aku ga kuat panas :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, berarti memang hampir semuanya sama. Konsep yang ditawarkan bukan pada penginapannya tapi suasana villanya.

      Hapus
  5. jumlah vila yang tidak banyak jadi tidak ramai ...
    jadi asyik .. nyantai di villa tepi pantai.
    btw .. berapa permalamnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kang, lebih bisa sedikit bernafas hahahahha.
      Sekitar 300an, kang

      Hapus

Pages