Melihat Potensi Destinasi Wisata Sungai di Ledok Blotan - Nasirullah Sitam

Melihat Potensi Destinasi Wisata Sungai di Ledok Blotan

Share This
Aliran sungai di Ledok Blotan
Aliran sungai di Ledok Blotan
Sebuah unggahan di akun Instagram Jogja memosting aliran sungai kecil yang menyenangkan untuk disambangi. Kubaca kutipan yang disertakan dalam foto, lokasinya di Ledok Blotan. Kutulis di pencarian, nyatanya destinasi tersebut cukup dekat dari tempat tinggalku.

Saat itu juga kuputuskan akhir pekan nanti mengunjunginya. Di beberapa kesempatan bersepeda, aku sengaja mencari destinasi yang tidak jauh tapi cukup menyenangkan untuk disambangi. Kubaca berbagai ulasan di Google Maps dan menonton vlog di Youtube.

Dari seluruh informasi yang kudapatkan, destinasi wisata Ledok Blotan ini aksesnya melewati jalan rumah warga, dan saat pandemi lebih banyak tutup. Meski di Google Maps selalu dituliskan terbuka. Aku penasaran dengan destinasinya.

Berlokasi di Jalan Mawar, Blotan, Wedomartani, destinasi ini menurutku cukup dekat. Aku cukup mengingat-ingat rute melintasi Condongcatur, lantas lurus terus hingga sampai Blotan. Bangunan padat rumah berganti dengan sebidang perkebunan warga.

Tepat di pertigaan, rute mengarahkan belok kanan. Turunan tajam langsung bersambut dengan tanjakan. Lokasi Ledok Blotan tak jauh dari sini. Kucari plang petunjuk arah, tapi tidak terlihat. Sepertinya aku sudah melewati jalan beloknya.
Tempat parkir kendaraan di Ledok Blotan
Tempat parkir kendaraan di Ledok Blotan
Aku berhenti di tepian jalan, kembali kubuka peta di gawai. Benar saja, jalan beloknya sudah terlewati. Plang di tepi jalan tak jauh dari tanjakan, sehingga aku lewati tanpa melihat. Kedua sisi jalan rumah warga, aku bersepeda santai hingga kutemukan tulisan di plang.

Hamparan terpal tergelar di tengah jalan. Aku menuntun sepeda, melihat pagar arah masuk Ledok Blotan tertutup. Seingatku di vlog yang kulihat, pesepeda yang datang ke sini memang membuka pagar itu sendiri. Aku tidak berani melakukan tanpa ada izin dari masyarakat.

“Masuk saja, mas. Nanti tutup lagi,” Terang ibu yang di dekat pagar. Beliau sibuk menyiapkan terpal untuk digelar menjemur gabah.

Mungkin aku datang terlalu pagi, sehingga destinasi Ledok Blotan ini masih tutup. Kugeser pagar, lantas kembali kututup. Sepeda masih kutuntun hingga di area parkir. Di sini sudah disediakan area parkir kendaraan. Setidaknya untuk kendaraan roda dua sudah aman.

Ledok Blotan benar-benar lengang. Belum ada satupun pengunjung yang datang. Bangunan warung yang di dekat parkir tutup. Tidak ada tanda-tanda warung ini siap buka. Tulisan Ledok Blotan menyambutku, sebuah pohon kecil tumbang di dekat tulisan.

Suara orang menyapu taman terdengar, aku mendekat dan menyapa seorang bapak yang membersikan ceceran daun jatuh. Beliau berujar, selama pandemi tempat ini tutup. Tapi aku diperbolehkan berkeliling karena hanya sendirian.
Ledok Blotan salah satu destinasi yang bisa dikunjungi
Ledok Blotan salah satu destinasi yang bisa dikunjungi
Ledok Blotan sudah terkonsep dengan baik, hanya saja sepertinya di beberapa waktu terakhir tidak dirawat secara rutin. Plang petunjuk arah sudah ada. Aku melangkahkan kaki menuju petakan bangunan di sisi kiri. Di sini ada jalan yang di ujungnya terdapat portal pembatas.

Bunga-bunga sedikit menjulang tanpa ada yang merawat. Pun dengan beberapa bangunan kecil ada yang sudah roboh. Di sini sepertinya dikelola banyak orang. Kulihat ada musola, kamar mandi, serta beberapa bangunan semacam limasan.

Seperti halnya di depan tadi, aku di sini berbincang dengan seorang bapak yang membersihkan limasannya. Beliau bercerita membangun bangunan ini secara mandiri. Kulihat bahan yang digunakan sebagian menggunakan kayu jati. Beliau menginformasikan jati ini dibeli dari Boyolali.

“Sepi mas. Harapannya ya kembali ramai dan dikelola bersama lagi. Biar semangat mengelola destinasi ini kembali tumbuh.” Tutur beliau.

Jika dilihat secara detail, Ledok Blotan mempunyai daya tarik yang cukup bagus. Aliran sungai menjadi destinasi unggulan. Selain itu, adanya berbagai tempat untuk bersantai juga bisa dimanfaatkan para pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Area Jogging Track di Ledok Blotan
Area Jogging Track di Ledok Blotan
Di sini juga sudah tersedia jalur jogging track untuk para pengunjung yang ingin berolahraga. Suasana sejuk berkombinasi dengan pemandangan teduh rasanya komplit jika kembali ramai. Secara umum, tempat ini sebenarnya sudah memenuhi unsur wisata.

Anak tangga kuturuni, ada dua jalan yang mengarahkan tempat berbeda. Jalur pertama mengarahkan pada sungai dengan aliran kecil. Tempat ini memang digunakan para pengunjung untuk bermain air. Aliran kecil membuat nyaman dan tidak berbahaya.

Satu jalan lagi menuju jembatan kecil yang menyeberangi aliran sungai. Di sisi kanan pepohonan rindang, bebatuan dipenuhi lumut menyiratkan agak licin jika diinjak. Di sini suara gemericik air lumayan kencang. Arus di sungai Blotan tak deras, tapi tetap harus dalam pemantauan.

Sekeliling area Ledok Blotan masih banyak rerimbunan pepohonan tinggi serta rumpunan bambu. Mata air jernih, pantas saja tempat ini dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai destinasi wisata bagi yang suka bermain air.
Aliran sungai menjadi spot unggulan di Ledok Blotan
Aliran sungai menjadi spot unggulan di Ledok Blotan
Pengelola sebenarnya sudah bagus, aliran sungai ini mengingatkanku Blue Lagoon, sebuah tempat bermain air yang lokasinya tak jauh dari sini. Aku pernah berkunjung ke destinasi tersebut di antara tahun 2014an. Sebelum dikelola dengan baik.

Tempat bermain airnya memang tidak panjang, tapi cukup bagus dengan suasana yang masih asri. Kulihat airnya jernih, menurutku di sini kedalamannya beragam. Agak dalam, karena dasarnya tidak terlihat.

Gemericik air menjadikan suasana makin teduh. Bebatuan yang basah, suara daun rimbunan bambu makin meneduhkan. Jika tidak pandemi, kurasa banyak wisatawan lokal yang datang dan bermain air. Terlebih lokasinya terjangkau.

Segala fasilitas sudah ada, mulai dari toilet hingga musola. Warga setempat pun membuat bangunan yang dijadikan tempat berteduh. Memang untuk pagi ini menurutku destinasi wisata Ledok Blotan masih harus diperhatikan dengan baik, ada beberapa tempat yang mulai rusak.

Jalanan paving menyambung hingga jalan lain. Di ujung jalan sudah terportal. Aku tidak tahu apakah jalur satu-satunya memang lewat pagar yang kulintasi tadi, ataukah ada jalan lain termasuk yang ada portalnya tersebut.
Gemericik suara air di Ledok Blotan
Gemericik suara air di Ledok Blotan
Lagi-lagi aku berbincang dengan seorang bapak yang memangkas dedaunan di sini. Beliau berujar tempat ini ditutup selama pandemi. Dari perbincangan ini, aku merasa beliau mempunyai harapan yang besar agar destinasi ini kembali dibuka dan dikelola dengan baik.

Ledok Blotan menurutku mempunyai potensi yang luar biasa dengan unggulan aliran sungai. Tentu harapanku sama dengan dua bapak yang tadi berbincang, tempat ini kembali dibuka, dirawat, dan menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat.

Terkadang, ketika destinasi sudah mulai tidak terawat dengan baik. Salah satu faktor yang diperlukan adalah kerjasama masyarakatnya untuk saling bahu membahu agar destinasi ini kembali bangkit seperti sedia kala.

Kutinggalkan tempat ini, mengambil sepeda di parkiran, lantas menggeser pagar, serta menutup kembali. Ibu yang tadi memberi petunjuk arah kembali menyapa, kuucapkan terima kasih, lantas mengayuh pedal. Ledok Blotan masih senyap, menunggu semangat gotong royong masyarakatnya untuk kembali bangkit. *Sleman, 03 Maret 2022

4 komentar:

  1. sebenernya sudah terkelola dengan baik ya, jalan sudah ada paving, ada papan papan petunjuk juga
    ada jembatan bambu
    semoga segera bangkit lagi,
    kalau sepi banget, agak serem juga main air/ciblon sendirian
    heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, semoga sekarang mulai agak ramai pengunjungnya. Dan pastinya dikelola dengan baik.

      Hapus
  2. wah tempatnya asyik bangettt ... asri dan ... jarang jarang yang ada aliran air sungai bersih.
    mudah2-an tempat ramai dikunjungi wisatawan kembali

    BalasHapus

Pages