Setiap pulang ke Rembang, istri sudah beberapa kali mengajakku untuk mencari kedai kopi ataupun kafe yang ada di sekitar kota Rembang. Aku hanya mengikuti keinginan istri, karena dia lebih tahu lokasinya. Bahkan, istri lebih detail mengulik kafe tersebut sebelum kami datangi.
“Kita ke Cova Coffee,” terang istri sembari mengirimkan postingan Instagram.
Kami berdua sudah sepakat hanya sebentar di kedai kopi. Sikecil untuk sementara waktu tidak kami ikutkan, dia sedang bermain dengan simbah di rumah. Kami sendiri memang hanya ingin menyesap minuman, selesai dan pulang.
Sepeda motor kuarahkan menuju Alun-Alun Rembang sebagai patokan. Lantas terus melintasi jalan pantura. Kami melewati jalan utama dekat Ranu Coffee and Eatery. Maju sedikit, sampailah di Cova Coffee yang lokasinya berdampingan dengan hotel Kencana.
Sedari awal, istri sudah mengulik menu yang disediakan. Bahkan melihat spot-spot yang ada di Cova Coffee melalui media sosial. Aku sendiri hanya fokus nantinya memesan minuman kopi. Sesampai di lokasi, sudah ada banyak kendaraan roda dua yang terparkir.
| Mampir di Cova Coffee Rembang kala siang |
Kami masuk ruangan, di lantai satu cukup lengang. Hanya ada dua orang pengunjung yang asyik bersantai sembari menyesap es kopi susu. Kami menuju bar untuk memesan minuman. Istri pecinta coklat, sehingga dia langsung memesan es coklat.
“Magic Coffee,” ujarku pada barista.
Menarik, di Rembang ternyata juga ada kedai kopi yang menyediakan Magic Coffee. Bagi kalian yang suka kopi tentu tidak asing dengan menu tersebut, karena beberapa tahun yang lalu, Mas Effener mengenalkan menu ini dengan masif, bahkan menjadi salah satu menu andalan di Wombats Coffee.
Cova Coffee ini berlokasi di jalan Sudirman, Rembang. Ditilik dari media sosialnya, kedai kopi ini baru buka di bulan maret 2026. Beragam menu minuman yang disediakan. Mulai dari manual seduh, hingga es kopi susu. Harga minuman di sini berkisar antara 20.000 rupiah.
Bangunan yang dimanfaatkan Cova Coffee merupakan ruko. Mereka menggunakan dua lantai untuk ruangan kedai kopi. Ruangan bawah yang menyatu dengan meja bar menjadi area bebas asap rokok. Meja-meja yang disediakan tidak terlalu banyak.
| Ruangan di lantai 1 di Cova Coffee Rembang |
Sementara untuk lantai dua diperuntukkan bagi perokok. Ruangan lantai dua memang tertutup, sehingga pengunjung di lantai satu bebas dari asap rokok. Sewaktu kami datang, ruangan lantai dua sudah penuh, sepertinya menjadi spot favorit untuk bersantai sambil menyesap minuman.
Awalnya, istri sudah merencanakan berfoto pada spot tertentu di lantai dua. Namun karena ramai dan diperuntukkan bagi perokok, kami memutuskan duduk di lantai satu. Di sini, kami hanya duduk santai, berbincang sembari menunggu minuman diantarkan.
Satu gelas plastik es coklat bersama secangkir magic coffee diantar ke meja kami. Kusesap minuman yang sempat viral di berbagai media sosial ini. Menurutku, magic coffee di Cova cukup unik rasanya. Ada semacam semacam rasa fruity pada minuman yang disajikan.
Aku tidak bertanya pada barista beans apa yang digunakan, namun hampir dipastikan ini kopi arabika. Menurutku tidak terlalu strong rasanya. Magic coffee di Cova bisa menjadi salah satu minuman yang kurekomendasikan.
| Magic Coffee di Cova Coffee Rembang |
Lebih dari setengah jam kami duduk santai, menyesap minuman sembari berbincang. Setelah itu kami pulang. Tidak lupa mengucapkan terima kasih pada barista yang sedang bekerja. Kami melanjutkan perjalanan pulang, melintasi ruas jalan kota Rembang, dan berhenti mencari jajanan di sekitar Angkringan Mbok Nom.
Cova Coffee bisa menjadi opsi bagi pengunjung yang hendak bersantai sambil mengopi. Berbincang dengan teman ataupun kolega. Atau untuk para pekerja lepas, bisa menjadikan kafe ini sebagai tempat mencari inspirasi maupun menuntaskan pekerjaan yang masuk waktu tenggat.
Makin maraknya kafe di Rembang membuat kami berdua mempunyai rencana untuk menyambanginya dalam waktu- waktu tertentu. Biarlah urusan mencari kafe itu tugas istri, tugasku adalah mengajaknya ke lokasi dan membayar di kasir. *Rembang; Sabtu, 11 April 2026.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar