Awal tahun 2026, aku mendapatkan informasi terkait rencana adanya transportasi Damri Indonesia di Karimunjawa. Namun informasi tersebut masih samar. Hingga akhirnya di Februari 2026, sebuah kiriman foto adanya armada Damri di Jepara menyakinkanku.
Sebagai masyarakat Karimunjawa, adanya Damri menjadi transportasi menjangkau beberapa titik di Karimunjawa merupakan terobosan yang menarik. Tidak hanya bagi masyarakat, tentu paling utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa.
Beberapa titik strategis di Karimunjawa menjadi rute trayek Damri. Mulai dari pelabuhan Karimunjawa, Bandara Dewadaru, hingga Pelabuhan Legon Bajak. Selain tidak titik tersebut, masih ada area lainnya yang dijangkau, khususnya di Batulawang dan Mrican.
Beberapa waktu lalu, ketika aku mudik ke Karimunjawa, terlihat beberapa kali armada Damri melintas dari dua arah. Sepertinya memang sudah terjadwal setiap hari keberangkatannya. Aku memang tidak sempat menaiki armada tersebut, tapi sempat berbincang dengan salah satu supirnya.
![]() |
| Damri Indonesia sedang merintis rute di Karimunjawa |
Salah satau supir armada Damri menceritakan bagaimana pengalaman menginjakkan kaki di Karimunjawa dengan tugas membuka trayek Damri perintis. Beliau berujar sewaktu awal adanya Damri, dalam sehari sangat banyak masyarakat yang penasaran dan mencoba naik armada tersebut.
“Lambat laun memang terus berkurang. Jadi satu bulan pertama memang sangat besar. Sekarang tetap ada, tapi tidak signifikan seperti awal-awal adanya Damri,” terang salah satu pengemudi Damri.
Damri Indonesia membuka trayek di Karimunjawa memang andil dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Dari diskusi kecil hingga berakhir dengan kesepakatan kontrak. Dari informasi yang kudapatkan, kontrak awal satu tahun. Artinya keberadaan Damri ini sampai Februari 2027.
Aku berharap animo pengguna Damri tetap besar, siapa tahu bisa merambah pada siswa yang sekolah. Sementara, tarif Damri sebesar 7.000 rupiah. Tarif ini berlaku untuk semua jarak, tanpa ada perbedaan. Harga yang sangat terjangkau.
![]() |
| Damri Indonesia menjadi opsi angkutan di Karimunjawa |
Di Karimunjawa terdapat lima armada Damri Hiace Commuter. Tempat duduk sejumlah 12 kursi, layaknya armada travel di Jawa yang tanpa modif bagian tempat duduk. Dalam sehari, empat Damri beroperasi, satu armada sebagai cadangan.
“Kemarin habis bersenggolan dengan kendaraan roda empat, mas,” terang salah satu pengemudi sembari memperlihatkan video rekaman.
Sebenarnya, kejadian tersebut sudah kuketahui. Karena armada yang tersenggol kendaraan lainnya sempat melintas di depanku. Bagian depan kendaraan peyok terkena benturan. Beruntungnya tidak ada korban luka.
Jadwal operasional Damri di Karimunjawa tidak setiap jam. Di pagi hari, trayek dari Kemujan sudah berangkat ke Karimunjawa pukul 05.30 Wib. Sementara dari arah Karimunjawa menuju Kemujan selang satu jam kemudian, tepatnya pukul 06.30 Wib.
Menariknya, seluruh armada Damri yang di Karimunjawa mempunyai nomor polisi “AB”. Setelah kutanyakan, ternyata awalnya memang shuttle Damri bandara YIA menuju pusat kota Jogja. Armada ini awalnya melayani para penumpang dari sekitar Malioboro menuju bandara YIA PP.
Keberadaan armada Damri ini sebenarnya menjangkau sudut-sudut Karimunjawa lebih luas. Para wisatawan yang ada di Karimunjawa mempunyai opsi berkeliling dengan harga terjangkau. Saat ini, para penumpang memang didominasi wisatawan.
![]() |
| Armada Damri Indonesia ini berasal dari Jogja |
Sebenarnya, jika kapal Pelni dari pelabuhan Legon Bajak rutin ada jadwal, aku sangat yakin, keberadaan Damri ini strategis. Sayangnya, baik Pelni maupun bandara Dewadaru belum banyak jadwalnya, sehingga keberadaan Damri ini belum maksimal.
Seandainya dari Damri ini mempunyai program khusus penumpang siswa tentu menarik. Misalkan siswa yang naik Damri harganya bisa lebih murah, aku rasa banyak anak sekolah yang memanfaatkan transportasi ini. Tapi ini hanya selentingan bayangan, siapa tahu terealiasasikan.
Terlepas dari apapun itu, keberadaan Damri sudah sangat membantu selama di Karimunjawa. Tentu saja dengan adanya trayek Damri di Karimunjawa, setidaknya pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tahu bagaimana kondisi jalan di Karimunjawa.
Jalan yang sudah cukup lama tidak ada perbaikan. Pada akhirnya di bulan Maret 2026 sudah beberapa ruas jalan diaspal total. Namun, masih banyak jalan yang berlubang. Siapa tahu, dari adanya trayek Damri, berujung pada perbaikan jalan menyeluruh, agar armada Damri bisa melintas dengan mulus.
Terima kasih Damri Indonesia karena sudah melayani di Karimunjawa. Semoga trayek ini tidak hanya berjalan dalam jangka pendek. Namun tetap berlanjut dalam kurun waktu yang lebih lama. Sebagai anak Karimunjawa, tentu harapanku seperti itu. * Karimunjawa; 20 Maret 2026.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar